Skip to main content
You are not enrolled in any courses.

Course overview
List of all available courses
Completion requirements
Diskusi 2
Number of replies: 34

Jika terjadi selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan , bagaimana perlakuannya ? 

In reply to First post
by 170610180134 NAZMA SAFIRA -
Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya-biaya produksi yang lain yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasikan atau dibebankan secara langsung pada pesanan tertentu atau produk tertentu.
Bagaimana Perlakuan Terhadap Selisih antara Overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan?
Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.
Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
Metode perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik ini seringkali digunakan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih itu sendiri dengan alasan sebagai berikut:
• Manajemen tidak pernah mencoba menentukan penyebab terjadinya selisih biaya overhead pabrik.
• Jumlah selisih tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan saldo rekening-rekening yang akan dibebani dengan pembagian selisih tersebut.
• Saldo rekening-rekening Barang Dalam Proses dan Persediaan Produk Jadi biasanya relatif kecil bila dibandingkan dengan Harga Pokok Penjualan.
Sumber :
Sampurno Wibowo, S.E., M.Si, Yani Meilani, Akuntansi biaya, Politeknik Telkom Bandung, 2009.
In reply to First post
by MARINDA Marinda Yuni Hoerunnisa -
perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung dari penyebab terjadinya selisihnya. Jika selisih terjadi disebabkan oleh kesalahan penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti dikarenakan perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagai rata ke dalam rekening Persediaan Barang dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai penambah atau pengurang rekening Harga Pokok Penjualan.

Sumber : https://text-id.123dok.com/document/4zpdv25vz-penentuan-dan-perlakuan-selisih-biaya-overhead-pabrik.html
In reply to First post
by 170910200018 BINTANG SATRIO FEBTIYANSYAH -
Menurut saya setelah membaca materi tadi maka apabila terjadi selisih biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan yang di bebankan, maka dipindahkan atau ditutup ke rekening beban pokok penjualan atau secara langsung dipindahkan ke rekening ikhtisar laba rugi. Selisih biaya overhead pabrik ditutup ke rekening harga pokok penjualan ataukah ke rekening ikhtisar laba rugi tergantung apakah manajemen menganggap sebagai suatu selisih biaya pabrik ataukah biaya manajemen. Apabila selisih biaya overhead pabrik ditutup ke rekening bebanpokok penjualan, maka selisih tersebut akan tampak dalam laporan beban pokok penjualan seperti berikut.
In reply to First post
by 170910200025 Via Dwihardiani -
Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses , Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan . Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan . Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
In reply to First post
by 170910200007 Siti Susanti -
Menurut Saya, Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai. Metode perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik ini seringkali digunakan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih itu sendiri.
In reply to First post
by 170910200005 Yeni Fitri Fujiyanti -
Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya-biaya produksi yang lain yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasikan atau dibebankan secara langsung pada pesanan tertentu atau produk tertentu.
Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.
Setelah pesanan akan produk selesai dan jumlah biaya overhead pabrik dapat ditentukan maka jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dapat dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya untuk penentuan selisih pembebanan biaya overhead pabrik.
Setiap final bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik bahwasanya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits.
Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan diberikutnya
Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada final tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan lantaran kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak bekerjasama dengan efisiensi operasi menyerupai lantaran perubahan harga materi penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak eksklusif maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan
In reply to First post
by KARINA Karina Mustika Saeful -
Setiap final bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik bahwasanya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan diberikutnya. Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada final tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan lantaran kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak bekerjasama dengan efisiensi operasi menyerupai lantaran perubahan harga materi penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak eksklusif maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang tiruanla meliputi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan menurut taksiran dan diadaptasi menjadi biaya overhead pabrik yang bahwasanya terjadi.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan lantaran ketidakefisienan pabrik atau aktivitas perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang besar lengan berkuasa untuk menaikkan harga pokok persediaan spesialuntuk lantaran ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
In reply to First post
by 170910200011 Rima Alami -
Assalamu'alaikum Ibu, izin menjawab menurut beberapa sumber yang telah saya dapat dan fahami, Beban Overhead atau disebut dengan BOP ada 3 jenis penggolongannya :
1. Penggolongan BOP berdasarkan sifatnya.
2. Menurut perilaku dalam hubungan dengan perubahan volume kegiatannya.
3. Penggolongan BOP menurut hubungan dari masing-masing bentuknya.
Dalam hal ini, menurut saya yang dapat kita lihat bahwa pembahasannya mengarah kepada point nomor 2, yakni jika BOP dibebankan atas dasar BOP sesungguhnya, maka harga pokok produk pe satuan akan berubah-ubah. Dari hal tersebut muncul beberapa perlakuan atau sebabnya yaitu :
- Perubahan tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan.
- Perubahan tingkat efisien produksi.
- Adanya BOP tertentu sering terjadi secara teratu pada waktu tertentu.
Ketiga hal tersebut dipengaruhi oleh adanya sesilih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan.
Terimakasih.

