Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Assalamu'alaikum, selamat pagi, saya Dinda Tiara Sani dari kelompok 3,
saya izin bertanya, dalam penentuan biaya bahan baku terdapat metode pencatatan bahan baku
yaitu metode fisik dan metode mutasi persediaan. Dalam fungsinya apa kelemahan dan kelebihan dalam kedua metode itu? Terima kasih ya
saya izin bertanya, dalam penentuan biaya bahan baku terdapat metode pencatatan bahan baku
yaitu metode fisik dan metode mutasi persediaan. Dalam fungsinya apa kelemahan dan kelebihan dalam kedua metode itu? Terima kasih ya
In reply to 170304200035 Dinda Tiara Sani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
waalaikumsalam saya nadya dari kelompok 2 izin menjawab
pencatatatan bahan baku metode fisik memiliki kelemahan yaitu mengadakan perhitungan di akhir periode maka kehilangan barang persediaan akan sulit diketahui perusahaan dan juga metode ini berjangka pendek seperti dilakukannya pencatatan 3 atau 6 bulan sekali, dan kelebihan dari metode ini karena adanya pencatatan yang hanya dilakukan secara periodik tidak mesti setiap saat untuk melakukan transaksi dan hanya dilakukan pada akhir periode. Dengan demikian, metode periodik dapat menghemat waktu dan tenaga yang banyak.
untuk metode mutasi persediaan kelemahannya yaitu dihitung/dicatat sepanjang waktu tidak menutup kemungkinan juga dengan adanya penulisan yang kurang akurat., dan kelebihan dari penggunaan metode ini adalah sistem pecatatannya tidak harus dilakukan secara fisik atau bisa dibilang dengan stock opname.
pencatatatan bahan baku metode fisik memiliki kelemahan yaitu mengadakan perhitungan di akhir periode maka kehilangan barang persediaan akan sulit diketahui perusahaan dan juga metode ini berjangka pendek seperti dilakukannya pencatatan 3 atau 6 bulan sekali, dan kelebihan dari metode ini karena adanya pencatatan yang hanya dilakukan secara periodik tidak mesti setiap saat untuk melakukan transaksi dan hanya dilakukan pada akhir periode. Dengan demikian, metode periodik dapat menghemat waktu dan tenaga yang banyak.
untuk metode mutasi persediaan kelemahannya yaitu dihitung/dicatat sepanjang waktu tidak menutup kemungkinan juga dengan adanya penulisan yang kurang akurat., dan kelebihan dari penggunaan metode ini adalah sistem pecatatannya tidak harus dilakukan secara fisik atau bisa dibilang dengan stock opname.
In reply to 170304200035 Dinda Tiara Sani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Ali Izzatul_Kelompok 6
Setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing,, Tepat tidaknya diterapkan pada sebuah perusahaan bergantung pada jenis persediaan tersebut,,,, misal apabila bahan baku pada persediaan perputarannya cenderung cepat tentu metode mutasi cocok untuk hal tersebut karena perpindahan yang frekuensinya tinggi berpotensi terjadi selisih/hilangnya sebuah bahan baku persediaan,sehingga menggunakan metode mutasi persediaan bahan baku lebih up-to-date terlacak
Untuk metode fisik cocok untuk frekuensi perpindahan bahan baku yang lambat,, sehingga pelacakan/pencatatan diakhir periode tertentu sudah cukup untuk dilakukan
Setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing,, Tepat tidaknya diterapkan pada sebuah perusahaan bergantung pada jenis persediaan tersebut,,,, misal apabila bahan baku pada persediaan perputarannya cenderung cepat tentu metode mutasi cocok untuk hal tersebut karena perpindahan yang frekuensinya tinggi berpotensi terjadi selisih/hilangnya sebuah bahan baku persediaan,sehingga menggunakan metode mutasi persediaan bahan baku lebih up-to-date terlacak
Untuk metode fisik cocok untuk frekuensi perpindahan bahan baku yang lambat,, sehingga pelacakan/pencatatan diakhir periode tertentu sudah cukup untuk dilakukan
In reply to 170304200035 Dinda Tiara Sani
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Waalaikumsalam, saya alisa zahra dari kelompok 5 izin menambahkan.
