Skip to main content
You are not enrolled in any courses.

Course overview
List of all available courses
Completion requirements
Due: Friday, 15 October 2021, 11:59 PM
Diskusi Pertemuan 7
Number of replies: 33

Jelaskan perbedaan perhitungan hpp menggunakan metode variable costing & full costing? Serta sebutkan hal yang membuat perbedaan  hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing?

In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200002 Ghina Maharsi Rosalin -
Perhitungan HPP dengan menggunakan metode variable costing yaitu biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada Period Cost sehingga tidak melekat
pada persediaan, sedangkan perhitungan HPP dengan menggunakan metode full coasting yaitu sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. Perbedaan full coasting dan HPP variabel dapat ditinjau dari segi penggolongan biaya di dalam laporan laba rugi, struktur atau susunan penyajian laporan laba rugi, serta besarnya laba bersih.
Hal yang membuat perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200012 Jeremia Gamylael -
1. Perhitungan Harga Pokok
Metode full costing menggunakan beban overhead yang jumlah biayanya tidak akan berubah walaupun terjadinya perubahan volume produksi, sedangkan metode variabel costing menggunakan beban overhead yang biayanya sebanding dengan volume produksinya.
2. Pelaporan pada Laporan Laba Rugi
Dalam metode full costing biaya overhead akan dilaporkan apabila produk sudah terjual, sedangkan metode variable costing biaya overhead akan tetap dilaporkan baik terjualnya produk atau tidak yang menyebabkan pos pendapatan perusahaan berkurang
3. Biaya per Periode
Dalam metode full costing biaya periode dianggap tidak memiliki hubungan dengan biaya produksi tetapi akan tetap mengurangi laba perusahaan, sedangkan metode variabel costing biaya periode ikut serta dibebankan ke dalam biaya produksi
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200019 Muhammad Adhya Fadillah -
-Penggolongan biaya variabel costing biaya digolongkan menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Namun penggolongan biaya full costing biaya digolongkan menjadi biaya produksi dan biaya non produksi
- penentuan hpp persediaan variabel costing adalah Biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan sedangkan full costing adalah Sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual.
-Perbedaan ini disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200032 Iwan Hot Pandapotan Samosir -
* Biaya Per Periode
Untuk metode full costing adanya biaya per periode akan dianggap sebagai biaya yang tidak berhubungan dengan biaya produksi, namun tetap akan mengurangi laba perusahaan. Sedangkan dalam metode variable cost ikut membebankan biaya dalam produksi.
* Memiliki Perbedaan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Metode full cost memakai beban overhead pabrik tetap serta variable, sedangkan perhitungan variable cost hanya menggunakan beban overhead variable saja
* Bagaimana pengaruh pada laporan keuangan?
Untuk menggunakan metode full cost biasanya biaya overhead akan dilaporkan ketika produk sudah terjual. Namun untuk metode variable costing akan dicatat baik itu produk terjual atau tidak, maka biaya overhead tetap dilaporkan. Sehingga jumlah pendapatan perusahaan terhitung tetap berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200022 Zahra Fairus -
full costing dan variable costing ini sama-sama berfungsi sebagai metode perhitungan atas suatu biaya produk. kedua hal itu mempunyai peran yang penting dalam perhitungan biaya dalam bisnis. namun terdapat perbedaan.
1. Jika menggunakan metode full costing maka biaya overhead akan dilaporkan dalam laporan keuangan saat produk sudah terjual, sedangkan untuk metode variable costing biaya overhead akan tetap dilaporkan dalam laporan keuangan.
2. untuk menghitung harga pokok, metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variabel, sedangkan pada metode variable costing hanya menghitung biaya overhead variabel.
Perbedaan ini dikarena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200025 Siti Vania Khoerunnisa -
perbedaan perhutungan hpp menggunakan metode variabel costing dan full costing adalah metode variable costing biaya overhead pabriknya tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan, sedangkan untunk biaya full costing Sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual.
perbadaan antara metode full costing dan variable costing dalam laporan laba rugi adalah metode jika menggunakan metode full costing, maka biaya overhead akan dilaporkan didalam laporan keuangan bila produk tersebut memang sudah terjual. Sedangkan untuk metode variable costing yang baik, terjual atau tidaknya suatu produk akan tetap dilaporkan didalam laporan keuangan, sehingga jumlah pendapatan perusahaan pun akan tetap berkurang. yang menyebabkan oerbedaan ini adalah dalam metode full costing biaya overhead mengalami penundaan jika produk belum terjual, tapi untuk variabel costing tetap dicantumkan walaupun belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190019 Ahmad Rhagib Fillah -
Perhitungan HPP dengan menggunakan metode variable costing yaitu biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada Period Cost sehingga tidak melekat
pada persediaan, sedangkan perhitungan HPP dengan menggunakan metode full coasting yaitu sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. Perbedaan full coasting dan HPP variabel dapat ditinjau dari segi penggolongan biaya di dalam laporan laba rugi, struktur atau susunan penyajian laporan laba rugi, serta besarnya laba bersih.
Hal yang membuat perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200020 Natashya Paulina Jovanka -
Sebelumnya metode variable costing ialah metode yang menetapkan biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan, sedangkan metode full costing ialah metode yang menetapkan sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. Perbedaan perhitungan HPP menggunakan metode variable costing dan full coating mencakup penggolongan biaya di dalam LAP rugi laba, struktur atau susunan penyajian LAP rugi laba, dan besarnya laba bersih. Pada metode variable costing biaya digolongkan berdasarkan pendekatan variabelitas (biaya tetap dan biaya variabel), dan pada metode full costing biaya digolongkan berdasarkan pendekatan fungsi (biaya produksi dan biaya non produksi).
Hal yang membuat perbedaan hasil pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan kedua metode tersebut ialah pada metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190021 Afina Zahrah Damayani -
Menurut saya perbedaan metode variabel costing dan full costing adalah dalam penentuan harga pokok produk, penentuan harga pokok persediaan, pengakuan period cost, pendekatan pengelompokkan biaya, penyajian laporan rugi atau laba. Variable costing hanya membebankan biaya manufaktur variabel ke produk sedangkan full costing membebankan semua biaya manufaktur pada produk termasuk overhead tetap.