Sumber :
▪︎http://web-suplemen.ut.ac.id/ekma4314/ekma4314a/isi2_2c.htm
▪︎https://repository.dinus.ac.id
In reply to First post
by 170910200022 Redhytta Putri Wulandari -
Bagaimana cara perlakuan pada selisih tersebut?
cara perlakuannya yaituu, pada tiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. kemudian rekening selisih biaya overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan.
ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.

Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut.
1. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi, maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening" Persediaan produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
2. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan.
In reply to First post
by 170910190024 Hafingatul Mungawanah -
perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam perhitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi (seperti misalnya karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung) maka selisih tersebut dibagi rata dalam rekening-rekening persediaan produk dalam proses, persediaan produk jadi, dan harga pokok penjualan. sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran, disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya. jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagi pengurang atau penambah rekening harga pokok penjualan. tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidakefisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
selain itu sebagaimana dicantumkan dalam ppt bahwa di akhir periode selisih antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan harus diakui. jika jumlahnya tidak signifikan dapat ditutup ke akun beban pokok penjualan. adapun cara untuk menutup akun biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan akun biaya overhead pabrik yang dibebankan yaitu:
1. menutup akun biaya overhead pabrik yang dibebankan
2. menutup varian biaya overhead pabrik overapplied atau underapplied.

sumber: Drs. Mulyadi, Msc. Akuntansi Biaya, edisi 5
In reply to First post
by 170910200023 Delia Nurul Nuraeni -
Setelah saya membaca dan mempelajari beberapa sumber, maka menurut saya hal pertama yang kita lakukan adalah menganalisis selisih yang timbul. Selisih BOP yang timbul akan dianalisis kedalam 2 macam selisih yaitu :
a. Selisih anggaran
Selisih anggaran adalah selisih yang disebabkan oleh perbedaan antara BOP sesungguhnya dibandingkan budget BOP pada kapasitas sesungguhnya. Selisih anggaran dapat pula dihitung dari perbedaan BOP variabel sesungguhnya dibandingkan dengan budget BOP variabel pada kapasitas sesungguhnya. Apabila BOP sesungguhnya lebih besar dibandingkan dengan fleksibel budget pada kapasitas sesungguhnya, maka selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan. Sebaliknya apabila biaya overhead paabrik sesungguhnya lebih kecil maka selisih anggaran bersifat menguntungkan.
b. Selisih Kapasitas
Selisih kapasitas berhubungan dengan BOP tetap yang disebabkan kapasitas sesungguhnya yang dicapai lebih kecil dibandingkan kapasitas yang dipakai untuk menghitung tarip.
Adapun perlakuan terhadap beberapa macam selisih yang timbul yaitu :
a. Jika Selisih BOP disebabkan karena selisih anggaran.
Selisih BOP dibebankan kembali ke dalam rekening persediaan produk dalam proses persediaan produk selesai dan harga pokok penjualan.
Jurnal yang dibuat jika selisih menguntungkan adalah mendebitkan selisih BOP dan mengkreditkan persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai dan harga pokok penjualan. Apabila selisih bersifat tidak menguntungkan maka jurnal yang dibuat adalah mendebitkan persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai dan harga pokok penjualan, dan mengkreditkan selisih BOP
b. Jika Selisih BOP disebabkan karena selisih kapasitas
Selisih BOP diperlakukan langsung ke dalam elemen rugi laba.
Jurnal yang dibuat apabila selisih menguntungkan adalah Selisih BOP di debit dan rugi-laba di kredit, rugi-laba didebit dan laba yang ditahan dikredit.
Jurnal yang dibuat apabila selisih bersifat tidak mengutungkan yaitu rugi-laba didebit dan selisih BOP dikredit, laba yang ditahan didebit dan rugi-laba dikredit.
In reply to First post
by 170910200001 Hindun Siva Afriani -
Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Setelah pesanan produk selesai dan jumlah biaya overhead pabrik ditentukan maka jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dapat dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya untuk penentuan selisih pembebanan biaya overhead pabrik. Jika terjadi selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan maka diperlakukan dalam setiap bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan serta dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik.

