Skip to main content
You are not enrolled in any courses.

Course overview
List of all available courses
Completion requirements
Tanya Jawab Materi Kelompok 6
Number of replies: 24
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200022 Zahra Fairus -
selamat pagi, saya zahra fairus. izin bertanya, sebelumnya sudah dibahas tentang beberapa unsur biaya terdapat 3 yaitu biaya bahan baku, biaya kerja langsung, dan biaya overhead pabrik . dalam menggunakan salah satu dari itu apakah ada syaratnya
In reply to 170304200022 Zahra Fairus
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200004 Ali Izzatul Ihsan -
Perlu saudara ketahui dalam sebuah proses produksi ketiga unsur tersebut hampir pasti ada dan satu dengan lainnya saling terikat (tidak dapat terpisahkan)

Syarat-syaratnya sebagai berikut :
1.Biaya bahan baku
adanya bahan baku yang perlu dibeli

2.Biaya tenaga kerja
adanya manpower yang perlu diberikan gaji

3.Biaya Overhead Pabrik
-adanya ultiltas yang perlu dibayar
-adanya tenaga kerja tidak langsung yang perlu diberikan upah
dll
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304190021 Afina Zahrah Damayani -
Selamat pagi, saya Afina Zahrah NPM 170304190021 dari kelompok 7. Mau bertanya, dalam sistem biaya taksiran terdapat 7 prosedur, apakah ketujuh prosedur ini harus dilakukan oleh perusahaan? Jika iya, apa akibatnya jika perusahaan tidak melakukan salah satu prosedur yang ada?
In reply to 170304190021 Afina Zahrah Damayani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti -
selamat pagi,saya anggita dari kelompok 6 izin menjawab,apabila prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan tidak dilakukan perusahaan,maka selisih biaya taksiran dan biaya sesungguhnya akan memiliki selisih yang sangat besar,akibatnya perusahaan mungkin akan mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian taksiran yang diperoleh sebelum produksi,terima kasih
In reply to 170304190021 Afina Zahrah Damayani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200027 Ravi Prianka Jusup -
Pagi Afina, saya Ravi akan menjawab pertanyaan anda. Perusahaan diharuskan mendata sesuai ke tujuh prosedur tersebut. Jika perusahaan tidak melakukan prosedur dengan lengkap dan baik, Maka akan timbul kekeliruan seslish biaya yang mengakibatkan tidak seimbangnya neraca laba rugi. Perusahaan juga akan kesulitan mempertimbangkan biaya produksi di periode selanjutnya atau memutuskan besaran biaya yang efisien bagi proses produksi
In reply to 170304190021 Afina Zahrah Damayani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200004 Ali Izzatul Ihsan -
selamat pagi, ketujuh prosedur tersebut merupakan proses hulu ke hilir dalam penentuan sebuah biaya taksiran produksi apakah selisih laba/rugi dengan biaya sesungguhnya ,,,sehingga harus dilakukan,,,karena tidak mungkin muncul angka laba/rugi secara tiba-tiba

jika tidak melakukannya maka perusahaan saya jamin mengalami Overcosting,,,sehingga akan kesulitan melakukan pengefisieanan biaya di masa yang akan datang apabila terjadi krisis keuangan perusahaan
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304190006 Rizchika Ananda Putri -
saya rizchika izin bertanya, bagaimana prosedur akutansi dalam sistem biaya taksiran jika produk diolah melalui lebih dari satu dept produksi ? dan apa yg menjadi selisih dari biaya sesungguhnya
In reply to 170304190006 Rizchika Ananda Putri
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200027 Ravi Prianka Jusup -
Halo Rizchika disini saya Ravi akan menjawab pertanyaan anda, Dari sumber yang kami peroleh, tidak ada syarat khusus dalam klasifikasi unsur biaya, Namun perlu diperhatikan bahwa dalam metode biaya taksiran ketiga unsur tersebut merupakan biaya yang digunakan di awal produksi hingga finishing product tanpa mempertimbangkan banyaknya departemen yang dilalui. Maka meski produk melalui banya departemen produksi maka ketiga unsur biaya tersebut di kompilasi menjadi satu biaya utama
In reply to 170304200027 Ravi Prianka Jusup
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304190006 Rizchika Ananda Putri -
lalu, apakah dalam menentukan biaya taksiran per dept dan membentuk rekening barang dalam proses produksi menjadi salah satu prosedur nya atau adakah prosedur lain untuk di kompilasi menjadi satu biaya utama ? dan dari prosedur tersebut apakah ada yang merupakan selisih biaya sesungguhnya
In reply to 170304190006 Rizchika Ananda Putri
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200004 Ali Izzatul Ihsan -
kira-kira mungkin seperti ini :

