Section outline
-
Pertemuan 1: Cakupan Kuliah Film dalam Kajian Budaya Industri film Global (Hollywood) • Sosial budaya, ekonomi dan politik
-
-
-
Kita akan membahas struktur naratif yang berlaku baik dalam teks naratif maupun dalam film untuk melihat aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menganalisis film.
Sila baca
-
Pada pertemuan ini kita diperkenalkan pada elemen, aspek, dan permasalahan yang lazim digunakan dalam kajian tentang teks naratif pada umumnya dan film pada khususnya.
Dalam kajian terhadap karya naratif sebagaimana yang lazim diterapkan dalam telaah terhadap karya fiksi, kita terlebih dahulu mengidentifikasi elemen-elemen dan aspek-aspek yang membangun sebuah kisah, yaitu
- peristiwa dan tindakan (events and actions), yang tersusun menjadi sebuah alur (plot);
- tokoh (character), sosok yang menjalankan tindakan dan terlibat dalam peristiwa, yang disajikan dengan teknik tertentu, yang lazim disebut penokohan (characterization);
- latar (setting), yaitu situs terjadinya peristiwa atau tindakan, yang lazim dibedakan menjadi latar tempat, latar waktu, dan kadang-kadang juga latar budaya.
Ketiga unsur tersebut disajikan dengan gaya penyajian atau stilistika tertentu, yang mencakup simbolisme (symbolism), ironi (irony), bahasa figuratif (figurative language), dan pencitraan (imagery) yang membangun nada (tone), suasana (atmosphere) serta tema.
Konsep-konsep ini diambil dan dikembangkan dari metode penafsiran dari tradisi Romawi-Yunani, terutama Aristoteles dalam Puitika-nya, dalam menafsir puisi, drama, dan epos klasik; serta metode menafsir kitab suci dalam tradisi Yahudi-Kristen-Islam (exegesis).
Metode ini sesungguhnya dapat pula diterapkan untuk bentuk-bentuk naratif lain seperti reportase jurnalistik dan bahkan sejarah.
Tentu, dalam mengkaji film ada aspek-aspek lain, terutama yang terkait dengan sifat film yang visual dan bergerak, terutama mise en scene.
SILAKAN AJUKAN KOMENTAR DAN PERTANYAAN BERDASARKAN YANG DAPAT DIPAHAMI SAMPAI SAAT INI DENGAN MEMBERI CONTOH KASUS SEBUAH ATAU SERANGKAIAN FILM YANG PERNAH DITONTON ATAU YANG DIMINATI SEBAGAI ONJEK KAJIAN. BANDINGKAN ELEMEN-ELEMEN ATAU ASPEK-ASPEK YANG DIJELASKAN OLEH KAJIAN YANG BERBEDA. SILAKAN MEMILIH MINIMAL DUA (2) DARI YANG TERSEDIA (CHATMAN, GENETTE, FORSTER, FREYTAG, PRAMAGGIORE DAN WALLIS, GIOIA DAN KENNEDY).
Setiap nama bisa diklik untuk mengakses teksnya.
-
-
Berdasarkan bacaan dan diskusi hari ini, sila menulis kajian (500-2000 kata) terhadap struktur komedi dalam film ini dan caranya merepresentasi isu kelas. Paparan Andrew Stott dalam Comedy (2005) ini bisa membantu. Teori Munro tentang humor juga relevan.
-
Sila tuliskan gagasan-gagasan yang muncul selama menjalani perkuliahan. Kalian dapat memberi tanggapan terhadap tayangan sendiri atay tayangan mahasiswa lain. Fragmen-fragmen ini akan menjadi bahan untuk makalah yang akan kalian tulis sebagai tugas akhir.
-
-
-
Sila tonton film Max Havelaar (1976) dan perhatikan betapa strukturnya mengoperasikan ideologinya.
-
-
Sila tonton film Sexy Killers yang diluncurkan pada tahun 2019.
Menurut pengakuan para pembuat film, sebagaimana yang disampaikan dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati pada tanggal 10 Mei 2019, film ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran masyarakat Indonesia akan bahaya kebergantungan pada sumberdaya mineral batubara yang merupakan sumber tenaga bagi 60% tenaga listrik di Indonesia. Bahaya apa saja yang digambarkan film ini terkait dengan cepatnya dan berskala besarnya ekstraksi batubara dari bumi Indonesia?
Namun, film ini juga menampilkan beberapa segmen yang tidak berhubungan langsung dengan isu kebergantungan pada bahan bakar fosil, seperti (1) adegan erotis pada pembukaan, (2) jejaring kolusi para penyelenggara politik negara dan para pemegang modal besar, serta (3) strategi perlawanan yang dilakukan Greenpeace terhadap para pelaksana industri batubara. Apa kiranya fungsi sinematografis segmen yang berbeda-beda ini?
Sebagaimana lazimnya film dokumenter lainnya, Sexy Killers ini meracik kumpulan hasil pengambilan gambar (footage) yang diambil dalam kurun waktu yang sangat lama sehingga menjadi sebuah film dengan panjang lazimnya sebuah film feature-length (+/- 90 menit). Apa kiranya perbedaan proses pengambilan gambar dan penyuntingan antara film fiksi dan film dokumenter?
Kemudian tontonlah film Harlan County, USA.
Film inipun memberi gambaran tentang dampak industri batubara bagi kehidupan sosial. Apa saja beda antara Sexy Killers dan Harlan County, USA?
LLalu, tonton pula Oceans of Slavery yang melibatkan kelompok pembuat film ddokumenter yang sama dengan Sexy Killers.
Sila tanggapi permasalahan yang tersebut dalam forum Rangkuman Materi atau Membahas Struktur Komedi dan Representasi Kelas dalam "Ateng Mata Keranjang".
-
Topic: MK Film dan Perubahan Sosial
Time: Apr 15, 2022 02:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/98535073501?pwd=T25lbnNNWlpKT3FnWnpNWFd3citxZz09
Meeting ID: 985 3507 3501
Passcode: 992410 -
Topic: MK Film dan Perubahan Sosial
Time: Apr 22, 2022 01:30 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/91550526155?pwd=ZlVSemxTS0RNMHlpa1RYRGxyZTJaQT09
Meeting ID: 915 5052 6155
Passcode: 648869 -
Topic: MK Film dan Perubahan Sosial
Time: May 11, 2022 01:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/94044364532?pwd=bHFHbTZqZXZ2UEhFdC9admZUT3k4dz09
Meeting ID: 940 4436 4532
Passcode: 783391 -
Topic: MK Film dan Perubahan Sosial
Time: May 4, 2022 01:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/94478586908?pwd=ZTdIZ3UxdUUvcHYyUVAyUHJmcHhVZz09
Meeting ID: 944 7858 6908
Passcode: 223219 -
-
-
-