Sumber : https://text-id.123dok.com/document/4zpdv25vz-penentuan-dan-perlakuan-selisih-biaya-overhead-pabrik.html dan
https://www.dictio.id/t/bagaimana-perlakuan-terhadap-selisih-biaya-overhead-pabrik/14081
In reply to First post
by 170610180143 NOVI INDRIYANI -
Apabila terjadi selisih antara biaya overhead sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan maka rekening biaya overhead pabrik yang dibebankan ditutup kedalam rekening biaya ovehead pabrik yang sesungguhnya kemudian di pindahkan kedalam rekening selisih biaya overhead pabrik (setiap bulan). Perilaku terhadap selisih biaya overhead pabrik (BOP) tergantung dari penyebab terjadinya selisih biaya tersebut. jika disebabkan karena adanya kesalahan perhitungan maupun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan operasi maka selisih tersebut dibagi rata kedalam rekening persediaan barang dalam proses (BDP), persediaan barang jadi dan Harga pokok penjualan (HPP). akibatnya, harga pokok produksi yang awalnya merupakan biaya overhead pabrik yang diperhitungkan melalui taksiran disesuaikan menjadi BOP yang sesungguhnya terjadi. Sementara itu, jika selisih BOP disebabkan karena adanya ketidakefisienan operasional pabrik maka diperlakukan sebagai penambah maupun pengurang pada rekening HPP (Harga Pokok Penjualan).
In reply to First post
by 170910190028 Annisa Nurhasanah -
Izin menjawab ibu,
Terdapat perbedaan antara BOP yang sesungguhnya dengan BOP yang dibebankan. BOP sesungguhnya merupakan pengeluaran overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dan saldo normal di debit sedangkan BOP yang dibebankan merupakan biaya overhead pabrik yang diperkirakan dengan saldo normal kredit.

Sehingga apabila terjadi selisih antara biaya overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan dalam penyelesaiannya balik dari alasan terjadinya selisih tersebut. Jika perbedaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam perhitungan rasio biaya keseluruhan pabrik atau karena keadaan yang tidak terikat dengan efesiensi operasional, seperti perubahan biaya bahan penolong dan tarif TKTL (tenaga kerja tidak langsung), selisih ini dibagi rata ke dalam akun-akun Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Oleh karena itu, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.