Hal yang membuat perbedaan hasil dalam laporan laba rugi adalah jika menggunakan variable costing hasilnya biaya overhead pabrik tetap dimasukkan ke dalam pembebanan biaya period dan dibebankan seluruhnya walaupun produk belum laku terjual. Sedangkan jika menggunakan metode full costing sebagian biaya overhead pabrik masih melekat pada persediaan sampai produk yang dihasilkan laku terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200024 Aditya Alfiansyah -
1. biaya per periode

Untuk metode full costing, adanya biaya per periode akan dianggap sebagai biaya yang tidak berhubungan dengan biaya produksi, tapi tetap akan mengurangi laba perusahaan.

Sedangkan dalam metode variable cost ikut membebankan biaya dalam produksi.

2. Memiliki Perbedaan Perhitungan Harga Pokok Produksi

Dari perbedaan full costing dan variable costing untuk menghitung pokok produksinya bahwa terlihat metode full cost memakai beban overhead pabrik tetap serta variable.

Di sisi lain pada perhitungan variable cost hanya menggunakan beban overhead variable saja.

Namun, dalam biaya overhead pabrik itu sendiri adalah biaya produksi yang tidak berkaitan dengan bahan baku serta bahan tenaga kerja langsung.

Sedangkan dalam biaya overhead pabrik tetap merupakan biaya yang tidak berubah walaupun adanya perubahan pada volume produksi.

Maka dari itu, contoh biaya tetap ini adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bertujuan untuk membeli peralatan baru.

Di samping itu biaya overhead variable adalah biaya pabrik yang suka berubah dan tidak sebanding dengan volume kegiatannya, seperti contohnya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk tujuan pengemasan produk.

3. Pengaruh Laporan Keuangan Dalam Laporan Laba Rugi

Untuk menggunakan metode full cost biasanya biaya overhead akan dilaporkan ketika produk sudah terjual.

Namun, untuk metode variable costing akan dicatat baik itu produk terjual atau tidak. Oleh karena itu, biaya overhead tetap dilaporkan.

