Skip to main content
You are not enrolled in any courses.

Course overview
List of all available courses

resume Seminar

resume Seminar
by 199106042018093001 Nur Khoirullah -
Number of replies: 21

  • Silahkan ikuti seminar/webinar yang ada sukai
  • boleh ikuti seminar manacita pembangunan IKN
  • resume seminar tersebut 
  • kaitkan dengan mata kuliah pengantar desain dan rekayasa (gunakan konsep need, know, how, solve)
  • anda dapat mengikuti seminar lain yang ada di youtube/tedex, dst. (cantumkan link yang anda ikuti)
  • jangan lupa screenshoot seminar yang anda ikuti

In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210049 RESTU BRIAN -
Seminar Strategi Pengelolaan Hutan untuk Adaptasi dan Mitigasi Pengelolaan Iklim. https://youtu.be/2oVJAUvqSyM

Need :
upaya pengelolaan hutan dan mitigasi perubahan iklim.

Know :
-indonesia memiliki lahan gambut terbesar di dunia dan banyak yang rusak.
- kondisi hutan berpengaruh terhadap kondisi iklim.

How :
- peningkatan emisi karbon karena berkurangnya lahan gambut di hutan

Solve
- restorasi laham gambut
- Adanya kebijakan dari pemerintah mengenai rehabilitasi hutan
In reply to 270110210049 RESTU BRIAN
Resume Roadshow, Seminar, dan Talkshow Y20 Indonesia Universitas Padjadjaran BEM KEMA UNPAD x Y20 " Scarity of Clean Water: How Should Youth and Local Communities Act ? "
by 270110210046 MOCHAMAD KAMAL KATULISTIWA -

Roadshow, Seminar, dan Talkshow Y20 Indonesia Universitas Padjadjaran BEM KEMA UNPAD x Y20 " Scarity of Clean Water: How Should Youth and Local Communities Act ? "

Pelaksanaan: 
Hari/Tanggal: Selasa/25 Oktober 2022
Pukul: 15:00 - selesai
Lokasi: Auditorium Bale Santika Universitas Padjadjaran
Pemateri:  - Dr. KeuKeu Kaniawati Rosada, M.Si. (Dosen Departemen Biologi FMIPA Unpad
                    - Nicole Accalia Angriawan (Sustainable adn Livable Planet Track Officer Y20 Indonesia 2022)
                    - Malika Ilma Kautsar (Kepala Departemen Lingkungan Hidup BEM Kema Unpad 2022)

                   

Resume:
Society of Clean Water: How Should Youth and Local Communities Act?

Wilayah Bumi ini 71,6% diantaranya adalah air. Dari wilayah air tersebut, 99% merupakan air laut, dan hanya 0,003% air di bumi ini yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidup manusia. Seorang manusia rata-rata memerlukan air sebanyak 35 liter, namun dari sekian banyak manusia, hanya sedikit yang dapat memenuhi kebutuhan air bagi kebutuhannya. Di Indonesia saja, hanya 20% masyarakat yang dapat mengakses air bersih karena sumber-sumber air bersih, khususnya di Indonesia banyak yang telah tercemar, baik oleh limbah industri, atau bahkan limbah feses. 
Banyak dampak yang dapat dirasakan, diantaranya yaitu konsumsi air yang tercemar dapat menyebabkan terjadinya stunting, serta berbagai penyakit seperti diare. 

Maka dari itu, untuk menanggulangi dan mengurangi hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, diantaranya yaitu dengan melakukan  konservasi lingkungan, seperti melakukan pembuatan kawasan lindung, penanaman pohon, melaksanakan 3R, dan lain sebagainya, yang mana dengan konservasi alam ini bermanfaat bagi keberlangsungan alam. Selain itu, kita sebagai manusia dapat juga berkontribusi dalam hal menanggulangi permasalahan air tersebut, yaitu misalnya dengan selalu mengasah critical thinking untuk memberikan solusi untuk berbagai permasalahan lingkungan yang ada, yang mana nantinya dapat diimplementasikan dalam penerapan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu, kita juga dapat melakukan upaya lain seperti melakukan edukasi pada masyarakat akan pentingnya ketersediaan air bersih agar masyarakat lebih peduli dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar agar sumber air bersih tidak tercemar, melakukan aksi nyata seperti pengabdian pada masyarakat, serta melakukan advokasi, sehingga hal tersebut dapat mewujudkan planet layak huni yang berkepanjangan.

Inti Permasalahan:
Need: mewujudkan planet layak huni yang berkepanjangan dimana salah satu aspek yang harus dicapai adalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat

Know: banyak sumber air bersih yang tercemar oleh limbah, baik itu limbah industri, ataupun limbah rumah tangga seperti sampah bahkan feses yang disebabkan oleh masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungan sehingga dapat menyebabkan sumber air tidak layak pakai. Selain itu, sumber air dapat tercemar akibat terjadinya pemanasan global yang menyebabkan curah hujan yang kurang intens

How: untuk menanggulangi hal tersebut, kita dapat melaksanakan berbagai upaya seperti melakukan edukasi, aksi nyata, juga advokasi agar permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dan dikurangi

Solve: 
- melakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya air bersih dan menjaga lingkungan
- melakukan reboisasi pada lahan lahan gundul
- melakukan advokasi kepada pemerintah serta pihak terkait untuk upaya penanggulangan permasalahan air bersih tersebut
- mencanangkan kawasan lindung
- selalu menjaga lingkungan misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan
- memperbaiki hal yang rusak dengan mengintegrasikan upaya konservasi lingkungan kepada lingkup yang lebih luas

Attachment WhatsApp Image 2022-10-25 at 23.18.55.jpg
Attachment WhatsApp Image 2022-10-25 at 23.19.08.jpg
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210049 RESTU BRIAN -
Seminar Strategi Pengelolaan Hutan untuk Adaptasi dan Mitigasi Pengelolaan Iklim.
https://www.youtube.com/watch?v=2oVJAUvqSyM


Need :
upaya pengelolaan hutan dan mitigasi perubahan iklim.

Know :
-indonesia memiliki lahan gambut terbesar di dunia dan banyak yang rusak.
- kondisi hutan berpengaruh terhadap kondisi iklim.

How :
- peningkatan emisi karbon karena berkurangnya lahan gambut di hutan

Solve
- restorasi laham gambut
- Adanya kebijakan dari pemerintah mengenai rehabilitasi hutan


In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210107 KHRESNA YOGA PRATAMA -
Seminar Pelatihan Enterpreneurship Mahasiswa : Membangun Mindset dalam Berbisnis Kreatif dan Inovatif di Era Digital Bagi Mahasiswa Geologi

need : Cara membangun mindset dalam berbisnis kreatif dan inovatif di era digital bagi mahasiswa geologi
know : 
-Kita berada di era digital yang mana memberikan kita kemudahan di bidang geologi
-Perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat dapat meningkatkan keefisienan dan keefektifitasan dalam bekerja
-Kurangnya lapangan pekerjaan berbanding terbalik dengan jumlah pelamar pekerjaan yang terus meningkat tiap tahun
how : Mencari peluang bisnis atau pekerjaan di bidang geologi
solve : 
-Melakukan riset tentang peluang pekerjaan atau bisnis di bidang geologi yang ingin dipilih
-Mempersiapkan hardskills, softskill, dan relasi sesuai dengan bidang yang dipilih
-Mencari partner dengan passion yang sama dna attitude yang baik
-Mengatur waktu dan keuangan dengan baik
Seminar “Membangun Mindset dalam Berbisnis Kreatif dan Inovatif di Era Digital Bagi Mahasiswa Geologi"
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210078 CYNTIA ADRIAN LESTARI -
Layakkah Semburan Lumpur Sebagai Warisan Geologi?

1. NEED
Menganalisis warisan geologi yang layak untuk menjadi Geopark di Indonesia atau masuk menjadi Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG), serta manfaat lainnya.

2. KNOW
Salah satu warisan geologi di Indonesia yang sangat unik adalah lumpur lapindo di Sidoarjo. Hal-hal yang paling utama untuk diketahui adalah aspek keamanan dan keselamatan dari lumpur lapindo tersebut. Namun, umumnya lumpur lapindo ini masih tergolong aman karena bersifat non toxic.

3. HOW
Mengetahui kelayakan kawasan lumpur lapindo dengan uji beragam metode seperti analisis mud gas play, geologi struktur, kandungan litium air gunung lumpur, dan sebagainya. Selain itu, memastikan bahwa konsep geowisata yang diterapkan pada lokasi tersebut sudah tepat.

4. SOLVE
Lumpur lapindo layak menjadi warisan geologi karena bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi dan pariwisata yang dapat berperan sebagai Geopark, bahkan uniknya lumpur lapindo tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik.
-
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210080 MAULID GALUR GUMELAR -
Resume :
Indonesia merupakan negara yang terletak diantara 3 lempeng tektonik utama di dunia yang biasa disebut pacific ring of fire, maka dari itu Indonesia terbilang rawan akan terjadinya kebencanaan. Mitigasi bencana merupakan upaya mengurangi resiko bencana yang dilakukan dengan cara pembangunan fisik dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancanaman bencana. Dalam mitigasi bencana Badan Geologi bertugas untuk mengantisipasi dan mengidentifikasi potensi terjadinya bencana dengan upaya lanjutan yaitu turun langsung ke lapangan untuk menentukan upaya relokasi dari tempat kejadian bencana.

Need : Upaya dalam mitigasi bencana
Know : Daerah di Indonesia mempunyai sekitar 127 gunung api aktif
How : Upaya untuk mengidentifikasi potensi bencana gunung api Badan geologi mempunyai 77 Pos Pengamatan, 220 Stasiun Seismik, 77 Stasiun Deformasi yang tersebar di seluruh Indonesia
Solve : Penyuluhan dan Edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api menjadi upaya lanjutan untuk meminimalisir resiko dari bencana gunung api

Link webinar : https://www.youtube.com/watch?v=s0lTyP1ZGCQ&t=2477s
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210072 INDRA NURALIMANSYAH EDHYPUTRA -
Seminar manacita tadi memaparkan bagaimana kondisi geologi di calon ibu kota negara lalu dijelaskan juga alasan pemilihan ibu kota negara nya beserta dengan potensi bencana yang bisa saja terjadi di ibu kota negara itu dan dijelaskan juga perencanaan membangun ibu kota negara.

Need :
Merencanakan kota baru

Know :
- Peta kawasan
- Ukuran kota
- Visi kota
- Kelayakan tata ruang dari ancaman bencana alam

How :
Merencanakan kota baru dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan potensi kebencanaan di kota tersebut

Solve :
- Mengarahkan struktur dan pola ruang
- Perencanaan sarana dan prasarana pendukung
- Menata Bangunannya
- Perorganisasian proyek
- Pemilihan material dan aksesoris ruang
Attachment 1666794765379
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210048 IVAL UMAR SAYAF -

PEMBANGUNAN IKN NUSANTARA UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045


https://www.youtube.com/watch?v=WQ02YSMQzew&t=6684s

 

Resume Webinar “Pembangunan IKN Nusantara untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”

Salah satu tujuan Indonesia pada tahun 2045 adalah masuk jajaran 5 besar perekonomian terkuat di dunia dan memiliki pendapatan per kapita negara berpenghasilan tinggi. Pemindahan ibukota negara dilakukan sebagai salah satu strategi untuk merealisasikan ekonomi inklusif dan merata menuju akselerasi pembangunan Kawasan Timur Indonesia.