Dan jika perbedaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam menghitung tarif overhead pabrik, atau situasi yang
tidak terkait dengan efisiensi operasional, seperti perubahan biaya bahan pembantu dan tenaga kerja tidak langsung, maka selisihnya dibagi rata di antara persediaan barang dalam proses. , persediaan barang jadi, dan akun harga pokok penjualan. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan oleh inefisiensi pabrik atau operasi bisnis yang berada di atas atau di bawah kapasitas normal, selisih tersebut harus diperlakukan sebagai kenaikan atau penurunan dalam akun Harga Pokok Penjualan barang.
In reply to First post
.
by 170610180008 Lela Patmasari -
Perlakuan untuk selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk atas tarif yang ditentukan di muka dengan biaya overhead pabrik yang sebenarnya terjadi biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan, dalam tahun berjalan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dalam rekening biaya overhead pabrik sebenarnya. Jika perlakuan terhadap selisih harga pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih biaya tersebut pada biaya overhead pabrik. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam perhitungan tarif biaya overhead dibebankan dengan biaya overhead sesungguhnya maka selisih tersebut dibagi rata dalam persediaan produk dalam proses,persediaan produk jadi dan harga pokok penjualan.
In reply to First post
by 170610180116 INDRI HAPIDA SARI -
Ketika selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan terjadi, selisih tersebut harus diakui. Untuk perlakuannya dapat disesuaikan dengan lebih atau kurang pembebanannya. Jika jumlah selisih tersebut tidak signifikan, maka perlakuannya dengan menutup selisih tsb ke akun Beban Pokok Penjualan dengan menutup akun BOP yang dibebankan, atau menutup varian BOP over applied atau under applied.
In reply to First post
by 170910200004 Dikdik Anggara -
Hal pertama yang harus dilakukan jika ada selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan maka selisih tersebut haruslah diakui. tetapi jika jumlah selisih tersebut tidak signifikan maka dapat ditutup ke akun beban pokok penjualan.

Contohnya jika ada biaya overhead pabrik yang underapplied maka dapat dicatat dengan menuliskan beban pokok penjualan pada debet dan biaya overhead pabrik pada kredit
In reply to First post
by 170910200008 Resti Fauzi -
Perlakuan terhadap selisih BOP, Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.
Jika karena kesalahan dalam penghitungan tarif BOP, atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi. Maka, selisih dibagi rata ke dalam rekening Persediaan Barang Dalam Proses, Persediaan Barang Jadi dan Harga Pokok Penjualan.
Jika disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal. Maka, selisih diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan.
Namun demikian perlakuan selisih sebagai pengurang atau penambah HPP seringkali digunakan oleh perusahaan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih karena:
- Manajemen tidak pernah mencoba menentukan penyebab terjadinya selisih BOP
- Jumlah selisih relatif kecil bila dibandingkan dengan saldo rekening-rekening yang akan dibebani dengan pembagian selisih tersebut.
- Saldo rekening BDP dan Barang Jadi biasanya relatif kecil bila dibandingkan dengan HPP.
In reply to First post
by 170910200014 INDAH RAHMAYANTI DASUHA -
Pengertian biaya overhead pabrik adalah selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung (pajak, bahan tambahan, fasilitas tambahan dalam proses produksi, serta perawatan mesin)
Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang/lebih dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. BOP sendiri dicantumkan kedalam beban yang ditangguhkan dengan alasan selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi pada bulan yang lain.
Perlakuan biaya overhead pabrik tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut jika selisih tersebut terjadi karena kesalahan dalam perhitungan tarif atau keadaan yang tidak berhubungan dengan proses operasi maka rekening tersebut dibagai rata dalam persediaan produk dan harga pokok penjualan yang beakibat yang awalnya berisi biaya overhead pabrik disesuaikan dengan biaya overhead pabrik yang sebenarnya
Jika disebabkan karena ketidakefisienan pabrik maka selisih tersebut diperlakukan sebagai pengurang atau penambah harga pokok penjualan.
In reply to First post
by 170610180136 RIKA NADIYANTI -
Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya-biaya produksi yang lain yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasikan atau dibebankan secara langsung pada pesanan tertentu atau produk tertentu.
Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
In reply to First post
by 170910200017 Aldi Bagas Herlambang -
Selisih biaya overhead pabrik merupakan selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan. Selisih biaya overhead pabrik akan diperlakukan menambah atau mengurangi harga pokok penjualan. Jika terjadi selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan maka selisih tersebut harus diakui. Jika jumlahnya tidak signifikan dapat ditutup ke akun beban pokok penjualan. Terdapat dua cara untuk menutup akun biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan akun biaya overhead pabrik yang dibebankan, yaitu menutup akun biaya overhead pabrik yang dibebankan dan menutup varian biaya overhead pabrik overapplied atau underapplied. Menurut Mulyadi (2005), perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening persediaan produk dalam proses, persediaan produk jadi, dan harga pokok penjualan. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan diatas atau dibawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening harga pokok penjualan.
sumber : PPT Materi & https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/29686
In reply to First post
by 170610180129 TIYAR SURIZKI -
Biaya overhead pabrik sesungguhnya merupakan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Biaya overhead pabrik dibebankan merupakan biaya overhead pabrik yang dibebankan ke setiap pekerjaan yang dipesan oleh pelanggan.