1.Tiap-tiap departemen produksi harus menentukan biaya taksiran persatuan produk

⬇️

2. Tiap departemen membentuk rekening BDP

⬇️

3. Rekening BDP didebet pada biaya sesungguhnya dan dikredit pada harga pokok taksiran produk jadi dan produk dalam proses aktif

⬇️

4.Saldo rekening BDP tiap departemen produksi itu merupakan selisih biaya sesungguhnya dengan biaya taksiran
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200014 BAYU PANGESTU ADJIE -
selamat pagi menjelang siang saudara, perkenalkan nama saya Bayu Pangestu Adjie izin bertanya, dalam ppt awal yang berjudul "sistem biaya taksiran" dicantumkan bahwa harga pokok taksiran yang sudah ditentukan akan dipakai sebagai dasar untuk membandingkan biaya taksiran dengan biaya sesungguhnya yang terjadi. Apa sebenarnya tujuan dari perbandingan biaya tersebut? terima kasih.
In reply to 170304200014 BAYU PANGESTU ADJIE
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200004 Ali Izzatul Ihsan -
Pagii saudaraku,,, Perbandingan biaya yang dilakukan bertujuan mengetahui keakuratan biaya taksiran,,apakah biaya yang ditaksir yang telah ditentukan sebelumnya melebihi biaya yang sesungguhnya dikeluarkan (laba) atau justru kurang dari biaya yang dikeluarkan sesungguhnya

JIka laba terjadi maka dalam proses produksi selanjutnya biaya yang perlu disiapkan dapat dikurangi (lebih efisien karena sudah mengetahui biaya yang sesungguhnya )
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200006 YASSIRULLAH APTA SAPUTRA -
Selamat pagi, saya Yassirullah Apta Saputra, izin bertanya. Sebelumnya dijelaskan ada beberapa kekurangan dari sistem biaya taksiran. Bagaimana cara untuk meminimalisirkan/mengurangi resiko akan terjadinya hal tersebut?
In reply to 170304200006 YASSIRULLAH APTA SAPUTRA
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200027 Ravi Prianka Jusup -
Selamat Pagi Yassir disini Ravi izin menjawab. Cara untuk meminimalisir hal-hal yang menjadi kekurang dari sistem taksiran ini dinataranya
- Sesuaikan besaran biaya taksiran dengan sedekat mungkin dengan biaya sesuangguhnya. apabila perusahaan telah melakukan produksi di periode sebelumnya maka pastikan besaran biaya tidak terlalu jauh dengan biaya di periode tersebut, sehingga selisih biaya tidak akan terlalu besar
- Lakukan audit selama proses produksi, dengan begitu kita dapat mengontrol besaran biaya sesungguhnya dengan baik