Sehingga jumlah pendapatan perusahaan terhitung tetap berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200021 Muhammad Zulfikar Ridho -
perbedaan pehitungan hpp dengan menggunakan metode full costing dengan costing adalah bahwa metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variable, sedangkan metode costing hanya menggunakan biaya overhead variable. sehingga dalam hal ini, jika metode full costing maka biaya overhead akan dilaporkan ketika produk sudah terjual dan dalam metode costing biaya overhead variable akan tetap dilaporkan saat pencatatan laporan keuangan.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti -
- Perbedaan yang terdapat antara metode variable costing dan full costing pada oenentuan HPP persediaan yaitu,Pada metode full costing sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laris terjual sedangkan pada variable costing biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan
-Perbedaan metode full costing danvariable costing pada laporan laba rugi yaitu,pada metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan dibebankan keseluruhannya meskipun produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200005 Indira Tasyifa Nurrahima -
1. Penentuan HPP dengan metode variable costing yaitu dengan tetap membebankan biaya overhead kepada period cost, sehingga tidak melekat pada persediaan, sedangkan penentuan HPP dengan metode full costing yaitu sebagian biaya overhead pabrik tetap melekat pada persediaan sampai produk laku terjual.
2. Perbedaan hasil laba dalam laporan laba/rugi bila menggunakan variable costing dan full casting, yaitu pada metode variable costing biaya overhead tetap dimasukan dalam pembebanan biaya period dan dibebankan seluruhnya walau produk belum terjual, sedangkan pada metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200017 Ghina Misrina Mardhotilah -
Letak perbedaan perhitungan hpp berdasar metode yang dipakai apakah metode variable costing atau full costing yaitu metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variabel yang tetap akan melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. Sedangkan metode variable costing hanya menghitung biaya overhead variable yang tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan. Lalu perbedaan dari keduanya yaitu metode full costing dapat memberikan data total biaya overhead yang komprehensif, cara ini dapat dilakukan ketika menunda biaya overhead di saat produk tersebut belum laku di pasaran. Sedangkan untuk metode variable costing digunakan ketika ingin merencanakan mendapat keuntungan dalam waktu yang singkat.
Yang menyebabkan perbedaan hasil laba dalam laporan laba rugi perusahaan yang menggunakan metode full costing dan variable costing karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran.
Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200013 Alisa zahra -
Perbedaan hitungan hpp menggunakan metode variabel costing & full costing yaitu, jika menggunakan metode variabel costing, biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan, sedangkan jika menggunakan metode full costing sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk tersebut laku terjual.
Perbedaan hasil laba/pendapatan dalam penyajian laporan laba rugi, yaitu terletak dalam penggolongan biaya dalam laporan laba/rugi, struktur atau susunan penyajian laporan laba/rugi, dan besarnya laba bersih.
Perbedaan jika menggunakan variable costing & full costing, yaitu menggunakan metode full costing biaya overhead akan dilaporkan dalam laporan keuangannya saat produk tersebut sudah laku terjual, jadi biaya overhead mengalami penundaan jika produk tersebut belum terjual. Sedangkan untuk metode variabel costing biaya overhead akan tetap dilaporkan dalam laporan keuangan, jadi dalam variabel costing akan dilaporkan meskipun produk belum ada yang terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200026 Difa Ghassani -
metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variabel, sedangkan pada metode variable costing hanya menghitung biaya overhead variabel.

Jika menggunakan metode full costing, maka biaya overhead akan dilaporkan didalam laporan keuangan bila produk tersebut memang sudah terjual. Sedangkan untuk metode variable costing yang baik, terjual atau tidaknya suatu produk akan tetap dilaporkan didalam laporan keuangan, sehingga jumlah pendapatan perusahaan pun akan tetap berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200015 SHAFA ANNISA PRIBADI -
Perhitungan hpp menggunakan metode Variable Costing adalah biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada period cost sehingga tidak melekat pada persediaan, sedangkan perhitungan hpp menggunakan metode Full Costing adalah sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. Perbedaan Variable Costing dan Full Costing dapat dilihat dari laporan laba atau pendapatan dalam laba rugi. Metode Variable Costing disebabkan karena biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual, sedangkan metode Full Costing disebababkan penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200016 Syifa Aulia Hafsari -
Kedua metode tersebut sama sama bisa digunakan untuk menghitung harga pokok produksi, tetapi terdapat perbedaan dari full costing dan variable costing:

- Memiliki Perbedaan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Full costing menggunakan beban overhead tetap yang berarti jumlah biayanya tidak akan berubah walaupun terjadi perubahan volume produksi, sedangkan variable costing menggunakan beban overhead variable yang jumlah biayanya akan sebanding dengan volume produksinya.

- Biaya Per Periode
Untuk metode full costing adanya biaya per periode akan dianggap sebagai biaya yang tidak berhubungan dengan biaya produksi, namun tetap akan mengurangi laba perusahaan. Sedangkan dalam metode variable cost ikut membebankan biaya dalam produksi.