Jika terjadi selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik dibebankan maka selisih tersebut harus diakui pada akhir periode. Perlakuan akan terjadi jika terdapat biaya overhead yang lebih atau kurang (selisih) pada pembebanannya. Jika jumlah selisih tidak signifikan maka dapat menutup selisih tersebut ke akun beban pokok penjualan.

Terdapat dua cara untuk menutup akun biaya overhead pabrik sesungguhnya dan akun biaya overhead pabrik dibebankan yaitu:
Pertama, menutup akun biaya overhead pabrik yang dibebankan
Kedua, menutup varian biaya overhead pabrik overapplied atau underapplied
In reply to First post
by 170910190017 Siti Hafshah Muzdalifah -
Selamat siang bu, izin menjawab, perkenalkan saya Siti Hafshah NPM 170910190017, dari apa yang saya baca di PPT Materi yang ibu berikan, biaya overhead pabrik adalah biaya yang sesungguhnya terjadi sedangkan biaya overhead pabrik yang dibebankan adalah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke setiap pekerjaan yang dipesan oleh pelanggan. Jika terjadi selisih diantara keduanya maka harus diakui atau ditulis, jika jumlahnya tidak signifikan maka harus ditutup ke akun beban pokok penjualan. Setelah saya mencari lebih jauh di website lain, Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai. sekian dari saya, Bu, terima kasih.
In reply to First post
Re: Diskusi 2
by 170910200010 Fadia Annisa Putri -

perlakuan selisih antara biaya overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan tergantung pada penyebabnya. Pertama, karena kesalahan dalam perhitungan tarif overhead atau kondisi yang tidak ada hubungannya dengan efisiensi operasi, maka selisih tersebut didistribusikan secara merata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses, persediaan produk jadi dan harga pokok penjualan. Kedua, jika selisih tersebut disebabkan karena ketidakefisienan pabrik, maka selisih harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening harga pokok penjualan.