Kelebihan dan kelemahan dari metode fisik dan metode mutasi pada persediaan, yaitu
Metode fisik, Kelebihan dari metode fisik yaitu pencatatan pada metode fisik dilakukan secara periodik, mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat dan biasanya metode fisik digunakan oleh perusahaan yang penggunakan waktu dan tenaganya secara efisien. Adapun Kekurangan pada petode fisik yaitu tidak bisa mengetahuinya jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan dan pencatatan penjualan pembelian terpisah sehingga tidak bisa mengetahui stok sewaktu-waktu atau tidak real time
Metode mutasi persediaan , kekurangan pada metode mutasi persediaan atau perpentual yaitu menghabiskan waktu dan tenaga yang lebih dalam pencatatan, harus memiliki buku besar pembantu terutama untuk jenis usaha yang memiliki banyak persediaan dan Kelebihan pada metode ini yaitu mengetahui jumlah persediaan kapan saja dan perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan atau perhitungan secara fisik
Kelebihan dan kelemahan dari metode fisik dan metode mutasi pada persediaan, yaitu
Metode fisik, Kelebihan dari metode fisik yaitu pencatatan pada metode fisik dilakukan secara periodik, mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat dan biasanya metode fisik digunakan oleh perusahaan yang penggunakan waktu dan tenaganya secara efisien. Adapun Kekurangan pada petode fisik yaitu tidak bisa mengetahuinya jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan dan pencatatan penjualan pembelian terpisah sehingga tidak bisa mengetahui stok sewaktu-waktu atau tidak real time
Metode mutasi persediaan , kekurangan pada metode mutasi persediaan atau perpentual yaitu menghabiskan waktu dan tenaga yang lebih dalam pencatatan, harus memiliki buku besar pembantu terutama untuk jenis usaha yang memiliki banyak persediaan dan Kelebihan pada metode ini yaitu mengetahui jumlah persediaan kapan saja dan perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan atau perhitungan secara fisik
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Assalamualaikum, saya Ghina Misrina M 170304200017 dari kelompok 3, izin bertanya
Dalam metode penentuan biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi, metode mana yang paling sering digunakan oleh perusahaan? Dan berikan alasan mengapa metode tersebut yang paling sering digunakan oleh perusahaan. Terima kasih sebelumnya
Dalam metode penentuan biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi, metode mana yang paling sering digunakan oleh perusahaan? Dan berikan alasan mengapa metode tersebut yang paling sering digunakan oleh perusahaan. Terima kasih sebelumnya
In reply to 170304200017 Ghina Misrina Mardhotilah
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Waalaikumsalam, terima kasih atas pertanyaannya. Saya Difa Ghassani dari kelompok 2, izin menjawab. Menurut saya, setiap perusahaan memiliki metode yang bebeda tergantung dari besar perusahannya. Jika ruang lingkup perusahaan tersebut masih kecil, bisa menggunakan LIFO karena bahan baku yang biasanya digunakan tidak terlalu banyak, sehingga tidak perlu khawatir adanya kerusakan bahan baku produk. Sementara jika ruang lingkup perusahaan tersebut sudah besar, lebih baik menggunakan FIFO karena bahan baku yang biasanya akan digunakan akan lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang kecil.
In reply to First post
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Assalamualikum wr. wb, saya Aulia Nurwahida Hermayadi Putri NPM 170304200008 dari kelompok 1 izin bertanya kepada kelompok 2, Apabila terdapat produk rusak pada saat produksi, maka perlakuan terhadap produk rusak yang terjadi karena sulitnya pengerjaan produk tersebut, bagaimana pembebanan harga pokok produk tersebut?