Visi Indonesia 2045 “mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi, ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi negara maju dan salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, pemerataan yang berkeadilan di semua bidang pembangunan, dalam bingkai NKRI yang berdaulat dan demokratis” berlandaskan pada ekosistem pusat ekonomi IKN yang memiliki empat poin, yaitu pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada sains dan teknologi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pembangunan yang inklusif dan terdistribusi, dan memperkuat ketahanan dan tata kelola nasional.

Kalimantan Timur terpilih sebagai tempat IKN Nusantara karena memiliki lokasi aman dan minim ancaman bencana; aksesibilitas lokasi tinggi (dekat dengan kota besar: Balikpapan dan Samarinda); infrastruktur lengkap; struktur kependudukan heterogen; lahan luas; pertahanan dapat didukung Tri Matra Darat, Laut, dan Udara; kemampuan lahan sedang untuk konstruksi bangunan; berada di jalur ALKI II (Selat Makassar); dan air baku berasal dari 3 waduk existing, 2 waduk yang direncanakan, 4 sungai, dan 4 DAS (Samboja, Sangai, Mahakam, dan Dondang).

Pemindahan IKN akan dilakukan secara bertahap dengan timeline sebagai berikut: 2022—2024 Pemindahan tahap awal, 2025—2034 membangun IKN sebagai area inti yang Tangguh, 2035—2045 membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota (IKN, Balikpapan, dan Samarinda) untuk percepatan pembangunan Kalimantan Timur, dan 2045—ke depan mengokohkan reputasi sebagai “Kota Dunia untuk Semua.”

Dengan adanya pemindahan IKN, maka harus disiapkan perencanaan-perencanaan yang di antaranya adalah perencanaan urban design Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIIP) pembangunan infrastruktur IKN, infrastruktur air baku, konektivitas transportasi IKN, jalur logistik, desain istana presiden, pengendalian banjir dan sistem drainase, embung KIPP dan kolam retensi, sistem air limbah, sistem persampahan, pembangunan perumahan, dan jaringan jalan dan multi utility tunnel (MUT).

Urbanisasi akibat pemindahan IKN memiliki pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada beberapa studi dan juga memperkecil ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan lainnya sehingga pembangunan bukan lagi bersifat Jawa-sentris, tetapi diharapkan menjadi lebih Indonesia-sentris. Pembangunan IKN Nusantara yang akan  menghabiskan banyak sumber daya ini tidak boleh menyebabkan adanya penurunan kualitas kehidupan, baik pada warganya sendiri, warga sekitar lokasi, maupun warga wilayah lain sesuai dengan prinsip SGDs “Leaving no one behind…”

Bagaimana menjadikan pembangunan Kota Nusantara sebagai momentum awal “lompatan” menuju visi 2045?

1.      Menyematkan pembangunan IKN dalam visi poros maritim dunia

2.      Menata kembali struktur ruang Pulau Kalimantan (Pantai Timur) dan Pantai Barat Sulawesi sebagai bagian dari offensive strategy kemaritiman ALK II

3.      Membangun ekosistem hutan dan Teluk Balikpapan yang kondusif untuk aktivitas perkotaan

4.      Menunjukkan bagaimana kota dibangun dengan merangkul desar sebagai bagian integral pembangunan perkotaan

5.      Menyusun “aturan main” yang fair dan inklusif bagi dunia usaha dan masyarakat

6.      Otoritas IKN harus memiliki financing and investment power dan mengembangkan skema pembiayaan berbasis lahan

7.      Menyusun kerangka MONEV pembangunan IKN berbasis outcome bukan hanya pada kotanya, tetapi juga wilayah Kalimantan secara keseluruhan

 

Analisis Need, Know, How, dan Solve

Need:

Mewujudkan visi Indonesia 2045 “mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi, ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi negara maju dan salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, pemerataan yang berkeadilan di semua bidang pembangunan, dalam bingkai NKRI yang berdaulat dan demokratis.”

 

Know:

·         Urbanisasi akibat pemindahan IKN memiliki pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada beberapa studi dan juga memperkecil ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan lainnya sehingga pembangunan bukan lagi bersifat Jawa-sentris, tetapi diharapkan menjadi lebih Indonesia-sentris.

·         Kalimantan Timur terpilih sebagai tempat IKN Nusantara karena memiliki lokasi aman dan minim ancaman bencana; aksesibilitas lokasi tinggi (dekat dengan kota besar: Balikpapan dan Samarinda); infrastruktur lengkap; struktur kependudukan heterogen; lahan luas; pertahanan dapat didukung Tri Matra Darat, Laut, dan Udara; kemampuan lahan sedang untuk konstruksi bangunan; berada di jalur ALKI II (Selat Makassar); dan air baku berasal dari 3 waduk existing, 2 waduk yang direncanakan, 4 sungai, dan 4 DAS (Samboja, Sangai, Mahakam, dan Dondang).

 

How:

Membangun IKN Nusantara yang berada di Kalimantan Timur

 

Solve:

·         Pemindahan IKN akan dilakukan secara bertahap dengan timeline sebagai berikut: 2022—2024 Pemindahan tahap awal, 2025—2034 membangun IKN sebagai area inti yang Tangguh, 2035—2045 membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota (IKN, Balikpapan, dan Samarinda) untuk percepatan pembangunan Kalimantan Timur, dan 2045—ke depan mengokohkan reputasi sebagai “Kota Dunia untuk Semua.”

·         Menyiapkan perencanaan-perencanaan yang di antaranya adalah perencanaan urban design Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIIP) pembangunan infrastruktur IKN, infrastruktur air baku, konektivitas transportasi IKN, jalur logistik, desain istana presiden, pengendalian banjir dan sistem drainase, embung KIPP dan kolam retensi, sistem air limbah, sistem persampahan, pembangunan perumahan, dan jaringan jalan dan multi utility tunnel (MUT).

Berikut merupakan screenshot dari seminar yang saya ikuti.

Webinar Salam Berbagi #14 : Pembangunan IKN Nusantara untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045


In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210077 ADAM MAULANA -






Seminar Manacita menjelaskan bagaimana kondisi geologi di ibu kota masa depan, alasan pemilihan ibu kota negara, potensi bencana yang bisa terjadi di ibu kota negara, dan rencana pembangunan lahan tersebut. dijelaskan.

Modal kebutuhan: Mencari daerah strategis di bidang geologi untuk ibu kota baru

Mengetahui:

 - Peta wilayah

 - Ukuran kota - Pemandangan kota

- Kelayakan penataan ruang terhadap ancaman bencana alam

Bagaimana: Perencanaan kota baru, dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan potensi bencana kota

Menyelesaikan:

 - Orientasi struktur dan model ruang

- Desain struktur dan infrastruktur pendukung

- Edit bangunan - Organisasi proyek

- Pilihan bahan dan aksesoris untuk ruangan


In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210017 FADHLURRAHMAN SYARIF -

https://youtu.be/tnl-ONzh0h0

Resume Webinar Nasional #Seri 1 Dies Natalis 62 Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

I. Sesi Pematerian ke-1

Pemateri : 

Prof Adi Maulana – Unhas

Judul Submateri 1 :

(Rare Earth Metal Occurrence In Lateritic Nickel Deposit : Resources, Opportunity, and 

Challenge) 

Menurut Prof Adi, logam tanah jarang di Indonesia potensinya masih sangat premature lantaran belum banyak penelitian yang dilakukan pada asal-asal yg primer. Padahal China telah melakukan penelitian dalam logam tanah jarang kemudian menyebarkan teknologi,  pengelolaan sebagai akibatnya komoditas disana menjadi salahsatu critical metal (mineral yg limited) guna memenuhi kebutuhan manusia. 

Pada tahun 1950, kebutuhan akan logam tanah jarang dipasok dari endapan pleasure di Afrika sampai India. Pada tahun 1985, Amerika menguasai pasar logam tanah jarang lantaran  mempunyai deposit yang besar bernama Mountain Pass. Tetapi, karena masih adanya sebuah  isu terkait lingkungan, pemerintah Amerika memutuskan untuk menutup tambang tanah jarang tersebut. Untuk saat ini, pasar tanah jarang diambil alih oleh China semenjak tahun 1999.  

Logam tanah jarang dianggap krusial lantaran terdapat sebuah concern mengenai green  energy (energi hijau/terbarukan). Logam tanah jarang adalah komponen atau sumber dari energi baru terbarukan misalnya, pembangkit listrik energi angin membutuhkan komponen berdasarkan logam tanah jarang. 

Sifat logam tanah jarang :

1. Konduktivitas

2. Magnetic (Magnetic application juga digunakan untuk hybrid car, hardisk drive, dll.)

3. Katalistik (Katalistik logam tanah jarang juga digunakan untuk industri lain.)

Bahkan sebuah industri kaca, pupuk, militer, dan medis juga membutuhkan logam tanah  jarang. Pada medis, untuk mendiagnosis membutuhkan logam tanah jarang.  High Demand untuk logam tanah jarang terdapat pada industri :

1. elektronik

2. industri clean energy

3. industri aerospace

4. industri otomotive

5. industri militer

6. industri pertanian

7. industri kedokteran, dll.

Karena isu climate change, logam tanah jarang sangat dibutuhkan untuk mengendalikannya.

Judul Submateri 2 :

(Study on Sc (Scandium) Bearing Lateritic Ni Deposists In Ultramafic Rock From

Sulawesi : A New Paradigm In Indonesia Metal Mining Industry)

Beberapa alasan untuk mengembangkan Industri Scandium :

- Belum adanya tambang khusus Scandium guna memasok kebutuhan dunia akan scandium sehingga dirasa memiliki potensi yang menjanjikan.

- Permintaan Scandium yang meningkat pesat. Karena pemanfaatannya yang digunakan dalam industry aerospace dan alat olahraga. Selain itu, banyak negara yang mengembangkan pembangkit listrik yang hemat energi dimana bahan yang digunakan adalah scandium. Serta scandium digunakan dalan pembuatan lampu dan laser.