sumber: https://manajemenkeuangan.net/biaya-overhead-pabrik/

In reply to First post
by 170910190037 Nida Inayah Fuziyanti -
Perlakuan terhadap selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan dibedakan menjadi 2 berdasarkan penyebab terjadinya selisih tersebut.
Pertama disebabkan oleh kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik maka selisih tersebut akan dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan.
Dan yang kedua adalah disebabkan oleh ketidakefisienan pabrik atau aktivitas perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang besar lengan berkuasa untuk menaikkan harga pokok persediaan spesialuntuk lantaran ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai
In reply to First post
by 170910200002 Nathasya Femi Ekarista -
- Overhead adalah biaya manufaktur yang terdiri dari biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung (gaji), dan biaya lainnya yang dikeluarkan untuk kepentingan operasional pabrik, seperti biaya depresiasi mesin dan gedung, biaya utilitas pabrik, dan lain-lain. Sifat dari biaya overhead sebagian besar bersifat periodik dan semivariabel, sehingga biaya overhead secara tepat agak sulit untuk dialokasikan langsung ke nilai produk yang diproduksi (cost of goods sold).
- Dalam akuntansi job order costing, di mana total biaya produksi akan diperhitungan untuk setiap pesanan secara terpisah. Karena proses perhitungan nilai produk dan akuntansi disesuaikan dengan periode selesainya suatu pesanan bukan secara periodik, maka adanya akun yang disebut “Overhead dibebankan”.
Overhead dibebankan adalah biaya overhead yang diperhitungkan dengan tarif yang ditentukan oleh manajemen, berdasarkan pertimbangan bahwa tarif dan aktivitas tersebut paling menggambarkan overhead yang sesungguhnya. HPP (cost of goods sold) produk akan dihitung berdasarkan biaya bahan baku, upah tenaga kerja langsung, dan overhead dibebankan.
- Setiap akhir periode, manajemen akan membandingkan jumlah overhead dibebankan dengan jumlah overhead yang sesungguhnya pada periode tersebut. Saat ada selisih di antara keduanya, maka ada 2 keadaan yang tercipta :
1. Saat overhead dibebankan > overhead sesungguhnya
Disebut overstatement karena jumlah overhead yang diakui lebih besar dari yang seharusnya. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan penyesuaian sebagai berikut :
Dr. Overhead dibebankan xxx -
Cr. HPP - xxx
Adanya pengurangan HPP mengindikasikan adanya peningkatan laba kotor di laporan laba rugi.
2. Saat overhead dibebankan < overhead sesungguhnya
Disebut understatement karena jumlah overhead yang diakui lebih kecil dari yang seharusnya. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan penyesuaian sebagai berikut :
Dr. HPP xxx -
Cr. Overhead dibebankan - xxx
Adanya penambahan HPP karena biaya produksi seharusnya lebih besar dibandingkan sebelumnya saat menghitung dengan overhead dibebankan. Sehingga mengindikasikan adanya penurunan laba kotor di laporan laba rugi.
In reply to First post
by 170610180119 FITRI AULIA -
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya adalah biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dilapangan, dan biaya overhead yg dibebankan merupakan biaya overhead pabrik yg dibebankan ke setiap pekerjaan yg dipesan oleh pelanggan. Jumlah biaya overhead pabrik sesungguhnya dapat berbeda setiap bulan. Pada akhir periode, jika terjadi selisih antara biaya overhead sesungguhnya dan biaya overhead yg dibebankan itu harus diakui dan jika jumlahnya tidak signifikan dapat ditutup ke akun beban pokok penjualan. Berdasarkan power point yang telah saya baca, terdapat dua cara untuk menutup akun biaya overhead sesungguhnya dan overhead dibebankan; pertama, menutup akun biaya overhead pabrik yang dibebankan, Biaya over head pabrik yg dibebankan (D) dan Biaya Overhead pabrik (K) dan kedua menutup varian biaya overhead pabrik overapplied atau underapplied, beban pokok penjualan (D), Biaya overhead pabrik (K). jika BOP sesungguhnya lebih besar dari BOP dibebankan disebut underapplied factory overhead yang sifatnya tidak menguntungkan sebaliknya bila biaya dibebankan lebih besar maka disebut overapplied factory overhead yang sifatnya menguntungkan atau laba.
In reply to First post
by 170910200006 Alvi Widia Ningsih -
Setiap akhir bulan biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan berikutnya.

Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
Metode perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik ini seringkali digunakan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih itu sendiri dengan alasan sebagai berikut:
* Manajemen tidak pernah mencoba menentukan penyebab terjadinya selisih biaya overhead pabrik
* Jumlah selisih tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan saldo rekening-rekening yang akan dibebani dengan pembagian selisih tersebut.
* Saldo rekening-rekening Barang Dalam Proses dan Persediaan Produk Jadi biasanya relatif kecil bila dibandingkan dengan Harga Pokok Penjualan.
In reply to First post
by 170910200015 Devina Ulima Nathania Tamba -
Overhead Sesungguhnya adalah biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi, dimana biaya tersebut termasuk ke dalam periode produksi barang dan digunakan ketika menghitung harga pokok produk yang bersangkutan, sedangkan Overhead dibebankan adalah biaya overhead pabrik yang diperkirakan, atau tarifnya telah ditentukan perusahaan. Overhead dibebankan digunakan ketika menghitung biaya produksi yang digunakan pada periode tertentu dan dibebankan ke setiap pekerjaan yang dipesan oleh pelanggan.

Dalam konteks tersebut, jika terjadi selisih antara overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan, perlakuan yang akan diberikan adalah mengakui selisih antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan pada akhir periode, dengan catatan bila terjadi ketidak signifikan jumlah maka dapat ditutup ke akun Beban Pokok Penjualan.

Biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya overhead pabrik. Rekening Selisih Biaya Overhead pabrik disisipkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan (deferred charges) atau deferred credits. Hal ini dilatarbelakangi oleh pernyataan bahwa selisih biaya overhead pabrik yang terjadi dalam bulan tertentu akan diimbangi dengan selisih biaya overhead pabrik pada bulan selanjutnya.

Pada dasarnya, perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab dasar terjadinya selisih tersebut. Jika selisihnya disebabkan oleh adanya kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan yang tidak berkorelasi dengan efisiensi operasi (cth: perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung) maka selisih tersebut akan dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan berubah menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.

Jika selisih biaya yang didapatkan dilatarbelakangi oleh ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan yang berada di bawah ataupun di atas kapasitas normal maka selisih tersebut akan diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan.

Untuk menutup akun tersebut, dapat menggunakan 2 cara, yaitu :
Menutup akun Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan ke biaya overhead pabrik sesungguhnya.
Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan akan berada di sisi debit, dan pada sisi kredit terdapat akun Biaya Overhead Pabrik.
Menutup varian biaya overhead pabrik overapplied atau underapplied.
- Apabila biaya overhead sesungguhnya lebih besar dibanding biaya overhead dibebankan (selisih tidak menguntungkan atau unfavorable variance atau under applied factory overhead), maka Selisih biaya overhead pabrik berada pada sisi debit dan Biaya overhead pabrik sesungguhnya berada di sisi kredit.
- Apabila biaya overhead sesungguhnya lebih kecil dibanding biaya overhead dibebankan (selisih menguntungkan atau favorable variance atau over applied factory overhead), maka Biaya overhead sesungguhnya berada pada sisi debit dan Selisih biaya overhead pabrik berada di sisi kredit.

Sumber : PPT Materi Metode Harga Pokok Pesanan, https://www.coursehero.com/file/59057832/BOP-Dibebankan-BOP-yang-sesungguhnyadocx/ , http://web-suplemen.ut.ac.id/ekma4315/ekma4315a/fmenu2c.htm , https://www.dictio.id/t/bagaimana-perlakuan-terhadap-selisih-biaya-overhead-pabrik/14081 .
In reply to First post
by 170910200024 AUDINA AFRIANI -
Dalam menghitung selisih BOP, harus membandingkan antara BOP sesungguhnya dengan BOP yang dibebankan. Biaya Overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang sesungguhnya. Selisih BOP akan timbul apabila BOP yang dibebankan berbeda dengan BOP yang sesungguhnya terjadi.
Jika BOP sesungguhnya lebih besar dari BOP dibebankan disebut underapplied factory overhead yang sifatnya tidak menguntungkan atau terjadi jika jumlah BOP yang dibebankan lebih kecil dari BOP yang sesungguhnya terjadi. sebaliknya bila biaya dibebankan lebih besar maka disebut overapplied factory overhead yang sifatnya menguntungkan atau laba dan terjadi jika jumlah BOP yang dibebankan lebih besar dari BOP yang sesungguhnya terjadi.
Ada dua cara perlakuan terhadap selisih BOP :
a) Selisih BOP disebabkan karena selisih anggaran.
Selisih BOP dibebankan kembali ke dalam rekening persediaan produk dalam proses persediaan produk selesai dan harga pokok penjualan.