In reply to 170304200008 AULIA NURWAHIDA HERMAYADI PUTRI
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Waalaikumsalam wr.wb, saya Gusti Arya Nugraha dari klompok 2 ijin menjawab. Jika produk rusak terjadi karena sulitnya pengerjaan pesanan tertentu atau faktor luar biasa yang lain, maka harga pokok produk rusak dibebankan sebagai tambahan harga pokok produk yang baik dalam pesanan yang bersangkutan. Jika produk rusak tersebut masih laku dijual, maka hasil penjualannya diperlakukan sebagai pengurang biaya produksi pesanan yang menghasilkan produk rusak tersebut.
Assalamu'alaikum, selamat pagi, saya Yassirullah Apta Saputra dari kelompok 3,
Apabila bahan baku yang diterima di bagian gudang mengalami pencacatan atau rusak ketika dalam perjalanan menuju gudang, bagaimana proses pecatatannya?
Apabila bahan baku yang diterima di bagian gudang mengalami pencacatan atau rusak ketika dalam perjalanan menuju gudang, bagaimana proses pecatatannya?
In reply to 170304200006 YASSIRULLAH APTA SAPUTRA
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Wa'alaikumsalam, pagi cigo.
saya zulfikar ridho izin bantu menjawab. apabila bahan baku yang diterima di gudang mengalami cacat maka barang sebaiknya dikembalikan (retur) kepada pihak supplier karena barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan apa yang diminta, maka barang yang layak dicatata sebagaimana mestinya dan barang yang cacat dikembalikan dan dicatat sebagai retur barang.
saya zulfikar ridho izin bantu menjawab. apabila bahan baku yang diterima di gudang mengalami cacat maka barang sebaiknya dikembalikan (retur) kepada pihak supplier karena barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan apa yang diminta, maka barang yang layak dicatata sebagaimana mestinya dan barang yang cacat dikembalikan dan dicatat sebagai retur barang.
Selamat pagi, saya Jeremia Gamylael dari kelompok 3 izin bertanya.
apakah ada perbedaan dari sistem pencatatan untuk bahan sisa, bahan cacat, dan bahan rusak? dan apabila sebuah perusahaan menemukan suatu bahan sisa namun bahan tersebut memiliki kecacatan atau kerusakan, apakah bahan tersebut masih masuk ke dalam sistem pencatatan bahan sisa?
terima kasih
apakah ada perbedaan dari sistem pencatatan untuk bahan sisa, bahan cacat, dan bahan rusak? dan apabila sebuah perusahaan menemukan suatu bahan sisa namun bahan tersebut memiliki kecacatan atau kerusakan, apakah bahan tersebut masih masuk ke dalam sistem pencatatan bahan sisa?
terima kasih
In reply to 170304200012 Jeremia Gamylael
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Tentu memiliki perbedaan dalam pencatatannya
Bahan sisa yang rusak atau cacat pencatatannya akan masuk kedalam detective goods atau spoiled goods tersebut bukan lagi pada pencatatan barang sisa, karena nilai bahan sisa tersebut sudah turun akibat kecacatan atau kerusakan yang terjadi
Note :
•Bahan sisa adalah bahan yang masih memiliki standar kualitas produksi namun tidak terpakai
•Produk Cacat atau rusak secara standar kualitasnya sudah tidak masuk kualitas produksi (nilainya rendah)
Bahan sisa yang rusak atau cacat pencatatannya akan masuk kedalam detective goods atau spoiled goods tersebut bukan lagi pada pencatatan barang sisa, karena nilai bahan sisa tersebut sudah turun akibat kecacatan atau kerusakan yang terjadi
Note :
•Bahan sisa adalah bahan yang masih memiliki standar kualitas produksi namun tidak terpakai
•Produk Cacat atau rusak secara standar kualitasnya sudah tidak masuk kualitas produksi (nilainya rendah)
In reply to 170304200012 Jeremia Gamylael
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Selamat pagi, saya Natashya Paulina dari kelompok 2 izin menjawab, untuk perbedaan dalam sistem pencatatan untuk bahan sisa, bahan cacat, dan bahan rusak secara garis besarnya berbeda, beberapa perbedaan terlihat dalam aspek-aspeknya seperti kalau dalam barang rusak terdapat penggolongan bahan rusak bersifat normal dan mana yang tidak, dan dalam bahan rusak juga terdapat pencatatan kerugian yang disebabkan bahan rusak tersebut, begitupula dengan bahan cacat, sedangkan dalam bahan sisa masih dapat diperjual belikan, sehingga berpengaruh terhadap pencatatannya. Dan biasanya dalam sebuah perusahaan, bahan sisa ini akan mengalami pemilahan, mana yang masih layak untuk diperjual belikan dan mana yang rusak/cacat, bila sisa bahan tersebut ternyata rusak/cacat maka dimasukan kedalam pencatatan bahan rusak/cacat. Semoga menjawab, Sekian dan Terima Kasih.