- Harga dan permintaan Scandium saat ini sangatlah tinggi sehingga dirasa sangat menjanjikan. Prof adi memiliki hipotesa bahwasanya Scandium banyak terdapat pada batuan ultramafic. Berangkat dari hal tersebut beliau melakukan suatu penelitian. Hingga didapatlah beberapa simpulan, yakni :

- Terjadinya scandium enrichment pada proses laterit

- Scandium utamanya terkonsentrasi pada lapisan limonit

- Goethite memiliki kandungan scandium yang sangat tinggi (90-200ppm)

- Sc3+ menggantikan Fe3+ di goethite terutama pada limonite layer

- Spinel dan residual silica miskin akan kandungan scandium

Kedepannya akan terus dilakukan karakterisasi terhadap mineral-mineral pembawa unsur Scandium.

II. Sesi Pematerian ke-2

Pemateri :

Dr. Ferian Anggara – UGM

Judul Materi :

(Pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) secara komprehensif untuk mendukung konsep circular economy dan total extraction untuk Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batubara)

Beberapa poin dari materi yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut :

• Karakterisasi batubara asal sangat penting dilakukan untuk menentukan potensi pemanfaatan FABA yang dihasilkan

• Karakteristik FABA dipengaruhi oleh batubara umpan dan kondisi operasi

• Pemanfaatan FABA sangat dipengaruhi oleh karakteristiknya

• Sinergi antara seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk mengakselerasi pemanfaatan FABA untuk memberikan nilai tambah bagi pemerintah

• Konsep circular economy dan total extraction untuk Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batubara dapat dilaksanakan dengan "DATA" yang komprehensif

III. Sesi Pematerian ke-3

Pemateri :

Prof. Dr. Ir. Ahmad Helman Hamdani, M.Si. Fakultas Teknik Geologi – Unpad

Judul Materi :

(Potensi Unsur Tanah Jarang (REE) Dalam Batubara Peringkat Rendah Studi Kasus Batubara Formasi Sajau Cekungan Berau)

Unsur Tanah Jarang (REE) :

• Unsur tanah jarang (UTJ) sebenarnya tidak jarang terjadi di alam. Namun, REE jarang torkonsentrasi dalam bentuk yang mudah diekstraksi. Kelimpahan unsur tanah jarang di kerak bumi lebih besar daripada logam golongan perak, emas atau platinum dan merupakan komponen dalam lebih dan 200 mineral pembentuk batuan. (Cotton, 2006; Moldoveanu & Papangelakis, 2012)

• Unsur-unsur tanah jarang biasanya disebut "Lanthanides" (nomor atom 57-71) pada tabel penodik kecuali Promethium (nomor atom 61) yang sifatnya tidak stabil. Itrium (nomor atorn 39) dan Skandium (nomor atom 21) termasuk dalam kategori LTJ karena sifat fisik dan kimanya yang mirip dengan Lantanoid dan jejak yang terkait. Karena kesamaannya dalam jan-jan ioniknya, REE dapat dipertukarkan di sebagian besar mineral yang sulit untuk dipisahkan dan dikonsentrasikan (Jordens, Cheng and Waters. 2013, Jha et al. 2016)

• REE dikempokan menjadi REE ringan (LREE) dan REE berat (HREE) umumnya diterima sesuai denganberat molekul

• LREE terdiri La- Sm; dan HREE untuk memasukkan Eu-Lu serta Sc dan Y. Sejarah Unsur Tanah jarang

- 1949- intrusi karbonatit dengan kandungan REE ringan (LREE) yang tinggi. ditemukan di Mountain Pass, di bagian atas Gurun Mojave, California..

- 1960's - Mountain Mountain Pass yang dimiliki dan dioperasikan oleh Molycorp. Inc menjadi sumber utama REE. Perkembangan awal sebagian besar didukung oleh permintaan mendadak untuk Eu yang diciptakan oleh komersialisasi, dan permintaan terutama untuk televisi berwarna.

- 1965 pertengahan 1980's Mountain Pass menjadi sumber REE yang dominan dan Amerika Senkat sebagian besar REE. Untuk keperluan PC

- 1985-2000- ditemukannya deposit Bayan Obo, Mongolia; menjadikan China sebagai pemasok utama kebutuhan unsur tanah jarang dunia smpai saat ini. Produk dari Mountain Pass menurun berkaitan adanya aturan lingkungan hidup dan tekanan ekonomi.

- 2000 - Saat ini - hampir semua REE yang digunakan di Amerika Serikat diimpor langsung dari China.

Sumber UTJ di Indonesia :

• tipe endapan unsur tanah jarang, yaitu endapan Iron-REE, endapan karbonatit. endapan latert, endapan placer. UTJ pada batuan peralkaline, UTJ pada urat dan UTJ sedimen bawah laut (Castor dan Hedrick (2006)

• Terdapat 3 mineral pembawa LTJ; yakni Basnasite [(Y.Ce)(CO3)F], Monazite [(Ce. La Y. Th)PO4] dan Xenotime [YPO4]. Meskipun begitu, unsur tanah jarang juga dapat diperoleh dan apatit dan zircon.

• Granit tipe S yang kaya ilmenit (ilmenite series). Batuan ini dapat ditemukan pada sabuk granit di wilayah Bangka Belitung: Kepulauan Banggai. Sulawesi Tengah.

• Tambang tinah placer di Bangka Belitung yang menghasilkan mineral monazite, xenothime dan zircon yang merupakan mineral pembawa unsur tanah jarang. yang belum dimanfaatkan.

• Endapan aluvial emas yang membawa mineral seperti ilmenit dan zircon.

Metode Penelitian Terkait Unsur Tanah Jarang :

- Sebanyak lima sampel batubara Formasi Sajau dipilih untuk dilakukan analisa komposisi kimia batubara yang terdiri dari sampel DH29, DH2, DH6, DH16 dan KSD11.

- Analisa yang dilakukan terdiri dari analisa proksimat, dan ultimat

- Analisa oksida utama dilakukan dengan menggunakan pirantii XRF (Rigaku ZSX Primus, Jepang)

- Analisa komposis: REE menggunakan ICP-MS (Bruker,Jerman)

Analisis Need, Know How, Solve:

Need:

Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam berupa elemen tanah jarang di Indonesia yang masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain.

Know:

- Unsur tanah jarang (UTJ) sebenarnya tidak jarang terjadi di alam. Namun, REE jarang terkonsentrasi dalam bentuk yang mudah diekstraksi.

- logam tanah jarang di Indonesia potensinya masih sangat premature lantaran belum banyak penelitian yang dilakukan pada asal-asal yg primer

- Logam tanah jarang dianggap krusial lantaran terdapat sebuah concern mengenai green energy (energi hijau/terbarukan).

- Potensi dari REE sangatlah besar mengingat pemanfaatannya dalam bidang industri.

How:

Memaksimalkan pengolahan sumberdaya tanah jarang di Indonesia.

Solve:

- Melakukan penelitian terkait elemen tanah jarang dengan lebih lanjut dan komprehensif mengingat potensinya yang sangat besar

- Membangun fasilitas pengolahan elemen tanah jarang di Indonesia mengingat masih terbatasnya jumlah smelter yang ada saat ini.

- Menciptakan sumberdaya manusia yang kompeten dan siap untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi elemen tanah jarang ini.

bukti screenshoot webinar


In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110229159 PRETIA -

Seminar online = ANTISIPASI DAMPAK PENCEMARAN LAUT TERHADAP KELESTARIAN SUMBER DAYA PESISIR 

pengelolaan pencemaran laut lebih dimaksudkan untuk mengendalikan polutan yang boleh dan tidak boleh di buang ke laut, dengan memperhatikan sifat polutan, dampaknya terhadap lingkungan, kesesuaian dengan keadaan lokasi kegiatan, cara pembuangannya persyaratan relevan lainnya.   tujuan pengeloaan pencemaran laut bukan untuk menghetikan hadirnya limbah tetapi bagaimana supaya limbah meskipun tetap hadir di sekitaran kita tetapi kita tetap bisa memperoleh manfaat sebesarnya untuk kesejahteraan masyrakat. sesuai dengan semboyan sustainable development bahwa di samping terjadi pengendalian untuk kerusakan lingkungan terdapat juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

INTI PERMASALAH

NEED : Menjadikan pantai bebas limbah 

Know : Banyaknya aktivitas di pesisir, sumber pencemaran air laut yaitu disebabkan tumpahan minyak, limbah domestik perkotaan, operasional pelabuhan, tumpahan minyak, aktivitas nelayan,industri (PLTU, kawasan industri), Limbah darat yang masuk ke sungai akhirnya ke laut  dan erosi.

Solve: 

  • pemberdayaan masyarakat pesisir
  • pemberian informasi peringatan pencemaran dan/atau kerusak lingkungan hidup kepada masyarakat
  • Rehabilitasi mangrove dan hutan pantai
  • penanganan sampah di laut
  • menjaga lingkungan di daerah pesisir dan tidak membuang sampah sembarangan.

  





In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 170210229007 ANDI CORNELIYAH FITNIAR -

https://youtu.be/UnHmguXYjwE

RESUME SEMINAR NASIONAL MANACITA 2022

PERATURAN MENTERI ATR/KEPALA BPN No.11 TAHUN 2021 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENINJAUAN KEMBALI, REVISI, DAN PENERBITAN PERSETUJUAN SUBSTANSI RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI, KABUPATEN, KOTA, DAN RENCANA DETAIL TATA RUANG

1. Pengumpulan dan pengolahan data dan juga informasi karakteristik umum fisik wilayah, potensi rawan bencana alam (termasuk bencana geologi)

2. Kawasan peruntukan lindung, meliputi a. Kawasan cagar alam geologi b. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah (kawasan imbuhan air tanah dan sempadan mata air)

3. Penetapan rencana jaringan prasarana, seperti jaringan persampahan, kelistrikan, air minum, drainase, pengelolaan air limbah, dan jaringan prasarana lainnya (seperti jalur dan tempat evakuasi) memerlukan data dan informasi geologi lingkungan

4. Penetapan zona lindung dan zona budidaya memerlukan data dan informasi geologi lingkungan.

Adapun tadi sudah dipaparkan tentang GEOLOGI vs PENATAAN RUANG, dimana terjadi Kesinambungan gambaran geologi untuk menunjang perencanaan , pelaksanaan dan pengendalian ruang, guna mengantisipasi Timbulnya permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh dinamika, dan fenomena geologi.

 Tadi juga dijelaskan hal yang harus diperhatikan skala adalah tingkat kedetailan data geologi yang akan diambil. Serta memperhatikan waktu itigasi Pra konstruksi, Konstruksi, dan Pasca konstruksi. Dimana jika dilihat dari penjelasan tadi dapat dilihat rentang skala RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah ) dalam bentuk Regional yaitu kisaran 1 : 250.000 – 1 : 100.000, Adapun RTRW dalam bentuk lokal kisaran skala yaitu 1 : 100.000 – 1 : 50.000, Adapun RDTR ( Renana Detail Tata Ruang ) dalam bentuknya lokal dengan rentang skala kisaran 1:50.000 – 1 : 25.000, serta AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) dengan rentang skala kisaran 1 : 25.000 – 1 : 10.000 dan DED ( Detail Engineering Desain ) dengan rentang di kisaran 1 : 10.000.