Jurnal yang dibuat apabila selisih menguntungkan adalah :
Selisih BOP XXX
Persediaan Produk dalam Proses XXX
Persediaan Produk Selesai XXX
Harga Pokok Penjualan XXX

Jurnal yang dibuat apabila sifatnya tidak menguntungkan :
Persediaan Produk dalam Proses XXX
Persediaan produk Selesai XXX
Harga Pokok Penjualan XXX
Selisih BOP XXX

b) Selisih BOP disebabkan karena selisih kapasitas
Selisih BOP diperlakukan langsung ke dalam elemen rugi laba.

Jurnal yang dibuat apabila selisih BOP menguntungkan :
Selisih BOP XXX
Rugi-Laba XXX
Rugi-Laba XXX
Laba yang ditahan XXX

Jurnal yang dibuat apabila BOP sifatnya tidak menguntungkan :
Rugi-Laba XXX
Selisih BOP XXX
Laba yang ditahan XXX
Rugi-Laba XXX

Sumber Referensi:
Analisis Biaya Overhead Pabrik | My World (wordpress.com)
https://datakata.wordpress.com/2014/12/26/analisis-biaya-overhead-pabrik/
In reply to First post
by 170910190019 Wahyu Pratama -
Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.
In reply to First post
by 170910200016 GUNTUR PUTRA RAMADHAN -
Jika selisih terjadi disebabkan oleh kesalahan penghitungan tarif biaya overhead pabrik, atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti dikarenakan perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening Persediaan Barang dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Jika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai penambah atau pengurang rekening Harga Pokok Penjualan.

https://text-id.123dok.com
In reply to First post
by 170910200013 RADITIA FAJRI RUSDIANA -
Menurut sumber yang telah saya baca, perlakuan terhadap hal tersebut dapat terjadi tergantung pada penyebabnya itu sendiri. Perlakuannya sendiri dapat saya rincikan sebagai berikut :

1. Terjadi karena kesalahan dalam penghitungan tarif BOP atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi (Seperti karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung)
Maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam Rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi BOP yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi BOP yang sesungguhnya terjadi.

2. Terjadi karena ketidakefisienan pabrik atau kegiatan perusahaan di atas atau di bawah kapasitas normal
Maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah Rekening HPP. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga pokok persediaan hanya karena ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.

Sumber:
https://www.dictio.id/t/bagaimana-perlakuan-terhadap-selisih-biaya-overhead-pabrik/14081/2
In reply to First post
by 170910200020 REFKA APRIALDA FAUZIAN -
Perlakuan terhadap selisih antara biaya overhead sesungguhnya dengan overhead dibebankan, tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan oleh kesalahan pada penghitungan tarif biaya overhead, atau keadaan-keadaan yang tidak bekerjasama dengan efisiensi operasi menyerupai lantaran perubahan harga materi penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak eksklusif maka selisih tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang tiruanla meliputi biaya overhead yang diperhitungkan menurut taksiran dan diadaptasi menjadi biaya overhead yang bahwasanya terjadi. Sedangkan Jika selisih biaya overhead disebabkan lantaran ketidakefisienan atau aktivitas perusahaan, maka selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening Harga Pokok Penjualan. Tidak ada alasan yang besar lengan berkuasa untuk menaikkan harga pokok persediaan spesialuntuk lantaran ketidak-efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai.