Section outline
-
-
Stress merupakan salah satu bentuk gangguan psikologis. Untuk mengatasi stress ini biasanya seorang psikolog meminta pasien untuk mengikuti suatu spikoterapi. Salah satu psikoterapi yang biasa dipergunakan dalam mengurangi stress adalah terapi A. namun demikian terapi A ini masih belum sangat efektif untuk menurunkan tingkat stress. Oleh karena itu seorang peneliti mencoba menambahkan terapi B untuk bisa meningkatkan efektifitas dari terapi A. Untuk memperoleh bukti empiris peneliti tersebut melakukan sebuah percobaan psikoklinis. Dalam percobaan ini dilibatkan sebanyak 64 pasien penderita stress. Pasien-pasien tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang beri terapi A dan kelompok yang diberi terapi A+B. Pasien ditempat pada kelompok A atau A+B melalui sebuah prosedur pengacakan. Terdapat sebanyak 33 yang diberi terapi A dan 31 terapi A+B. Selanjutnya percobaan dilakukan dengan prosedur sebagai berikut. Pada awal percobaan semua pasien diukur tingkat stress. Segera setelah pengukuran ini, setiap pasein diberi terapi sesuai dengan kelompoknya. Untuk melihat efek dari terapi yang diberikan, seminggu setelah selesai proses pemberian terapi, pasien diukur kembali tingkat stressnya. Pengukuran tingkat stress selanjutnya dilakukan pada satu dan tiga bulan setelah pemberian terapi. Data hasil pengukuran tingkat stress diberikan dalam file stress_com.csv. Selain tingkat stress sebelum diberi terapi, efektifitas terapi diduga bergantung pula pada jenis kelamin, sumber stress, dan ada tidaknya komorbid. Selain itu diduga pula bahwa tingkat stress akan berkurang seiring waktu dan karakteristik stress setiap individu bersifat khas. Bantulah peneliti tersebut untuk mengakses kontribusi terapi B dalam meningkatkan efektifitas terapi A dalam menurunkan tingkat stress dan dugaan lainnya. Berikan penjelasan mengenai setiap tahapan analisis yang anda kerjakan.
Kerjakan Mandiri
-