- Hal yang membuat perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing:
Full costing dapat menunda pembebanan biaya overhead jika produk masih belum terjual dan biasanya biaya overhead akan dilaporkan ketika produk sudah terjual. . Sedangkan pada variabel costing, biaya overhead dapat dimasukan dalam pembebanan biaya dan di bebankan seluruhnya meskipun produk belum terjual. Untuk metode variable costing akan dicatat baik itu produk terjual atau tidak, maka biaya overhead tetap dilaporkan. Sehingga jumlah pendapatan perusahaan terhitung tetap berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200030 NADYA ALLYSSIA PUTRI -
perbedaan yang paling terlihat antara menggunakan metode variable costing dan metode full costing adalah pada metode full costing menggunakan beban overhead pabrik tetap dan variable. Sedangkan, variable costing hanya mengikutsertakan beban overhead variable saja. Beban overhead pabrik sendiri merupakan biaya produksi yang tidak termasuk dalam bahan baku dan beban tenaga kerja langsung.
perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi jika menggunakan metode full costing biaya overhead akan dilaporkan jika produk sudah terjual. Sedangkan, untuk metode variable costing baik produk terjual atau tidak maka biaya overhead akan tetap dilaporkan
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190006 Rizchika Ananda Putri -
perbedaan dalam perhitungan Hpp yaitu, kalau menggunakan metode variable costing BOP (Biaya Overhead Pabrik) akan tetap dibebankan kepada Period Cost(biaya periode)sehingga tidak melekat pada persediaan. lalu, kalau menggunakan metode full costing Sebagian BOP tetap melekat pada persediaan sampai produk laku terjual. jadi, elemen-elemen dari metode ini yang berbedanya hanya dari biaya overhead pabrik nya, kalau variable costing tidak ada biaya overhead tetap dan kalau yang full costing itu ada biaya overhead tetap nya.
untuk perbedaan hasilnya dibagian laba nya kalau di metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190013 R. Muhammad Alif Hidayatullah -

Menurut saya, pencarian HPP menggunakan Metode variable costing adalah metode penentuan harga pokok produksi dimana yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi, sementara untuk full costing Sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual, Biaya digolongkan menjadi biaya produksi dan biaya non produksi. perbedaan hasil apabila terdapat laba di metode full costing akan terdapat penundaan dalam beban biaya overhead jika product terjual. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut ditempatkan pada pembebanan biaya walaupun barang telah terjual ataupun belum.

In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200008 AULIA NURWAHIDA HERMAYADI PUTRI -
Full costing dan variable costing sama-sama digunakan untuk menghitung harga pokok produksi, meskipun tujuannya sama namun keduanya sebenarnya berbeda satu sama lainnya.
-Perbedaan dari proses perhitungannya terletak dengan pemakaian beban overhead. Beban overhead sendiri berarti biaya yang tidak termasuk biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja. Full costing menggunakan beban overhead tetap yang berarti jumlah biayanya tidak akan berubah walaupun terjadi perubahan volume produksi, sedangkan variable costing menggunakan beban overhead variable yang jumlah biayanya akan sebanding dengan volume produksinya.
Sesangkan yang membuat perbedaan hasil pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan, pada metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya periode dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190035 Teguh Putra Perkasa -
1. Perhitungan HPP dengan menggunakan metode variable costing yaitu biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada Period Cost sehingga tidak melekat
pada persediaan,
2. perhitungan HPP dengan menggunakan metode full coasting yaitu sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual.
Perbedaan antara full coasting dan HPP variabel dapat ditinjau dari segi penggolongan biaya di dalam laporan laba rugi, struktur atau susunan penyajian laporan laba rugi, serta besarnya laba bersih.
Hal yang membuat perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200001 Selvi Cahyani -
Perbedaan Perhitungan HPP Metode Variable Costing & Full Costing
1. Dalam perhitungan HPP penuh seluruh elemen biaya yang berkaitan dengan proses produksi dihitung, sedangkan dalam HPP variabel biaya overhead tetap yang mencakup biaya gaji non-produksi, pajak, dan administrasi tidak dihitung karena jumlahnya tidak berubah-ubah.
2. Pada HPP penuh, biaya overhead tetap masih diperhitungkan pada persedianaa hingga produk tersebut laku terjual, sedangkan dalam HPP variabel, biaya overhead tetap statusnya dibebankan pada biaya setiap periode sehingga tidak melekat pada persediaan.