Assalamualaikum saya Syifa Aulia Hafsari NPM 170304200016 dari kelompok 3 izin bertanya. Pada masalah-masalah khusus yang berhubungan dengan bahan baku, permasalahan apa yang paling merugikan dalam proses
produksi di suatu perusahaan?
produksi di suatu perusahaan?
In reply to 170304200016 Syifa Aulia Hafsari
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
waalaikumsalam wr. wb., saya siti vania dari kelompok 2 izin menjawab, masalah yang paling merugikan dalam suatu perusahaan adalah produk rusak, produk rusak adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki menjadi produk yang baik. Produk rusak juga menyerap biaya bahan, biaya tenaga kerja dan BOP. Jika produk rusak dijual kembali harganya akan anjlok dan harganya tidak menutupi biaya biaya lain yang digunakan untuk memproduksi produk produk rusak ini.
Assalamualaikum,saya dari kelompok 6 ingin bertanya mengenai selisih biaya bahan baku yang sering terjadi dalam praktiknya diperusahaan,apa yang menyebabkan hal itu terjadi dan bagaimana cara untuk menanganinya,terima kasih sebelumnya
In reply to 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Waalaikumsalam, saya juga dari kelompok 6 btw ,, selisih biaya bahan baku terjadi karena Purchase Order tidak dalam satu Invoice yang sama (bukan borongan) ,, mengingat fluktuasi harga di pasar terhadap bahan baku juga kerap terjadi
Solusinya adalah Perusahaan dapat melakukan tekan kontrak dengan Vendor yang didalamnya menyepakati harga sejak awal dalam sebuah periode pemesanan tertentu (borongan),, sehingga fluktuasi harga bahan baku,dll di pasar tidak akan menekan biaya bahan baku
Solusinya adalah Perusahaan dapat melakukan tekan kontrak dengan Vendor yang didalamnya menyepakati harga sejak awal dalam sebuah periode pemesanan tertentu (borongan),, sehingga fluktuasi harga bahan baku,dll di pasar tidak akan menekan biaya bahan baku
In reply to 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Selamat pagi, saya Natashya Paulina dari kelompok 2 izin menjawab, selisih biaya bahan baku terjadi dalam perusahaan diakibatkan oleh karena adanya fluktuasi harga, adanya kelebihan atau kekurangan bahan baku dari standar yang telah ditetapkan, biasanya hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap penggunaan bahan, penggunaan bahan substitusi, dan tingkat efisiensi yang menurun. Untuk menangani selisih biaya bahan baku tersebut ialah dengan penerapan biaya standar dalam perusahaan dan sistem pengendalian bahan baku sehingga dapat mengendalikan harga pokok produksi, dan dapat menimbulkan efisiensi dan efektivitas dari perusahaan tsb.
In reply to 170304200036 Anggita Dwi Ramadhanti
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
saya siti vania dari kelompok 2 izin menjawab cara menanganu selisih bahan naku dengan cara mengatasi slack budgeting yaitu kebijakan yang dilakukan perusahaan untuk mencapai target dengan mudah, selain itu melaksanakan secara terliti penegndalin bahan baku.