 Adapun dipaparkan dalam Kawasan rawan bencana geologi rinci yaitu Geofisika untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah, Pengeboran yaitu adanya sondir, bor tangan, bor dangkal, bor dalam. Kegempaan lokal yaitu adanya proses microzonasi. Hidrogeologi yaitu untuk mengetahui kondisi dan muka air tanah. Dan Geologi yang terdiri dari proses penginderaan jauh dan pemetaan geologi.

Rencana Tata Ruang yang sudah dijelaskan dari pembawa seminar yaitu struktur ruang yaitu system pusat, trasportasi, prasarana. Pola ruang yaitu peruntukan, zonasi untuk ruang ekonomi, sosial, lingkungan. Program Pemanfaatan Ruang yaitu adanya program pembangunan. Dan Peraturan Zonasi yaitu diizinkan, bersyarat, terbatas da dilarang.

Dijelaskan juga tadi Pengembangan Kawasan Barua da tiga Level yaitu, site selection level makro ( tahun 2017 ) skala peta 1:250 rb s/d 1:50 rb yaitu kajian kesesuaian lahan dalam penentuan lokasi pengembangan perkotaan baru skala besar. Site selection level meso ( tahun 2018 ) dengan Skala peta 1:50 rb s/d 1 : 25 rb dengan peta dan informasi geologi sebagai pertimbangan yaitu Geologi, sebaran tanah dan batuan, struktur geologi, Geomorfologi, Geologi Teknik,  Hidrogeologi, air tanah , Minerba & Migas,  Penampang Geolistrik , Karst (KABK). Dan Site selection level mikro ( tahun 2019 ) dengan skala peta 1:25 rb s/d 1:5 rb dengan Rekom geologi lingkungan yang diperhatikan yaitu Seismotektonik, KRB Gempabumi, Sesar aktif , KRB Tsunami , KRB Gn Api ,  ZKGT ,  Potensi Likuifaksi , Kerentanan Erosi , Swabakar Batubara , Reservoir Gas Dangkal.

 Kegiatan geologi dalam rencana pembangunan IKN Nusantara yang sudah dipaparkan tadi dimana dilakukan dari tahun 2017 – 2020 dengan penjelasan singkat yaitu,

Tahun 2017- Juli 2019:

·       Desk study dan Qiuck Assesment Kesesuaian lahan untuk Calon IKN di 3 Provinsi di P. Kalimantan

·       Agustus - Desember 2019:

1. Survei Geologi Lingkungan untuk Kesesuaian Lahan

2. Survei, kajian, evaluasi dan analisis data geologi yang sudah ada serta pemetaan geologi tematik regional untuk memutakhirkan informasi geologi daerah IKN yang dituangkan ke dalam Atlas

·       Tahun 2020:

1. Survei Geologi Tata Lingkungan

2. Pengeboran Teknik

3. Survei untuk identifikasi Formasi Pamaluan sebagai pembawa gas dangkal.

 Dengan hasil survei dan kajian calon ibukota negara maka, Pada tahun 2019 Badan Geologi telah melakukan survei, kajian, evaluasi dan analisis data geologi yang sudah ada serta pemetaan geologi tematik regional untuk memutakhirkan informasi geologi daerah IKN, khususnya calon wilayah inti. Pada Peta Geologi Tinjau Skala 1 : 50.000 terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu Satuan batuan terdiri dari empat formasi dengan arah umum perlapisan formasi batuan memanjang pada arah Timurlaut – Baratdaya, Struktur geologi yang ada di daerah IKN adalah lipatan dan sesar,  Lipatan terbentuk sebagai akibat dari pengaruh tektonik mampatan/kompresi di tepian timur Pulau Kalimantan pada umur Miosen. Dan hal lain yang harus diperhatikan dari penjelasan tersebut adalah Pola tinggian anomali dari peta gayaberat bouguer skala 1 : 50.000 memperlihatkan adanya proses pelipatan batuan yang membentuk antiklin dengan sumbu berarah baratdayatimurlaut.  Serta Berdasarkan gradien anomali, terdapat pensesaran batuan ke arah horizontal di bagian selatan, yang diperkirakan berarah baratlaut-tenggara. Sesar geser tersebut juga mensesarkan Badan Geologi batuan ke arah vertikal.

 Pada proses pembuatan peta kesesuaian lahan berdasarkan aspek lingkungan dimana pada Peta Tematik Sumber Daya Geologi yaitu air tanah, daya dukung fondasi dan morfologi. Sedangkan pada Peta Tematik Kendala Geologi yaitu gempabumi rendah, Gerakan tanah, lahan basah dan kerapatan sungai. Dimana hal tersebut dapat diperhatikan dari Peta kesesuaian lahan, imbuhan airtanah dan factor perendah yaitu kebanjiran.

 Adapun beberapa Kebutuhan Data Untuk Skala detail/ skala [embangunan yang harus diperhatikan yaitu, Kebutuhan Data Geologi Skala Rinci (RDTR) :

1. Pendetailan atau Kesepakatan Versi Struktur Geologi (Patahan dan Lipatan)

2. Updating pendetailan Peta ZKGT / kerawanan longsor pada skala 1:10.000

3. Daya Dukung tanah/batuan untuk Pondasi, Bahaya Kembang Susut, Miksrozonasi dan Rekomendasi Maksimal Intensitas Pemanfaatan Ruang (Jumlah Lantai, KDB, KLB), serta stabilitas lereng.

4. Pendetailan Potensi Banjir dan Data Pasang Surut

5. Reservoir Gas Dangkal (Peta Bahaya Semburan Lumpur/Blow Out/Mud Volcano)

6. Antisipasi Pemanfaatan Ruang Dalam Bumi (Subsurface Geology, peta kedalaman bedrock

 Sebagai arahan tata ruang untuk Karakteristik kesesuaian lahan calon wilayah inti berdasarkan aspek geologi termasuk dalam kesesuaian lahan sedang hingga rendah. Pembangunan perkotaan di daerah ini memerlukan biaya sedang hingga tinggi karena kebutuhan air sulit terpenuhi, morfologi landai hingga terjal dan kondisi keterdapatan batulempung yang bersifat kembang susut. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas agar memperhatikan kategori risiko.

 NEED

Pandangan Geosaintis terhadap Kesiapan Pembangunan Infrastruktur dan Analisis Kebencanaan Geologi di Ibu Kota Negara

 KNOW

-          Kondisi Fisik Dasar

-          Daya dukung dan daya tamping lingkungan

-          Potensi kebencanaan

-          Arahan tata ruang

HOW

 Upaya Membangun IKN Nusantara yang berada di Kalimantan Timur dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan potensi kebencanaan di kota tersebut.

Solve

Kondisi geologi Kalimantan dimana Pola struktur yang berkembang di Pulau Kalimantan berarah Meratus (Timurlaut-Baratdaya). Pola ini tidak hanya terjadi pada struktur-struktur sesar tetapi juga pada arah sumbu lipatan. Perbukitan Tutupan yang berarah Timurlaut-Baratdaya dengan panjang sekitar 20 km terbentuk akibat pergerakan 2 (dua) patahan anjakan yang searah. Salah satunya dikenal dengan nama Dahai Thrust Fault yang memanjang pada kaki bagian Barat perbukitan Tutupan. Fisografi secara umum Pulau Kalimantan menurut Van Bemmelen (1949), dibagi menjadi beberapa zone fisiografis, yaitu :

-   Blok Schwaner yang dianggap sebagai bagian dari dataran Sunda.

-  Blok Paternoster, meliputi pelataran Paternoster sekarang yang terletak dilepas Pantai Kalimantan Tenggara dan sebagian didataran Kalimantan yang dikenal sebagai Sub Cekungan Pasir.

-  Meratus Graben, terletak diantara Blok Schwanerdan Paternoster, daerah ini sebagai bagian dari Cekungan Kutai.

Tinggian Kuching, merupakan sumber untuk pengendapan ke arah Barat laut dan Tenggara cekungan Kalimantan selama Neogen.

Adapun beberapa Kebutuhan Data Untuk Skala detail/ skala pembangunan yang harus diperhatikan yaitu, Kebutuhan Data Geologi Skala Rinci (RDTR) :

1. Pendetailan atau Kesepakatan Versi Struktur Geologi (Patahan dan Lipatan)

2. Updating pendetailan Peta ZKGT / kerawanan longsor pada skala 1:10.000

3. Daya Dukung tanah/batuan untuk Pondasi, Bahaya Kembang Susut, Miksrozonasi dan Rekomendasi Maksimal Intensitas Pemanfaatan Ruang (Jumlah Lantai, KDB, KLB), serta stabilitas lereng.

4. Pendetailan Potensi Banjir dan Data Pasang Surut

5. Reservoir Gas Dangkal (Peta Bahaya Semburan Lumpur/Blow Out/Mud Volcano)

6. Antisipasi Pemanfaatan Ruang Dalam Bumi (Subsurface Geology, peta kedalaman bedrock

 Sebagai arahan tata ruang untuk Karakteristik kesesuaian lahan calon wilayah inti berdasarkan aspek geologi termasuk dalam kesesuaian lahan sedang hingga rendah. Pembangunan perkotaan di daerah ini memerlukan biaya sedang hingga tinggi karena kebutuhan air sulit terpenuhi, morfologi landai hingga terjal dan kondisi keterdapatan batulempung yang bersifat kembang susut. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas agar memperhatikan kategori risiko.

 Adapun Langkah – Langkah dalam merencanakan kota baru yaitu ada tiga hal. Yang pertama, persiapan dimana dengan penjelasan pemateri tadi disebutkan tentang konsepsi kota baru dan kebutuhan ruang menjawab visi, adanya daya dukung dan daya tamping lingkungan, terdapat position kota baru dalam national urban system, terjadinya penentuan lokasi dan estimasi luasan Kawasan IKN dan adanya Institutional Arrangement atau tata Kelola Kawasan. Kedua, adanya perencanaan dimana yang harus diperhatikan penyusunan masterplan dan (pre) feasibility study, adanya penyusunan Business plan dan ekonomi Kawasan, ditemukannya pendetailan rencana pembangunan sosial dan pendetailan rencana pengelolaan lingkungan hidup. Dan yang ketiga, Perancangan yang harus diperhatikan yaitu panduan dan Teknik zonasi, Detailed Engineering design dan rencana Pelaksanaan Proyek.

