Section outline
-

-
Mata kuliah ini berupa pembahasan dan penerapan teknik-teknik dasar pengadeganan (menciptakan imajinasi, mengisi ruang kosong, menganalisis tokoh-tokoh dalam cerita, menciptakan skenario, dll.) sebuah karya sastra. Mata kuliah ini diakhiri dengan perancangan adegan-adegan teater musikal “Linie 1” dan pementasannya dalam format digital.
“Linie 1” adalah sebuah teater musikal karya Volker Ludwig yang pertama kali dipentaskan oleh Berliner Grips-Theater pada tanggal 30 April 1986 (sutradara Wolfgang Kolneder, aransemen musik oleh Birger Heymann dan Rockband No ticket). Latar “Linie 1” adalah di sebuah U-Bahn yang beroperasi melewati beberapa daerah dengan berbagai struktur sosial di kota Berlin (Ruhleben, Schlechisches Tor, Kreuzberg, Bahnhof Zoo, dll.).
-
-
Mampu merancang sebuah adegan sederhana.
-
Schreiben Sie den Textabschnitt noch einmal wie im Beispiel ab, im Word-Format mit Dateinamen z.B. Linie 1_Textabschnitt 6.1.
-
Mampu mengidentifikasi sekuen-sekuen dalam alur cerita.
-
Untersuchen Sie die Handlungssequenzen im Text "Linie 1". Jede Gruppe sammelt nur ein Ergebnis. Bitte geben Sie für jedes Ergebnis folgenden Filenamen: Gruppe 6.1_Untersuchung der Handlungssequenzen.
-
Mampu mendeskripsikan pengalaman meresepsi sebuah karya sastra seperti menciptakan imajinasi, menggambarkan, dan mewujudkannya.
-
4. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: historische, kulturelle und milieuspezifische Hintergründe (Lebenszusammenhänge)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti mencari informasi umum tentang latar belakang sejarah, budaya, dan strata sosial dalam cerita, terutama yang berkaitan dengan habitatnya.
-
5. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: historische, kulturelle und milieuspezifische Hintergründe (Habitusformen: gruppenspezifische Kleidung und Körperhaltungen, Sprechweise, Interaktionsrituale)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti mencari informasi umum tentang latar belakang sejarah, budaya, dan strata sosial dalam cerita, terutama yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan yang mencirikan sebuah kelompok seperti cara berpakaian, sikap tubuh, cara berbicara, dan ritual dalam berinteraksi.
-
6. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: historische, kulturelle und milieuspezifische Hintergründe (Habitusformen: gruppenspezifische Einstellungen und Denkweisen)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti mencari informasi tentang latar belakang sejarah, budaya, dan strata sosial dalam cerita terutama yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan yang mencirikan sebuah kelompok seperti cara bersikap dan berpikir.
-
7. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: Figuren (Lebenssituation und Selbstbilder, Aussehen, Kleidung und Accesoires, Körperhaltungen, Gestik und Mimik)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menganalisis tokoh-tokoh dalam cerita, terutama yang berkaitan dengan situasi kehidupan dan cara mereka merefleksikan diri, penampilan, pakaian dan asesoris, sikap tubuh, gestik, dan mimik.
-
Erstellen Sie mit Hilfe von Textstellen, historischen Hintergründen und Rollentexten eine Rollenbiografie.
-
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menganalisis tokoh-tokoh dalam cerita, terutama yang berkaitan dengan cara berbicara dan bersikap.
-
9. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: Figuren (soziale Beziehungen und Alltagsaktivitäten)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menganalisis tokoh-tokoh dalam cerita, terutama yang berkaitan dengan hubungan sosial dan aktivitas keseharian.
-
10. Leer- und Unbestimmheits- stellen in Szene setzen: Szenen (Handlungsort und -zeit, sinnliche Wahrnehmungen)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menciptakan skenario, terutama yang berkaitan dengan latar waktu, latar tempat, dan penangkapan oleh pancaindra.
-
11. Leer- und Unbestimmheitsstellen in Szene setzen: Szenen (körperliche und sprachliche Handlungen, Sprechhaltungen)
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menciptakan skenario, terutama yang berkaitan dengan bahasa tubuh, tindak berbahasa, dan sikap bicara.
-
Mampu mengisi ruang kosong dan mewujudkannya dalam bentuk adegan seperti menciptakan skenario, terutama yang berkaitan dengan harapan, perasaan, dan pikiran.
-
Mampu memroduksi teks dari skenario yang telah dirancang.
-
Mampu merancang pementasan dari skenario yang telah dirancang.
-
Mampu memroduksi pementasan yang telah dirancang ke dalam format digital.
-
Mampu menampilkan hasil pementasan digital ke berbagai akun media sosial.