Selamat pagi, saya Yonanda Cahya dari kelompok 4, izin bertanya, di penentuan harga pokok bahan baku dalam proses produksi itu ada metode biaya standar, apa perbedaan antara biaya normal dan biaya standar itu ? apakah terletak di pembebanan harga nya? atau bagaimana?
Terima kasih.
Terima kasih.
In reply to 170304200034 Yonanda Cahya
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
selamat pagi, saya siti vania dari kelompok dua ingin mencoba menjawab, Normal costing atau biaya normal adalah cara pembebanan biaya tidak langsung dengan menggunakan dasar suatu alokasi yang telah ditetapkan. Alokasi ini merupakan hasil hitung-hitungan data yang telah dikelola tahun lalu. biaya standar adalah biaya yang ditentukan terlebih dahulu terhadap biaya produksi. Biaya standar biasanya bersifat ilmiah karena penetapan biaya standar ini merupakan hasil dari penelitian teknis.
Assalamualaikum, Selamat pagi, saya Firyal Azka dari kelompok 3 izin bertanyaaa. Kenapa di setiap perusahaan harus memerlukan sistem pengendalian persediaan bahan baku? Dan Bagaimana sistem pengendalian pada perusahaan? Terima kasih
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Wa'alaikumsalam, Saya Gusti Arya Nugraha dari klompok2 izin menjawab. karena pengendalian bahan baku merupakan upaya atau kegiatan yang dilakukan oleh instansi untuk mengambil keputusan sehingga kebutuhan akan bahan untuk keperluan produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan risiko yang sekecil mungkin. Persediaan yang terlalu sedikit akan menghambat proses produksi perusahaan dan sebaliknya persediaan terlalu besar (overstock) merupakan pemborosan yang menyebabkan terlalu tingginya beban-beban biaya seperti biaya pemeliharaan, penyimpanan, dan lainnya.
Ada 5 metode yang di lakukan di perusahaan dalam pengendalian bahan baku yaitu:
Metode Order Cycling
Metode order cycling merupakan metode pengendalian bahan baku dengan cara melakukan review secara periodik.
Metode The Mix-Max
Metode pengendalian bahan baku ini didasarkan pada asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum.
Metode The Two-bin
Metode ini diterapkan pada jenis bahan baku yang harganya murah (relatif tidak mahal). Metode ini membagi/memisahkan bahan baku menjadi dua bagian. Pertama, bahan baku yang akan digunakan selama periode saat bahan baku diterima dan saat pemesanan dilakukan.
Metode The Automatic Order System
The automatic order system atau sering disebut metode pemesanan otomatis adalah metode pengendalian bahan baku yang secara otomatis akan melakukan pemesanan bahan baku jika persediaan berada sampai jumlah tingkat pemesanan kembali.
Metode ABC
Metode ABC sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan skala besar yang memiliki jumlah persediaan banyak dan dengan nilai yang berbeda-beda. Pengendalian bahan baku yang nilainya tinggi berbeda dengan persediaan yang nilainya rendah.
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
Selamat pagi, saya Natashya Paulina dari kelompok 2 izin menjawab, perlunya sistem pengendalian persediaan bahan baku ialah untuk :
- menjaga agar jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga mengakibatkan terhentinya proses produksi
- menjaga agar pembentukan perusahaan tidak terlalu besar atau berlebihan, sehingga dapat menekan biaya produksi
- menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari karena akan mengakibatkan biaya pemesanan menjadi besar
sistem pengendalian persediaan BB yang efektif menjadi harapan setiap perusahaan, namun dalam setiap perusahaan penerapannya akan beberbeda karena harus berkaitan dengan tujuan perusahaan itu sendiri, yang pasti setiap perusahaan pasti menginginkan penjualan yang maksimal dengan penggunaan sumber daya (bahan baku) yang optimal. Pengendalian ini juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai jumlah produksi yang diinginkan oleh perusahaan demi memenuhi kebutuhan konsumen. semoga menjawab, sekian dan terimakasih.