dua hal merupakan salah satu caranya. Inti dari hal tersebut adalah penggunaan sistem biaya taksiran sebisa mungkin dibarengi dengan pendataan dan pengawasan penggunaan biaya dengan baik
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304190013 R. Muhammad Alif Hidayatullah -
selamat pagi, Saya alif izin bertanya, mengapa terdapat kekurangan pada sistem biaya taksiran?
In reply to 170304190013 R. Muhammad Alif Hidayatullah
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti -
sellamat pagi Alif,saya anggita dari kelompok 6 izin menjawab,seperti yang kita ketahui bahwa biaya taksiran adalah yang diperhitungkan biaya sebelum jalannya produksi,pada sistem biaya taksiran sendiri merupakan hal yang diperkirakan akan terjadi pada saat produksi,namun ketika produksi dimulai akan terjadi perbedaan dikarenakan pada sistem biaya taksiran sendiri beranggapan bahwa jumlah produksi dengan biaya yang dikeluarkan konstan,hal ini sering mengalami perbedaan ketika sudah dijalankannya produksi serta kita dapat mengetahui selisih biaya pada akhir produksi,apabila perbedaan yang terjadi sangat besar,maka perusahaan mungkin akan menjadi rugi
In reply to 170304190013 R. Muhammad Alif Hidayatullah
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200027 Ravi Prianka Jusup -
Halo Alif disni saya Ravi izin menambahkan. kekurangan dari biaya taksiran juga disebabkan karena biaya tersebut memerlukan selisih untuk mengetahui tingkat efisiensi dari besaran biaya tersebut. Sehingga menjadi kekurangan karena sistem biaya taksiran bukan metode yang sesuai terutama untuk perusahaan dengan jumlah biaya produksi yang besar
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200019 Muhammad Adhya Fadillah -
Selamat pagi, Perkenalkan saya Muhammad Adhya Fadillah dari kelompok 4, izin bertanya, coba Jelaskan mengapa Tujuan dari penggunaan sistem biaya taksiran dapat menjadi jembatan menuju sistem biaya standar?
In reply to 170304200019 Muhammad Adhya Fadillah
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200005 Indira Tasyifa Nurrahima -
Selamat pagi, saya Indira dari kelompok 6 izin menjawab pertanyaan dari Adhya. Hal ini disebabkan karena dalam sistem pengendalian biaya taksiran, manajemen diharuskan menentukan suatu norma untuk mengukur pelaksanaan sistem tersebut, sehingga dapat menafsirkan biaya sesungguhnya yang dikumpulkan, apakah hemat atau tidak di dalam pelaksanaan sebuah proses produksi. Oleh karena itu, sistem biaya taksiran menjadi salah satu tujuan menjadi jembatan menuju sistem biaya standar, dan penggunaan sistem ini akan mendorong penggunaan biaya standar dengan sendirinya.
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200028 Firyal Azka Nururrahman -
Selamat pagi, saya Firyal Azka, izin bertanyaaa akang teteh, Bagaimana cara menentukan Taksiran Biaya Tenaga Kerja?
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200005 Indira Tasyifa Nurrahima -
Selamat pagi, saya Indira dari kelompok 6 izin menjawab pertanyaan Azka. Dalam menentukan taksiran biaya tenaga kerja harus terlebih dahulu diketahui semua jenis kegiatan untuk mengolah produk, karne jam tenaga kerja dipengaruhi oleh kecakapan tiap karyawan dan jenis pekerjaannya. Selanjutnya harus juga diperhitungkan waktu persiapan produksi, material handling, perbaikan mesin, dan hal lain yang memengaruhi jam tenaga kerja.
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200027 Ravi Prianka Jusup -
Pagi kang Azka, disini Ravi mau menjawab pertanyaannya. Cara menentukan Taksiran Biaya Tenaga Kerja adalah dengan menjumlahkan upah gaji seluruh pekerja perbulannya dan dikalikan sebanyak 12 bulan (1 periode). Dikarenakan sistem ini adalah sistem biaya taksiran, maka besaran gaji dan upah tenaga kerja pun dihitung menggunakan metode pembulatan/penaksiran.
Seperti itu kang~
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304190022 May Juwita Hutauruk -
Selamat siang, perkenalan saya May Juwita Hutauruk npm 22 dari kelompok 7 ingin bertanya terkait materi yang telah disampaikan oleh kelompok 6. Pertanyaan adalah apakah sama prosedur akuntansi dalam sistem biaya taksiran yang digunakan untuk produk yang diolah melalui 1 departemen produksi dengan produk yang diolah melalui lebih dari 1 departemen produksi? Kalau tidak sama tolong dijelaskan,Terima Kasih.
In reply to 170304190022 May Juwita Hutauruk
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 6
by 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti -
selamat siang,saya anggita dari kelompok 6 izin menjawab,dalam menghitung biaya-biaya produksi yang tidak dapat dikategorikan ke dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung atau yang wujud riilnya adalah biaya bahan baku tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung serta biaya pabrik lainnya dikelompokkan tersendiri yang disebut biaya overhead pabrik.Departementalisasi biaya overhead pabrik bermanfaat untuk mengendalikan biaya dan ketelitian penentuan harga pokok produk. Pengendalian BOP dapat lebih mudah dilakukan dengan cara menghubungkan biaya dengan pusat terjadinya, sehingga dengan demikian akan memperjelas tanggung jawab setiap biaya yang terjadi dalam depaartemen tertentu. Dengan digunakannya tarif-tarif BOP yang berbedabeda untuk tiap departemen, maka pesanan atau produk yang melewati suatu departemen produksi akan dibebani dengan BOP. Sesuai dengan departemen bersangkutan.