DOKUMENTASI



In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210110 MUHAMAD SAID LUTFI -
Nama : Muhamad Said Lutfi
NPM : 270110210110
Hal : Tugas Resume Webinar/Seminar PDR dan keterkaitannya dengan Need,know,how,solved

Resume

Judul : Potensi Kebencanaan Geologi di Calon Ibu Kota Negara (IKN)
Pembicara : Edi Hidayat dari BRIN
Waktu dan tempat :Unpad Jatinangor, 26 Oktober 2022

Isi :
Lokasi Ibu Kota Negara
- Kawasan inti pusat Pemerintah 5,644 Hektar, Kawasan IKN 42.000 Hektar dan kawasan perluasan IKN 180.965 hektar
- Lokasi IKN Nusantara di Kalimantan Timur akan terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara
- Di Kutai Kartanegara, tepatnya di kecamatan samboja.
- Di penajam Paser Utara di Kecamatan Sepaku


1. Alasan pemilihan ibu Kota Negara
- Strategis
- Bebas bencana gempa bumi dan tsunami
- Ketersedian lahan
- Kemiringan lahan dan daya dukung tanah
- Ketersediaan sumber daya air(Tapi hanya air permukaan yang banyak).
- Lokasi bebas bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan(Tidak juga, di beberapa daerah ada potensi bencana)
- Dekat kota yang sudah ada dan berkembang(Maju karena sumber daya migas)
- Daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan terhadap pendatang.
- Memenuhi parimeter pertahanan dan keamanan
-
2. Kondisi Geologi Indonesia
- Berada di lempeng India-Australia
- Banyak garis struktur, Tektonik aktif
- Struktur Relatif stabil.
- Banyak subduksi dari timur dan utara
- Sulawesi sangat riskan drngan tektonik aktif
-
3. Kondisi Geologi Kalimantan
- Terdapat Struktur tua yang dapat terbangun
- Blok Schwaner, Blok Paternoster, Meratus graben, Tinggian Kuching
- Dominan batu lempung di atas yang relatif tebal dengan basement batuan tua
- Tersapat sesar-sesar naik (tua) yang berpotensi dapat aktif jika ada trigger
- Sesar aktif itu adalah sesar yang bergerak 10rb tahun selama holosen.
- Lebih dari sesar aktif adalah sesar-sesar berpotensi aktif
4. Kondisi Geologi IKN
- Banyak zona deformasi(zona lemah) dapat mempengaruhi kelerengan, batuan tidak resisten sehingga mudah longsor
- Potensi longsoran.
- Terdapat singkapan-singkapan batu lempung yang tersingkap oleh sesar.
- Ketersediaan air pada banyaknya litologi batu lempung, dimana air tidak akan diam/tidak ada air tanah.
5. Definisi Bencana Geologi
- Bencana geologi merupakan peristiwa/kejadian/fenomena alamiah yang disebabkan oleh proses geologi dan mengakibatkan terjadinya kerusakan alam, kerugian harta benda serta jatuhnya korban
- Proses-proses geologi baik yang bersifat endogenik(dalam bumi) maupun eksogenik(luar bumi) dapat menimbulkan bahaya bahkan bencana bagi kehidupan manusia
- Bencana geologi memiliki tingkat kerusakan yang masif dan area dampak yang luas
6. Potensi Bencana Geologi di IKN
- Resultan subduksi utara sulawesi
- Efek Potensi tsunami di sekat Makasar kepada kalimantan
- Kekurangan air tanah karena tebalnya lapisan lempung
- Digunjang gempa dengan besar magnitudo 4,5 mengguncang kabupaten paser.
- Kebakaran hutan dan batubara
- Akifer air tanah(sumber air baku)
- Cebakan Migas Dangkal
- Subsurface Hazard Related to oil and gas Activity
- Potensi Gelombang Tsunami


Need :
Pemindahan Ibukota negara ke IKN

Know :
- Potensi bencana geologi di IKN(Gempa, tsunami, kebakarna hutan, akifer air tanah dll)
- Kondisi Geologis Indonesia dan IKN
- Ketersediaan Air Tanah dan Air permukaan di Iakan
- Keterdapatan batuan lempung yang tebal
- Akan dilakukan tahun 2024

How :
- Melakukan survey data geologis di IKN
- Melakukan uji coba kelayakan tanah untuk pembangunan
- Melakukan analisis bencana di IKN
- Analisis sumber daya air

Solved :
- Melakukan antisipasi terkait hazard di IKN
- Memperhitungkan batuan lempung dan keadaan geologis terkait struktur aktif dan non-aktif dalam pembuatan fondasi bangunan
- Mengolah air permukaan dengan teknologi canggih
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210011 HANUM PRATIWI RAHMANDINA -
Nama : Hanum Pratiwi Rahmandina
NPM     : 270110210011

G20 Webinar Series : “Youth Action in Mitigating Climate Change”

https://www.youtube.com/watch?v=dHlDYmqSPlU

Pelaksanaan :

Hari/ Tanggal : 22 Juli 2022

Pemateri :

Ariana Soemanto – Head of Communication Division Ministry of Energy and Mineral Resources

Rafa Jafar – Founder EwasterRJ

Kamia Handayani – Vice President Climate Change and Safeguard PT PLN

Gus Firman – Monitoring, Evaluation, and Learning Coordinator USAID SINAR


Resume : 

Sumber daya alam yang telah disediakan untuk setahun ternyata hanya habis untuk 234 hari, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tahun yang mengalami kekurangan sumber daya alam maka akan meminjam persediaan SDA tahun depan. Hal ini terjadi berulang kali sehingga saat ini kita mengalami “climate crisis agenda”, dimana kita mengkonsumsi lebih banyak daripada yang bumi dapat disediakan. Pada 2019, kita membuat 53,6 million metric ton e-waste. Dimana sampah elektronik 82,6% nya tidak dapat didaur ulang. Sampah e-waste ini mengandung toxic content yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan, iritasi kulit, juga mencemari lingkungan apabila tidak didaur ulang dengan baik. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang paling tidak percaya perubahan iklim akibat ulah manusia, yang faktanya perubahan iklim telah berampak pada terjadinya bencana penurunan lingkungan Indonesia misalnya, kegagalan panen akibat kekeringan ekstrem. Perubahan Iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas lainnya yang menyebabkan efek gas rumah kaca, sehingga terjadi kenaikan suhu bumi. Padahal, 89% energi yang dikonsumi oleh Indonesia adalah energi fosil, yang menyebabkan kenaikan konsentrasi gas karbon dioksida. Sehingga kita harus melakukan perubahan untuk mendorong gaya hidup rendah karbon misalnya hemat energi listrik, memanfaatkan tenaga matahari, berpergian memakai transportasi umum, menanam pohon, dan memanfaatkan kembali barang bekas dan mengelola sampah dengan bijak.  

Inti Permasalahan :

Need : Mencegah terjadinya perubahan iklim

Know : Perubahan Iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas lainnya yang menyebabkan efek gas rumah kaca, sehingga terjadi kenaikan suhu bumi. Energi yang dikonsumsi oleh Indonesia 89% merupakan energi fosil, yang menyebabkan kenaikan konsentrasi gas karbon dioksida. Dan juga 82,6% dari e-waste tidak dapat didaur ulang yang menyebabkan pencemaran lingkungan apabila daur ulang tidak benar

How : Mencapai a net-zero emissions dengan melakukan perubahan dari diri sendiri dan mengajak orang lain untuk melakukan gaya hidup rendah karbon dan aksi mendukung transisi energi. 

Solve

- Berpergian dengan transportasi umum

- Menghemat penggunaan energi listrik dan air

- Mengurangi penggunaan plastik atau kemasan sekali pakai

- Mengurangi food waste 

- Menjadi bijak dan pintar dalam menjadi konsumen elektronik

- Membuang e-waste di drop zone yang benar (misal: ewasterjdropzone)

- Mendukung transisi energi dengan menggunakan produk elektronik dan kendaraan ramah lingkungan, pemanfaatan tenaga matahari

- Mengikuti komunitas upaya mitigasi perubahan iklim untuk mengajak sesama agar sadar terhadap perubahan iklim


Bukti SS mengikuti Webinar
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210018 FEBRINA SALSABILA QASIM -
Nama : Febrina Salsabila Qasim
NPM : 270110210018
Kelas : B

Judul : Potensi Kebencanaan Geologi di Calon Ibu Kota Negara (IKN)
Pembicara : Edi Hidayat dari BRIN
Waktu dan tempat :Unpad Jatinangor, 26 Oktober 2022

Resume
Webinar tersebut menjelaskan pemilihihan lokasi ibu kota Negara yaitu, diantaranya Kawasan inti pusat Pemerintah 5,644 Hektar, Kawasan IKN 42.000 Hektar dan kawasan perluasan IKN 180.965 hektar, Lokasi IKN Nusantara di Kalimantan Timur akan terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Di Kutai Kartanegara, tepatnya di kecamatan samboja, dan jika di Penajam Paser Utara di Kecamatan Sepaku. Adapun alasana memilih ibu kota Negara di kota tersebut atau di kota yang akan terpilih seperti kalimantan yaitu, lokasinya strategis, lokasinya bebas bencana gempa bumi dan tsunami, ketersedian lahan di lokasi tersebut masih banyak yang luas dan kebanyakan lahan tersebut merupakan kepunyaan milik Negara sehingga biaya yang akan di keluarkan untuk lahan relatif murah, kemiringan lahan dan daya dukung tanah, ketersediaan sumber daya air(tapi hanya air permukaan yang banyak), dan lokasi bebas bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan (tidak juga, di beberapa daerah ada potensi bencana, lokasinya juga dekat kota yang sudah ada dan berkembang(Maju karena sumber daya migas, daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan terhadap pendatang, dan lokasi tersebut memenuhi parimeter pertahanan dan keamanan. Adapun kondisi geologi di Indonesia saat ini ialah Indonesia berada di lempeng india-australia, di Indonesia banyak garis struktur, tektonik aktif, struktur relatif stabil, banyak subduksi dari timur dan utara, serta sulawesi sangat riskan drngan tektonik aktif. Adapun kondisi geologi di Kalimantan yang dijadikan sebagai kota yang dipilih untuk pemindahan ibu kota Negara yang baru ialah di Kalimantan terdapat struktur tua yang dapat terbangun, blok schwaner, blok paternoster, meratus graben, tinggian Kuching, kalimanatan juga dominan batu lempung di atas yang relatif tebal dengan basement batuan tua, tersapat sesar-sesar naik (tua) yang berpotensi dapat aktif jika ada faktor yang membuat sesar itu aktif, sesar aktif itu ialah sesar yang bergerak 10rb tahun selama holosen. Setelah kita mengetahui kondisi geologinya, kita juga harus mengetahui kemungkina kemungkina bencana geologi yang terjadi di Kalimantan, yaitu Resultan subduksi utara Sulawesi, efek potensi tsunami di selat makasar kepada Kalimantan, di kota kaliamantan juga bisa kekurangan air tanah karena tebalnya lapisan lempung, karena di Kalimantan banyak hutan jadi yang jadi bencana geologi juga kebakaran hutan dan batubara, subsurface hazard related to oil and gas activity, potensi gelombang tsunami, dan di kalinatan banyak lahan tanah, yang apabila tanahnya sudah jenuh bisa menyebabkan terjadinya longsoran.

Need
Pemindahan ibu kota baru, mengetahui sudut pandang geologist terhadap kawasan yang IKN dan juga dan pendapat geologist terhadap isu/pernyataan ini

Know
Yang harus diketahui terkait ini ialah, alasan pemilihan IKN, kondisi geologi di Indonesia, kondisi geologi di Kalimantan, kondisi geologi IKN, dan potensi bencana di kota IKN.

Solve
Melakukan analisis bencana IKN, memperhitungkan atau mempertimbangkan kondisi geologi di wilayah tersebut dari mulai alasan memilih wilayah tersebut, keunggulan wilayah dan potensi bencana tersebut, lalu kita harus menanggulangi masalah masalah yang terjadi di wilayah tersebut dan melakukan pencgahan atau mengantisipasi atau menanggulangi dan menganalisis wilayah tersebut di beberapa tahun kemudian. Dan mengolah wilayah tersebut agar bisa bermanfaat di tahun selanjutnya atau di beberapa tahun kemudian.

Bukti Seminar Manacita
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: Resume Seminar
by 270110210103 JOE MENARDO -
Bukti foto mengikuti seminarNama: Joe Menardo
NPM: 270110210103
Kelas: B

Judul: Potensi Kebencanaan Geologi di Calon Ibu Kota Baru (IKN)
Pembicara: Edi Hidayat
Waktu dan tempat: Universitas Padjadjaran Jatinangor, Gedung Rektorat, 26 Oktober 2022

Dalam webinarnya membahas tentang pemilihan ibu kota negara yang baru, didalam webinar menjelaskan bahwa kawasan yang nantinya calon ibu kota negara yang baru berada di kawasan pusat pemerintah dengan luas tanah 42.000 Hektar dan kawasan perluasan IKN 180.965 Hektar. Nantinya lokasi calon ibu kota negara berada di Kalimantan Timur dan terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Di Kabupaten Kutai Kertanegara tepatnya di Kecamatan Samboja dan di Kabupaten Penajam Paser Utara di Kecamatan Sepaku, Ada beberapa alasan kenapa memilih calon ibu kota negara di kota tersebut karena: lokasinya strategis, lokasi tersebut bebas dari becana gempa bumi dan tsunami, kemiringan lahan dan daya dukung tanah, ketersediaan lahan di lokasi tersebut masih sangat banyak dan luas karena kebanyakan lahan tersebut kepunyaan milik Negara sehingga nantinya akan sangat relatif murah biaya yang akan di keluarkan saat pembangunannya nanti, lokasinya merupakan kota yang sudah berkembang (daya dukung sosial, keterbukaan kepada pendatang, memenuhi parameter pertahanan dan keamanan, dan sumber daya migas), dan ketersediaan sumber daya air. Adapun dimana kondisi Geologi di kota tersebut karena kota tersebut terdapat struktur tua yang dapat dibangun dan kalimantan juga kebanyakan batuan lempung yang relatif tebal dan terdapat sesar-sesar naik yang berpotensi dapat aktif. Sesudah mengetahui kondisi Geologi harus juga mengetahui kemungkinan terburukya bencana Geologi yang terjadi di kota tersebut seperti: efek potensi tsunami di selat makasar, bisa terjadi kekurangan air tanah karena tebal lapisan batuan lempung, kebakaran hutan karena masih banyak hutan di kota tersebut, dan masih banyak lahan tanah apabila sudah tidak kuat nantinya akan menyebabkan longsor.

Need: Mencari tau sudut pandang dari seorang geologist terhadap calon ibu kota baru dan pendapatnya tentang berita tersebut

Know: Yang harus diketahui tentang alasan pemilihan ibu kota baru, kondisi Geologi ibu kota baru, kondisi Geologi Kalimantan, kondisi Geologi Indonesia, dan potensi bencana Geologi

How: Cara yang dilakukan menganalisis wilayah Indonesia dan wilayah Kalimantan yang akan di jadikan ibu kota negara yang baru, kemudian menganalisis kondisi Geologi, menganalisis potensi bencana Geologi, dan keunggulan dari kota tersebut

Solve: Melakukan analisis becana ibu kota baru, kemudian memperhitungkan dan mempertimbangkan kondisi Geologi di kota tersebut dari alasan kenapa memilih kota tersebut, keunggulan wilayah dan potensi bencana tersebut, kemudian menanggulangi dari masalah yang terjadi di wilayah tersebut dan melakukan pencegahan atau mengulangi dan menganalisis wilayah tersebut di beberapa tahun kedepan yang akan datang, dan mengelolas kota tersebut agar bermanfaat di beberapa tahun kedepannya.
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210044 FAISHAL CAHYA FADILLAH -
Potensi Kebencanaan Geologi di Calon Ibu Kota Negara (IKN)

Lokasi Pemilihan Ibu Kota Negara
Terbagi kedalam 3 kriteria : kawasan inti pusat pemerintahan , kawasan IKN, Kawasan Perluasan IKN
alasan kenapa pindah :
1. Lokasi Strategis dari wilayah tengah Indonesia
2. Lokasi Bebas Gempa dan Tsunami
3. Ketersediaan lahan milik negara sehingga pembangunan lebih murah
4. kemiringan lahan dan daya dukung tanah yang relatif landai namun
5. Ketersediaan sumber daya air yang melimpah namun air tanah
6. Lokasi bebas banjir, kebakaran hutan dan lahan
7. dekat dengan kota yang sudah ada dan berkembang
8. daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan untuk pendatang
9.kalimantan bebas dari gempa dan tsunami tapi potensinya tetap ada
10.Kalimantan memiliki struktur tua namun tidak berarti tidur namun jika ada triger akan dapat menimbulkan dampak
11.batuan di ikn relatif lempung tua dan di atasnya adalah lempung tebal
12.Air lempung ketika memiliki sifat swelling akan menjadi bahaya jika terkena air mengembang dan pada saat kemarau akan retak retak jika dasar semua lempung akan menjadi masalah dan memerlukan perhatian
13.Ketersediaan air dalam batu lempung yang tebal akan susah air berada di sana
14.Potensi bencana yang ada di sulawesi perlu diperhatikan untuk dampak dari IKN nantinya
15.keterkaitan struktur di kalimantan dan sulawesi itu tersambung

Tantangannya :
1. Ketersediaan air tanah ( potensinya )
2. Infrastruktur
3. Dasar hukum dari kegeologian dan kebencanaan

Awalnya diberikan 3 calon :
Palangkaraya kalsel
Samboja - Sepaku
Kotabaru

Need : Mengetahui sudut pandang geologist terhadap pemindahan Ibu Kota Negara
Know : Kondisi geologi di Indonesia terutama diwilayah Kalimantan yang nantinya akan menjadi Ibu Kota Negara berserta potensi bencana yang mungkin terjadi.
How : Menganalisis kondisi geologi di Indonesia terutama diwilayah Kalimantan berserta potensi bencana yang mungkin terjadi, dan dampak positif negatif yang ditimbulkan jika Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan.
Solve : Setelah melakukan analisis, kita harus mencari cara untuk menanggulangi masalah-masalah yang mungkin terjadi dan yang paling penting menemukan cara untuk mencegah atau mengantisipasi sebelum masalah tersebut muncul serta mengolah wilayah tersebut agar bisa bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang.

In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210128 IRFAN FARRAS SISWANTO -


Need :

Alasan pemilihan Ibu Kota Negara (IKN)


Know :

-Kondisi Geologi Indonesia

-Kondisi Geologi Kalimantan

-Kondisi Geologi IKN


How :

Bagaimana untuk perencanaan kota baru di Kalimantan dengan pertimbangan kondisi geologi dan kebencanaan di kalimantan


Solve :

- Memiliki lokasi strategis

- Memiliki lokasi bebas bencana

- Ketersediaan sumber daya

- Daya dukung sosial budaya untuk keterbukaan terhadap pendatang

- Memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan


In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by 270110210013 NASYWA DHIA KHALIFA -

Nama                        : Nasywa Dhia Khalifa          
NPM                           : 270110210013         

Seminar                       : Seminar Manacita 2022       
Topik/Judul                 : Potensi Kebencanaan di Calon Ibu Kota Negara (IKN)     
Pembicara                  : Edi Hidayat dari BRIN       
Tanggal Seminar       :  26 Oktober 2022

 

1.      Resume

            Pada webinar manacita yang mengusung topik Potensi Kebencanaan di Calon Ibu Kota Negara (IKN) menjelaskan terkait pemilihan lokasi Ibu Kota Negara yaitu di terletak di daerah  Kab.Kutai Kertanegara dan Kab.Panajam Paser Utara. Daerah itu akan dibagi menjadi beberapa bagian sesuai kepentingannya masing masing seperti Kawasan inti pusat pemerintah sebesar 5,644 Hektar, Kawasan IKN 42.000 Hektar dan kawasan perluasan 180.965 Hektar. Ada beberapa parameter terkait pemilihan Ibu Kota Negara ini yang pertama kawasan/lokasinya strategis, lokasinya bebas bencana (baik itu gempa, banjir ataupun tsunami), ketersediaan lahan di lokasi tersebut masih memiliki lahan kosong yang luas kepunyaan negara agar anggaran dana untuk lahan bisa relative murah, kemiringan dan daya dukung tanah, ketersediaan sumber air yang cukup, serta lokasinya strategis dan dekat dengan kota yang sudah berkembang karena sumber daya migas, daya dukung social budaya, keterbukukaan terhadap pendatang, dan lokasi ini harus memenuhi parameter pertahanan dan keamanan.

            Perlu kita ketahui pula, Indonesia adalah Negara yang berada di titik pertemuan dari tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang mana di daerah pertemuan antar lempeng ini  mengakibatkan beberapa daerah di Indonesia rawan terjadi gempa bumi. . Adapun kondisi geologi di Kalimantan yang dijadikan sebagai kota yang dipilih untuk pemindahan ibu kota Negara yang baru karena di Kalimantan terdapat struktur tua yang dapat terbangun, blok schwaner, blok paternoster, meratus graben, tinggian Kuching, dan di kalimanatan juga lebih dominan batu lempung di atas yang relatif tebal dengan basement batuan tua, tersapat sesar-sesar naik (tua) yang berpotensi dapat aktif jika ada faktor yang membuat sesar itu aktif, sesar aktif itu ialah sesar yang bergerak 10rb tahun selama holosen. Setelah mengetahui kondisi geologi di Kalimantan, itu belum cukup untuk menetapkan Kalimantan menjadi Ibu Kota Negara perlu ada hal lain yang dikaji seperti kemungkinan bencana yang terjadi atas kondisi geologi pada daerah ini. Pada daerah Kalimantan, ada resultan subduksi utara Sulawesi yang mana memberikan efek potensi tsunami di selat Makassar pada kalimatan, di daerah Kalimantan juga mempunyai banyak hutan yang mana bisa menjadi bencana geologi kebakaran htan batubara.