Dalam laporan laba/rugi, perhitungan hpp full costing tetap menghitung biaya overhead pabrik pada produk yang tersedia hingga produk tersebut terjual. Dengan perhitungan hpp full costing, terdapat faktor dari biaya periode yang dapat membuat perbedaan dalam pendapatan perusahaan karena biaya periode mencakup biaya administrasi perusahaan yang dihitung setiap periodenya. Oleh karena itu, dalam laporan laba rugi menggunakan metode full costing, biaya periode tetap mengurangi pendapatan perusahaan.
Sementara itu, perhitungan menggunakan variabel costing, biaya overhead pabrik tetap akan dicatat dalam laporan laba rugi baik ketika produk sudah terjual ataupun tidak terjual. Biaya periode dalamm variabel costing terhubung dengan biaya produksi. Oleh karena itu, dalam pencatatan laporan laba rugi, variabel cost menghasilkan total laba/rugi yang berbeda karena terhubung dengan biaya produksi. Selain itu, variabel costing dapat berpengaruh untuk menentukan rencana (forecast) laba perusahaan.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200009 Afie Salman Rifaldi -
- Menurut saya, perbedaan perhitungan hpp menggunakan metode variable costing dan full costing adalah, dalam metode full costing semua biaya produksi baik yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap dianggap bagian dari harga pokok produksi. Sedangkan pada metode variable costing, biaya variabel dimasukkan hanya sesuai dengan periode penggunaannya misalnya untuk biaya overhead pabrik.
- Sedangkan dalam pelaporan laba rugi, metode full costing biaya overhead akan dilaporkan apabila produk sudah terjual sedangkan dalam metode variable costing biaya overhead akan tetap dicatat dan dilaporkan baik terjual atau tidaknya produk yang menyebabkan pos pendapatan perusahaan berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200004 Ali Izzatul Ihsan -
PERBEDAAN VARIABEL DAN FULL COSTING
-Aspek Harga Pokok Produk
Full Costing mempertimbangkan Elemen : Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga
Kerja, Biaya Overhead Variabel, Biaya Overhead Tetap
Variable Costing mempertimbangkan Elemen : Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga
Kerja, Biaya Overhead Variabel saja

-Aspek Penentuan Harga Pokok Persediaan
Full Costing biaya Overhead pabrik tetapnya akan tetap melekat sampai produk tersebut terjual
Variable Costing Overhead pabriknya melekat pada Period Cost,yang artinya tidak berpengaruh terhadap persediaan

-Aspek Pengakuan “Period Cost”
Kebalikan dari Penentuan Harga Pokok Persediaan

-Aspek Penggolongan Biaya
Full Costing lebih kearah pendekatan secara Fungsi apakah biaya itu Produksi/non Produksi
Variable Costing lebih kearah pendekatan Variabelitas apakah biaya tersebut Variabel/Tetap

