Nama : Sira Kamila Dewanti Amalia
NPM : 180720210502
Program Studi : Kajian Budaya
Gayatri Chakravorty Spivak 1942_Feminism and Critical Theory (Feminisme dan Teori Kritis)
Tanggapan Teori
- Spivak mencoba untuk menata ulang atau mendekonstruksi wacana marxisme dan psikoanalisis dalam memandang feminisme atau perempuan agar muncul gagasan baru mengenai perempuan. Pembahasan Marx tidak menyentuh bagaimana perempuan melahirkan dan hubungan antara perempuan dengan anaknya, karena gagasan Marx bersandar pada hubungan produk dan tenaga kerja. Begitu pula dengan Freud yang tidak menyentuh pembahasan rahim sebagai tempat produksi
- Spivak melihat feminisme dalam hubungan antara dekonstruksi, marxisme, dan psikoanalisis terhadap perempuan dalam wacana teks.
- Marx sebagai pengagas teori yang memandang dunia bekerja atas ekonomi, mengenai produksi, sirkulasi dan distribusi. Sistem kapitalis dan proses kerja membentuk seseorang menjadi sebuah komoditas (bahan perdagangan). Gagasan Marx membentuk pemahaman bahwa berharganya seseorang ditentukan oleh nilai guna yang diberikan melebihi nilai tukar (uang ataupun tenaga) sehingga ia mendapatkan nilai lebih. Karenanya, gagasan ini membentuk posisi perempuan atas ‘penggunaan, nilai tukar, dan nilai lebih’. Perempuan dilihat atas penggunaan, nilai tukar, dan surplus. Surplus merupakan pandangan mengenai perempuan yang dapat mencari uang sebagai sumber produksi bagi laki-laki yang memiliki perempuan. Slogan pekerjaan rumah tangga itu indah merupakan cara menghalangi perempuan masuk ke dalam ruang lingkup ekonomi. Perempuan dipandang sebagai agen dalam teori produksi karena memiliki tempat produksi di dalam rahim. Kepemilikan laki-laki atas anak memperlihatkan bahwa adanya kekuasaan dan kepemilikan yang sah dari laki-laki terhadap produk perempuan.
- Psikonalaisis membahas mengenai kesadaran dan ketidaksadaran mengupas tentang kekuatan yang dilahirkan oleh alat kelamin, bagaimana penis dan vagina mempengaruhi penentuan posisi dari perempuan dan laki-laki. Terdapat konsep penis envy dalam gagasan Freud, bahwa hadir rasa iri dari perempuan terhadap laki-laki karena kekuatannya, dan penis menjadi simbol dari kekuatan itu, penentu peran dari laki-laki dan perempuan. Freud menganggap sakit-sakit sebagai penunda rasa senang. [Melampaui Prinsip Kesenangan]. Spivak berpendapat bahwa di dalam rahim, tempat produksi, ada kemungkinan rasa sakit ada dalam konsep normalitas dan produktivitas. Oposisi kesenangan/sakit dipertanyakan dalam 'normalitas' fisiologis perempuan. Spivak memandang bahwa rasa sakit antara perempuan dan laki-laki tidak bekerja dengan cara yang sama.
- Spivak juga membahas mengenai ras dalam peran perempuan, dan kaitannya dengan gender.
Teori yang tidak dipahami:
- Pembahasan mengenai tekstualitas dan reduksi dalam wacana manusia. Apa yang dimaksud dengan model reduktif dan metode nonreduktif
- Maksud dari eksternalisasi dan keterasingan yang digagas spivak untuk memperluas teori marxis
Teori yang ingin ditanyakan:
- Mengapa Spivak mendefinisikan kata wanita sebagai kata yang bertumpu pada laki-laki, tetapi di saat yang bersamaan Spivak menjelaskan bahwa itu merupakan posisi reaksioner (tidak bisa menerima perubahan), tetapi dia juga menjelaskan bahwa sebagai seorang dekosntruktivis, makna kata dari perempuan dan laki-laki bisa terus menerus ditata ulang. Saya tidak mengerti penataan ulang seperti apa yang dimaksud oleh Spivak? Kenapa harus menyatakan bahwa ia mendefinisikan perempuan dengan merujuk kepada laki-laki kalau Spivak pada akhirnya akan menata ulang definisi perempuan itu. Apakah dengan gagasan womb-envy? Dan bagaimana gagasan womb-envy ini bekerja?
- Mengapa perempuan kontemporer yang mencari kompensasi finansial atas pekerjaan rumah yang dilakukan tidak dianggap sebagai pertukaran?
- Pertanyaan Spivak atas nilai guna wanita yang tidak dibayar atas pekerjaannya sebagai suami atau keluarga? Apakah nilai dari seorang perempuan didasarkan pada upah saja? Saya masih belum menemukan dan memahami jawabannya.
- Penis envy yang saya pahami menjadi gagasan yang memandang laki-laki lebih baik berdasarkan alat kelaminnya, yakni penis. Saya tidak mengerti maksud kalimat dari perempuan adalah laki-laki sebelum menemukan seks (the little girl is a little boy bcfore she discovers sex)?
- The discourse of “clitoris” digagas sebagai reaksi Spivak atas teori maskulinisme Freud
- Saya tidak paham mengenai pandangan Spivak bahwa tulisan perempuan menjadi karya yang marjinal, spivak sudah menjelaskan di akhir teks mengenai kritik terhadap gagasan mengenai perempuan sebagai sebuah kepatuhan, tapi saya belum menangkap maksud dari marjinal itu sendiri.