- menjaga agar jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga mengakibatkan terhentinya proses produksi
- menjaga agar pembentukan perusahaan tidak terlalu besar atau berlebihan, sehingga dapat menekan biaya produksi
- menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari karena akan mengakibatkan biaya pemesanan menjadi besar
sistem pengendalian persediaan BB yang efektif menjadi harapan setiap perusahaan, namun dalam setiap perusahaan penerapannya akan beberbeda karena harus berkaitan dengan tujuan perusahaan itu sendiri, yang pasti setiap perusahaan pasti menginginkan penjualan yang maksimal dengan penggunaan sumber daya (bahan baku) yang optimal. Pengendalian ini juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai jumlah produksi yang diinginkan oleh perusahaan demi memenuhi kebutuhan konsumen. semoga menjawab, sekian dan terimakasih.
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
wa'alaikumsalam, pagi mang azka.
saya zulfikar ridho coba bantu menjawab, sistem pengendalian persediaan bahan baku akan sangat diperlukan oleh perusahaan karena hal ini merupakan sistem yang akan mengatur pengendalian bahan baku sehingga kuantitas, pengendalian, penyimpanan dan perawatan persediaan akan dapat lebih optimal, sehingga dana yang dikeluarkan untuk pengelolaan persediaan dapat lebih efektif dan efisien.
dan untuk sistem persediaan yang diterapkan pada perusahaan terdapat 2 yaitu:
1. Continous Review Method, merupakan metode dimana posisi barang-barang yang tersedia di dalam gudang dianggap sama dengan posisi persediaan barang dalam sistem deterministik (sistem dimana permintaan terhadap barang telah diketahui dengan pasti)
2. Periodic Review Method, merupakan metode dimana jarak waktu antara dua pesanan dalam pengendalian persediaan adalah tetap. Dalam metode ini, persediaan pengaman (safety stock) sangat dibutuhkan karena kemungkinan persediaan habis sebelum masa periode pemesanan datang akan terjadi.
saya zulfikar ridho coba bantu menjawab, sistem pengendalian persediaan bahan baku akan sangat diperlukan oleh perusahaan karena hal ini merupakan sistem yang akan mengatur pengendalian bahan baku sehingga kuantitas, pengendalian, penyimpanan dan perawatan persediaan akan dapat lebih optimal, sehingga dana yang dikeluarkan untuk pengelolaan persediaan dapat lebih efektif dan efisien.
dan untuk sistem persediaan yang diterapkan pada perusahaan terdapat 2 yaitu:
1. Continous Review Method, merupakan metode dimana posisi barang-barang yang tersedia di dalam gudang dianggap sama dengan posisi persediaan barang dalam sistem deterministik (sistem dimana permintaan terhadap barang telah diketahui dengan pasti)
2. Periodic Review Method, merupakan metode dimana jarak waktu antara dua pesanan dalam pengendalian persediaan adalah tetap. Dalam metode ini, persediaan pengaman (safety stock) sangat dibutuhkan karena kemungkinan persediaan habis sebelum masa periode pemesanan datang akan terjadi.
In reply to 170304200028 Firyal Azka Nururrahman
Re: Tanya Jawab Materi Kelompok 2
waalaikumsalam saya nadya dari kelompok 2 izin menjawab. Pengendalian persediaan dapat menentukan prosedur optimal dalam penentuan jumlah bahan baku yang harus disimpan untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, dengan melakukan pengendalian terhadap persediaan bahan baku maka dapat meminimalisir terjadinya kelebihan ataupun kekurangan persediaan bahan baku yang dapat mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian ataupun keuntungan. sistem pengendalian bahan baku yang dapat digunakan oleh perusahaan agar lebih memudahkan bagian pembelian pada saat membeli bahan baku dengan membuat laporan perhitungan barang dan laporan stock persediaan