           

2.      Need
Sudut pandang geologi terkait pemilihan kawasan IKN

3.      Know
- Mengetahui standar parameter IKN
- Mengetahui kondisi geologi di dindonesia dan daerah yang nantinya akan menjadi kawasan IKN

4.      How
Menganalisis segala kemungkinan seperti kondisi geologis, potensi bencana, dan kemungkinan lain yang menjadi bahan pertimbangan serta alasan yang kuat untuk dijadikan kawasan IKN

5.      Solve
Melalukan analisis bencana IKN, memperhitungkan kondisi geologi dari wilayah/kawasan tersebut, kekurangan dan kelebihan wilayah tersebut bagaimana, antisipasi dari segala kekuarangan pada wilayah tersebut agar bisa menjadi daerah IKN yang lebih bermanfaat dan lebih baik daripada wilayah IKN sebelumnya.


Attachment WhatsApp Image 2022-10-30 at 10.37.17 AM (1).jpeg
Attachment WhatsApp Image 2022-10-30 at 10.37.17 AM.jpeg
In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
resume Seminar
by 270110210106 RAIHAN YILDIRAY -
Resume Seminar Nasional Manacita 2022

Dalam seminar tersebut membahas tentang pembangunan IKN di Kalimantan

Need:Perencanaan yang matang untuk membangun ibukota negara yang baru

Know:

  • Kawasan inti pusat pemerintahan memiliki luas 5644 Ha dan daerah kawasan IKN memiliki luas 42.000 Ha serta 180.956 Ha untuk daerah perluasan
  • Lokasi Ibukota negara yang akan dibangun berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
  • Daerah di Pulau Kalimantan memiliki resiko bencana geologi yang kecil
  • Banyak Faktor Pendukung yang menjadikan kalimantan cocok sebagai ibukota negara yang baru diantaranya adalah lokasi yang strategis,lokasi yang bebas bencana,ketersediaan sumbar daya air,lokasi yang bebas dari banjir,ketersediaan lahan milik negara yang luas,dekat dengan kota atau daerah yang sudah berkembang di kalimantan,daya dukung budaya,dan memenuhi standar keamanan.
How:Menyiapkan perancangan IKN dengan maksimal
Solve:
  • Membuat konsep kota baru dan kebutuhan ruang
  • Meneliti daya dukung dan daya tampung lingkungan(ekosistem,bio diversity,dan kelayakan tata ruang dari bencana alam)
  • Positioning kota baru dalam National Urban System meliputi Fungsi,Peran,dan Skala Pengembangan Kota Baru serta daya saing kawasan.
  • Menentukan Lokasi dan estinasi luasan kawasan IKN(Peta kawasan perencanaan dan ketersediaan lahan)
  • Institutional Arragement(tata kelola kawasan ,termasuk recruitment SDM Professional dan Skema Pembiayaan)
Selain hal diatas kita juga dapat menentukan peran geologist dalam pembangunan IKN ini diantaranya:
Membuat kajian lahan dalam penentuan lokasi IKN
Membuat Peta-peta geologi yang dapat dijadikan pertimbangan dalan mebangun IKN contohnya peta geologi,peta geomorfologi,peta air tanah,dll)

Berikut adalah Foto Ketika Seminar

Foto Ketika Seminar

In reply to 199106042018093001 Nur Khoirullah
Re: resume Seminar
by SHAFNA SHAFNA DIAH MELANI -

SEMINAR NASIONAL MANACITA 2022 "PANDANGAN GEOSAINTIS TERHADAP KESIAPAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN ANALISIS KEBENCANAAN GEOLOGI DI IBU KOTA NEGARA"

CirsqDg6zZdETjaXUQa1Uf-3r4tnJCQCkiPDa8ELqC4b5gutSjcOvjBxX2-HAl5n19PlulphPdahqAjpGPMOSXc1oIEFR3Mpk6HnqC5Ua6lmObW7Gqcz3qIJzM4vxztvMaVb3WqIW8wH3E9wX5LvRfz-NdA-uiutD9pNpUPRDsR4hLubDuNAot06AQ

Hari/Tanggal : Rabu, 26 Oktober 2022
Tempat           : Bale Rucita, Universitas Padjadjaran

KAITAN DENGAN PENGANTAR DESAIN DAN REKAYASA
Dari seminar nasional manacita 2022 dengan dua pembicara yang membahas tentang IKN dalam aspek geologi khususnya kebencanaan ini, dapat dikaitkan dengan pengantar desain dan rekayasa melalui konsep need, now, how, and solve sebagai berikut:

NEED
Ibu Kota Negara Baru menjadi tempat yang aman, sejahtera, terhindar dari berbagai macam bencana atau hal lain dalam aspek geologi.

NOW
Alasan pindah ke Kalimantan:
  • Lokasi Strategis dari wilayah tengah Indonesia
  • Lokasi Bebas Gempa dan Tsunami
  • Struktur di Kalimantan yang cenderung stabil
  • Ketersediaan lahan milik negara sehingga pembangunan lebih murah
  • Kemiringan lahan dan daya dukung tanah yang relatif landai namun
  • Ketersediaan sumber daya air yang melimpah namun air tanah
  • Lokasi bebas banjir, kebakaran hutan dan lahan
  • Dekat dengan kota yang sudah ada dan berkembang
  • Daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan untuk pendatang
Kondisi Fisik Dasar
  • Geomorfologi calon wilayah inti Ibu Kota Negara (IKN) tersusun oleh bentuklahan punggungan, lereng dan lembah.
  • Batuan penyusun calon wilayah inti terdiri dari Formasi Pamaluan (Omp), Formasi Bebulu (Nmbl), Formasi Pulaubalang (Nmpb) dan Endapan Aluvial (Qa).
  • Struktur geologi yang ada di daerah IKN adalah lipatan dan sesar dengan arah umum timurlaut – baratdaya, Sesar naik di bagian baratlaut, dicirikan oleh pola anomali gayaberat residual bergradien relatif tinggi.
Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
  • Calon wilayah inti tersusun atas batulempung bersisipan batupasir.
  • Perencanaan penataan kawasan ibukota memerlukan perhatian tertentu dalam hal keberadaan muka air tanah dan potensi air tanah yang terbatas untuk mendukung ketersediaan sumber air bersih.
  • Pengamatan lapangan memperlihatkan proses infiltrasi air hujan ke dalam tanah umumnya rendah.
Potensi Kebencanaan
  • Calon wilayah inti termasuk dalam kategori gerakan tanah rendah. Namun, atas perlapisan batulempung dan batupasir ini berpotensi menjadi bidang gelincir longsoran bila mengalami jenuh air.
  • Kerentanan erosi yang ada umumnya dipengaruhi oleh faktor alami seperti kemiringan dan panjang lereng, curah hujan, kondisi struktur geologi serta kedalaman tanah, tetapi perubahan fungsi lahan dapat merubah klasifikasi kerentanan erosi.
  • Kawasan rawan bencana gempa bumi rendah, berpotensi terlanda guncangan gempa bumi dengan skala intensitas sekitar V - VII MMI. Survei seismotektonik menunjukkan bahwa daerah ini termasuk dalam zona potensi bencana gempa bumi rendah – sedang, tetapi pada daerah baratlaut berada pada zona potensi bencana gempa bumi tinggi.
  • Struktur geologi yang dijumpaiberdasarkan seismotektonik dan mikrozonasi adalah 3 segmen Patahan naik aktif dan normal aktif Tembinus. Usaha mitigasi yang dapat dilakukan antara lain membuat kajian sepadan gawir dan lembah.
  • Sebaran unit batuan yang kemungkinan mengandung gas dijumpai di daerah Kecamatan Sepaku. Apabila pada suatu saat beban di permukaan bertambah dengan bertambahnya bangunan, dikhawatirkan terjadi keretakan yang dapat menyebabkan munculnya gas bertekanan tinggi ke permukaan dengan tekanan yang tinggi.
  • Sebaran potensi swabakar batubara di calon wilayah inti tergolong dalam zona low risk, sedangkan zona high risk berada di sebelah timur dan utara wilayah inti.
Arahan Tata Ruang
Karakteristik kesesuaian lahan calon wilayah inti berdasarkan aspek geologi termasuk dalam kesesuaian lahan sedang hingga rendah. Pembangunan perkotaan di daerah ini memerlukan biaya sedang hingga tinggi karena kebutuhan air sulit terpenuhi, morfologi landai hingga terjal dan kondisi keterdapatan batulempung yang bersifat kembang susut. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas agar memperhatikan kategori resiko sesuai SNI 1726:2012.

HOW
Perlu adanya mitigasi bencana di IKN dan persiapannya berdadarkan penelitian yang telah dilakukan. Misalnya pengamatan lapangan memperlihatkan proses infiltrasi air hujan ke dalam tanah umumnya rendah sehingga diperlukan penataan penyaluran air larian permukaan (runoff drainage) untuk mengatasi ancaman banjir. Potensi air tanah yang nantinya berkemungkinan susah air atau kekeringan sehingga harus dipersiapkan keberadaan airnya, dapat dengan merekayasa adanya air tanah rekayasa atau air permukaan tampungan.

SOLVE
Mitigasi Bencana di IKN Nusantara berdasarkan Kondisi Geologi

1. Kesesuaian lahan sedang

Resiko pembangunannya, morfologi landai-terjal bergelombang

Mitigasi:

- Cut & fill 

- Untuk mengendalikan banjir pada bagian lembah agar

difungsikan sebagai tempat penampungan aliran air

permukaan

- Pembangunan pada bagian perbukitan harus

memperhatikan BCR

Waktu pelaksanaan mitigasi

- Kontruksi 

- Pasca operasional

- Konstruksi

Resiko lainnya yaitu, ketersediaan air tanah sangat rendah-langka

Mitigaso

- Mencari alternatif dan mengelola sumber air

permukaan

- Membuat bendungan/waduk

Waktu mitigasi, konstruksi dan pasca operasional

2. Pemanfaatan air tanah berlebihan

Resiko pembangunan:

-Penurunan muka air tanah

-Release gas methane akibat kontak dengan batubara

Mitigasi:

- Pemasangan jaringan sumur pantau

- Monitoring kedudukan MAT dan kandungan gas methane

Waktu pelaksanaan mitigasi:

- Pasca operasional

- Pasca operasional

3. Daya dukung tanah/batuan

Resiko pembangunan:

Daya dukung pendasi sedang, dikarenakan adanya batulempung yang terdapat pada daerah tersebut diperkirakan memiliki sifat kembang susut yang cukup tinggi dan gerakan tanah

Mitigasi:

- Solusi untuk daya dukung tanah yang sedang pada batulempung agar dilakukan rekayasa teknis pada tanah dan bangunan infrastruktur untuk mengendalikan karaktetistik batulempung yg bersifat kembang susut dan gerakan tanah rayapan

Waktu pelaksanaan mitigasi

- Konstruksi

- Pasca operasional

4. Batubara

Resiko pembangunannya yaitu asap kendaraan

Mitigasi:

- Untuk Batubara yang sudah terbuka dilakukan monitoring secara berkala dan disediakan alat pemadam kebakaran. - Untuk batubara yang belum terbuka agar dimonitoring.

