Nama Mata Kuliah / Kelas: Indonesia's Healthcare System
Kode / Fase: Fase Transisi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter (PSPD)
Pengembang / Tim Penyusun: Sari Puspa Dewi, Julia Ramadhanti, Okky Husain
Versi Dokumen / Berlaku: Versi 1.0 (Berlaku per 1 Agustus 2026)
Metode Pembelajaran: Outcome-Based Education (OBE), Flipped Classroom (Asinkronus), Small Class Discussion / Tutorial (Sinkronus), Skills Lab / Role Play, Workplace Exposure, dan Reflective Practice.
1. Deskripsi Kelas (Course Description)
Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa kedokteran pada fase transisi agar memiliki kesadaran sistemik dalam ekosistem pelayanan kesehatan nasional. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pendekatan kuratif individual, melainkan mengintegrasikan tiga pilar utama:
-
Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS): Memahami sistem rujukan berjenjang, tata kelola pembiayaan, dan dokumentasi rekam medis berformat SOAP sesuai standar coding klaim JKN.
-
Pendekatan Kesehatan Masyarakat (Community Health): Bertransisi dari paradigma kuratif menuju pelayanan promotif, preventif, dan holistik berbasis Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta komunitas.
-
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPC/PPI): Penerapan Universal Precaution, keselamatan pasien (patient safety), dan keselamatan tenaga kesehatan (occupational safety).
2. Capaian Pembelajaran Kelas (Course Learning Outcomes)
Setelah menyelesaikan kelas ini, mahasiswa mampu:
-
Kognitif (C1–C5):
-
Mengidentifikasi prinsip pembiayaan JKN/BPJS, paradigma community health, dan pedoman IPC.
-
Menjelaskan peran dokter FKTP (gatekeeper), sistem rujukan berjenjang, dan elemen SOAP.
-
Menerapkan alur rujukan berjenjang berdasarkan indikasi medis.
-
Merancang gagasan/proyek intervensi komunitas promotif-preventif berbasis bukti (Proposal Community Project / Policy Brief).
-
Mengkritisi tantangan birokrasi asuransi kesehatan dan keseimbangan mutu asuhan klinis.
-
Psikomotor (P3):
-
Mendemonstrasikan langkah-langkah IPC (hand hygiene 6 langkah WHO & donning/doffing APD) secara presisi.
-
Mendemonstrasikan pendokumentasian rekam medis format SOAP terstruktur yang memenuhi prasyarat klaim BPJS.
-
Afektif (A3–A4):
-
Menunjukkan kepatuhan terhadap universal precaution, ketelitian administratif, komunikasi empatik/de-eskalasi, serta profesionalisme interprofesional.
3. Alur Pembelajaran (Learning Journey)
4. Skema Asesmen & Evaluasi (Assessment Scheme)
-
Pre-test MCQ: Evaluasi pemahaman awal kognitif (C1–C3).
-
Rubrik Partisipasi Tutorial: Menilai clinical & community reasoning serta komunikasi.
-
DOPS / Checklist Role-Play: Menilai keterampilan teknik PPI dan kelengkapan SOAP.
-
Sidang Proposal Community Project: Menilai analisis SDoH, kualitas solusi promotif-preventif, kelayakan (SMART), dan argumentasi.
-
Reflective Writing Rubric: Menilai kedalaman kesadaran diri (self-awareness), critical thinking, dan action plan.
-
Instrumen Profesionalisme (P-MEX & T-MEX):
5. Referensi & Sumber Belajar Utama
-
Textbook & Manual:
-
Park's Textbook of Preventive and Social Medicine (27th ed.)
-
Maxcy-Rosenau-Last Public Health and Preventive Medicine (16th ed.)
-
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Keluarga (Darmawan dkk., 2023)
-
Bates' Guide to Physical Examination and History Taking
-
Regulasi & Pedoman:
-
UU No. 40 Tahun 2004 (SJSN) & UU No. 24 Tahun 2011 (BPJS)
-
Permenkes No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman PPI di Fasyankes
-
Pedoman Teknis PPI di FKTP Kemenkes RI (2020)
-
Panduan UHC & IPC dari WHO dan CDC