-Aspek Penyajian Laporan Rugi / Laba
Dalam penyajian laporan R/L akan terlhat bahwa Full Costing akan menunjukan Laba yang lebih tinggi daripada Laporan R/L Variable Costing, dikarenakan apabila produk terebut belum terjual biaya yang ada (overhead pabrik tetap), belum dimasukan/ditunda untuk dimasukan kedalam laporan.Sedangkan pada Variable Costing,biaya overhead pabrik sudah dimasukan kedalam bagian Period Costnya
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200035 Dinda Tiara Sani -
Dalam perhitungan hpp metode variable costing menggunakan 3 elemen yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead variable lalu dalam Biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada Period Cost sehingga tidak melekat pada persediaan. Sedangkan Perhitungan hpp menggunakan metode full costing menggunakan 4 elemen dalam penghitungannya yaitu biaya overhead tetap, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead variable lalu dalam penentuan hpp persedian sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk laku terjual.
Hal yang membuat perbedaan hasil laba/pendapatan dalam laporan laba rugi perusahaan bila menggunakan variable costing & full costing yaitu dapat ditinjau dari segi penggolongan biaya didalam LAP rugi laba, struktur atau susunan penyajian LAP rugi laba, dan besarnya laba bersih. Dalam hasil perhitungan hasilnya terdapat perbedaan yang disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200031 ZIETA SOYA OCTAVIA -
Perbedaan perhitungan HPP
-Variabel costing biaya overhead pabrik tetap dibebankan terhadap periode cost sehingga tidak melekat pada persediaan.
-full costing sebagian biaya overhead pabrik masih melekat pada persediaan sampai produk laku.
Hal yang membuat perbedaan hasil laba/ pendapatan dalam laporan laba rugi
-variabel costing tetap memasukan biaya overhead pabrik ke dalam biaya period walaupun produk belum laku terjual sedangkan
-full costing adanya penundaan dalam biaya overhead tetap saat produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200014 BAYU PANGESTU ADJIE -
Perbedaan:
metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variabel, sedangkan pada metode variable costing hanya menghitung biaya overhead variabel. Istilah dari biaya overhead pabrik ini merupakan biaya produksi yang belum termasuk biaya bahan baku maupun biaya sumber daya manusia langsung, sedangkan biaya overhead pabrik tetap merupakan biaya yang tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume produksi.
Hal yg menjadi pembeda:
pada metode full costing, maka biaya overhead akan dilaporkan didalam laporan keuangan bila produk tersebut memang sudah terjual. Sedangkan untuk metode variable costing yang baik, terjual atau tidaknya suatu produk akan tetap dilaporkan didalam laporan keuangan, sehingga jumlah pendapatan perusahaan pun akan tetap berkurang.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190003 Era Swardhika Putriasari -
perbedaan perhitungan menggunakan variabel costing dan full costing ada pada penentuan harga pokok produk, penentuan harga pokok persediaan, pengakuan period cost, pendekatan pengelompokan biaya dan juga penyajian laporan laba/ rugi.

hal yang membuat perbedaan hasil laba / pendapatan dalam laporan laba rugi ialah, jika perhitungan hpp menggunakan metode variabel costing maka biaya overhead pabrik tetap dibebankan pada periode cost sehingga tidak melekat pada persediaan. kemudian jika perhitungan hpp menggunakan full costing maka sebagian biaya overhead pabrik tetap masih melekat pada persediaan sampai produk terjual.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200033 Isak Valentino Ayowembun -
1. Metode Variable Costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel kedalam harga pokok produksi. Unsur biaya variable costing adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.
2.Metode full costing
merupakan metode perhitungan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya
produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap maupun variabel sehingga metode full
costing juga disebut absorption costing (biaya serapan)
3. Perbedaan ini dikarena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304190022 May Juwita Hutauruk -
Dari perbedaan full costing dan variable costing untuk menghitung pokok produksinya bahwa terlihat metode full cost memakai beban overhead pabrik tetap serta variable. Di sisi lain pada perhitungan variable cost hanya menggunakan beban overhead variable saja. Namun dalam biaya overhead pabrik itu sendiri adalah biaya produksi yang tidak berkaitan dengan bahan baku serta bahan tenaga kerja langsung.
Sedangkan dalam biaya overhead pabrik tetap merupakan biaya yang tidak berubah walaupun adanya perubahan pada volume produksi. Maka dari itu contoh biaya tetap ini adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bertujuan untuk membeli peralatan baru.
Di samping itu, biaya overhead variable adalah biaya pabrik yang suka berubah dan tidak sebanding dengan volume kegiatannya, seperti contohnya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk tujuan pengemasan produk. 
Adapun perbedaan hasil apabila terdapat laba di metode full costing akan terdapat penundaan dalam beban biaya overhead jika product terjual. Sedangkan pada variable costing biaya overhead tetap tersebut ditempatkan pada pembebanan biaya walaupun barang telah terjual ataupun belum.
In reply to First post
Re: Diskusi Pertemuan 7
by 170304200034 Yonanda Cahya -
Variable costing, Hanya membebankan biaya manufaktur/produk variabel ke produk. Full costing, membebankan semua biaya manufaktur/produk pada produk, termasuk overhead tetap. Perbedaan ini disebabkan karena dalam metode full costing terdapat penundaan dalam beban biaya overhead tetap saat produk belum laku dijual di pasaran. Sedangkan dalam variable costing biaya overhead tetap tersebut dimasukan dalam pembebanan biaya period dan di bebankan seluruhnya walau produk belum terjual.

Jadi, untuk menghitung harga pokok produksi di sebuah perusahaan, perbedaan antara keduanya adalah jika metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik tetap dan variabel, sedangkan pada metode variable costing hanya menghitung biaya overhead variabel.