Waktu pelaksanaan mitigasi, pasca operasional

5. Rawa

Resiko pembangunan, menjadi daerah genangan atau banjir

Mitigasi:

- Monitoring 

- Direkayasa untuk dijadikan tempat penampungan air permukaan (pond)

Waktu pelaksanaan mitigasi, pasca operasional

6. Gempa bumi

Resiko pembangunan, gangguan stabilitas tanah dan infrastruktur bangunan dan jalan/jembatan

Mitigasi:

- Perlu adanya kajian mikrozonasi

- Penerangan building code/ kode  bangunan tahan gempa

- Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat

Waktu pelaksanaan mitigasi:

- Konstruksi

- Pasca operasional



RESUME SEMINAR

Pembicara 1: Edi Hidayat, ST., MT.
POTENSI KEBENCANAAN GEOLOGI DI CALON IBUKOTA NEGARA (IKN)


Di Jakarta keadaannya sudah tidak memungkinkan dan tidak pantas lagi. Sering terjadi bencana Banjir, kemacetan di mana-mana, kepadatan penduduk, dan dataran pulau jawa yang semakin menurun. Lokasi Pemilihan Ibu Kota Negara terbagi kedalam 3 kriteria : kawasan inti pusat pemerintahan , kawasan IKN, Kawasan Perluasan IKN. Alasan pindah ke Kalimantan:
  • Lokasi Strategis dari wilayah tengah Indonesia
  • Lokasi Bebas Gempa dan Tsunami
  • Struktur di Kalimantan yang cenderung stabil
  • Ketersediaan lahan milik negara sehingga pembangunan lebih murah
  • Kemiringan lahan dan daya dukung tanah yang relatif landai namun
  • Ketersediaan sumber daya air yang melimpah namun air tanah
  • Lokasi bebas banjir, kebakaran hutan dan lahan
  • Dekat dengan kota yang sudah ada dan berkembang
  • Daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan untuk pendatang
Kalimantan bebas dari gempa dan tsunami tapi potensinya tetap ada. Kalimantan memiliki struktur tua namun tidak berarti tidur namun jika ada triger akan dapat menimbulkan dampak. Batuan di IKN relatif lempung tua dan di atasnya adalah lempung tebal. Air lempung ketika memiliki sifat swelling akan menjadi bahaya jika terkena air mengembang dan pada saat kemarau akan retak retak jika dasar semua lempung akan menjadi masalah dan memerlukan perhatian. Ketersediaan air dalam batu lempung yang tebal akan susah air berada di sana. Potensi bencana yang ada di sulawesi perlu diperhatikan untuk dampak dari IKN nantinya.
KAlimantan juga dekat dan tersambung dengan selat makassar, di sana banyak sesar aktif. Keterkaitan struktur di kalimantan dan sulawesi itu juga tersambung.
Tantangannya :
1. Ketersediaan air tanah ( potensinya )


Pembicara 2: Dita Arif Yuwana, ST., MT., MA.
KAJIAN GEOLOGI UNTUK MITIGASI BENCANA DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI IKN NUSANTARA


Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Penataan ruang adalah sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatana ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Dalam regulasi pemerintahan, ada dasar hukumnya tentang pembangunan, penataan ruang dengan berbasis mitigasi bencana. Yang kita ketahui, daerah ibukota baru memiliki lempung yang tebal. Seberapa swelingnya? Lalu Apa yang sudah dilakukan dalam mecegah? Seberapa siap ibukota negara siap pindah? Jangan sampai Geologi dalam Pembangunan IKN Nusantara berperan sebagai peneliti kebencanaan dan yang memberikan mitigasi bencana yang sekiranya dapat dilakukan demi sejahteranya IKN nantinya. Yang sudah dilakukan meliputi:
Tahun 2017- Juli 2019
Desk Study dan Quick Assesment kesesuaian lahan untuk kesesuaian lahan
Agustus - Desember 2019
Survey geologi lingkungan untuk kesesuaian lahan
Survey, kajian, evaluasi dan analisis data geologi yang sudah ada serta pemetaan geologi tematik regional untuk memutakhirkan informasi geologi daerah IKN yang dituangkan ke dalam Atlas
Tahun 2020
Survey geologi tata lingkungan
Pengeboran teknik
Survey untuk identifikasi formasi pemaluan sebagai pembawa gas dangkal
Kondisi Fisik Dasar
  • Geomorfologi calon wilayah inti Ibu Kota Negara (IKN)
  • tersusun oleh bentuklahan punggungan, lereng dan lembah.
  • Batuan penyusun calon wilayah inti terdiri dari Formasi Pamaluan (Omp), Formasi Bebulu (Nmbl), Formasi Pulaubalang (Nmpb) dan Endapan Aluvial (Qa).
  • Struktur geologi yang ada di daerah IKN adalah lipatan dan sesar dengan arah umum timurlaut – baratdaya, Sesar naik di bagian baratlaut, dicirikan oleh pola anomali gayaberat residual bergradien relatif tinggi.
Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
  • Calon wilayah inti tersusun atas batulempung bersisipan batupasir. Pengukuran kekuatan tanah dan batuan (CPT) menunjukkan keterdapatan lapisan keras (qc > 150 kg/cm2) berkisar antara 2,0 – 4,0 m di bawah permukaan tanah dan setempat dapat mencapai 5,8 m. Rata-rata kedalaman lapisan keras pada kawasan tersebut menunjukkan daya dukung tanah/batuan yang cukup tinggi bagi pembangunan infrastruktur seperti bangunan ringan, jalan dan sebagainya.
  • Perencanaan penataan kawasan ibukota memerlukan perhatian tertentu dalam hal keberadaan muka air tanah dan potensi air tanah yang terbatas untuk mendukung ketersediaan sumber air
  • bersih.
  • Pengamatan lapangan memperlihatkan proses infiltrasi air hujan ke dalam tanah umumnya rendah sehingga diperlukan penataan penyaluran air larian permukaan (runoff drainage) untuk
  • mengatasi ancaman banjir.
Potensi Kebencanaan
  • Calon wilayah inti termasuk dalam kategori gerakan tanah rendah. Namun, atas perlapisan batulempung dan batupasir ini berpotensi menjadi bidang gelincir longsoran bila mengalami jenuh air.
  • Kerentanan erosi yang ada umumnya dipengaruhi oleh faktor alami seperti kemiringan dan panjang lereng, curah hujan, kondisi struktur geologi serta kedalaman tanah, tetapi perubahan fungsi lahan dapat merubah klasifikasi kerentanan erosi. • Kawasan rawan bencana gempa bumi rendah, berpotensi terlanda guncangan gempa bumi dengan skala intensitas sekitar V - VII MMI. Survei seismotektonik menunjukkan bahwa daerah ini termasuk dalam zona potensi bencana gempa bumi rendah – sedang, tetapi pada daerah baratlaut berada pada zona potensi bencana gempa bumi tinggi.
  • Struktur geologi yang dijumpaiberdasarkan seismotektonik dan mikrozonasi adalah 3 segmen Patahan naik aktif dan normal aktif Tembinus. Usaha mitigasi yang dapat dilakukan antara lain membuat kajian sepadan gawir dan lembah.
  • Sebaran unit batuan yang kemungkinan mengandung gas dijumpai di daerah Kecamatan Sepaku. Apabila pada suatu saat beban di permukaan bertambah dengan bertambahnya bangunan, dikhawatirkan terjadi keretakan yang dapat menyebabkan munculnya gas bertekanan tinggi ke permukaan dengan tekanan yang tinggi.
  • Sebaran potensi swabakar batubara di calon wilayah inti tergolong dalam zona low risk, sedangkan zona high risk berada di sebelah timur dan utara wilayah inti.
Arahan Tata Ruang
Karakteristik kesesuaian lahan calon wilayah inti berdasarkan aspek geologi termasuk dalam kesesuaian lahan sedang hingga rendah. Pembangunan perkotaan di daerah ini memerlukan biaya sedang hingga tinggi karena kebutuhan air sulit terpenuhi, morfologi landai hingga terjal dan kondisi keterdapatan batulempung yang bersifat kembang susut. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas agar memperhatikan kategori resiko sesuai SNI 1726:2012.

Mitigasi Bencana di IKN Nusantara berdasarkan Kondisi Geologi

1. Kesesuaian lahan sedang

Resiko pembangunannya, morfologi landai-terjal bergelombang

Mitigasi:

- Cut & fill 

- Untuk mengendalikan banjir pada bagian lembah agar

difungsikan sebagai tempat penampungan aliran air

permukaan

- Pembangunan pada bagian perbukitan harus

memperhatikan BCR

Waktu pelaksanaan mitigasi

- Kontruksi 

- Pasca operasional

- Konstruksi

Resiko lainnya yaitu, ketersediaan air tanah sangat rendah-langka

Mitigaso

- Mencari alternatif dan mengelola sumber air

permukaan

- Membuat bendungan/waduk

Waktu mitigasi, konstruksi dan pasca operasional

2. Pemanfaatan air tanah berlebihan

Resiko pembangunan:

-Penurunan muka air tanah

-Release gas methane akibat kontak dengan batubara

Mitigasi:

- Pemasangan jaringan sumur pantau

- Monitoring kedudukan MAT dan kandungan gas methane

Waktu pelaksanaan mitigasi:

- Pasca operasional

- Pasca operasional

3. Daya dukung tanah/batuan

Resiko pembangunan:

Daya dukung pendasi sedang, dikarenakan adanya batulempung yang terdapat pada daerah tersebut diperkirakan memiliki sifat kembang susut yang cukup tinggi dan gerakan tanah

Mitigasi:

- Solusi untuk daya dukung tanah yang sedang pada batulempung agar dilakukan rekayasa teknis pada tanah dan bangunan infrastruktur untuk mengendalikan karaktetistik batulempung yg bersifat kembang susut dan gerakan tanah rayapan

Waktu pelaksanaan mitigasi

- Konstruksi

- Pasca operasional

4. Batubara

Resiko pembangunannya yaitu asap kendaraan

Mitigasi:

- Untuk Batubara yang sudah terbuka dilakukan monitoring secara berkala dan disediakan alat pemadam kebakaran. - Untuk batubara yang belum terbuka agar dimonitoring.

Waktu pelaksanaan mitigasi, pasca operasional

5. Rawa

Resiko pembangunan, menjadi daerah genangan atau banjir

Mitigasi:

- Monitoring 

- Direkayasa untuk dijadikan tempat penampungan air permukaan (pond)

Waktu pelaksanaan mitigasi, pasca operasional

6. Gempa bumi

Resiko pembangunan, gangguan stabilitas tanah dan infrastruktur bangunan dan jalan/jembatan

Mitigasi:

- Perlu adanya kajian mikrozonasi

- Penerangan building code/ kode  bangunan tahan gempa

- Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat

Waktu pelaksanaan mitigasi:

- Konstruksi

- Pasca operasional