Skip to main content
You are not enrolled in any courses.

Course overview
List of all available courses

Pembentukan Etika dalam diri seseorang

Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 198307012010122004 Laila Qodariah -
Number of replies: 11


Apakah makna dari etika? Bagaimana kaitan etika dengan nilai? Bagaimana etika bisa terbentuk?

In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
by 190110180035 Azka Azkiya Isdiansyah -
Etika berasal dari kata Yunani “ethos” yang dapat diartikan sebagai tindakan yang merupakan bagian dari diri seseorang (Dewantara, 2017). Menurut The Collins English Dictionary (dalam Flanagan & Banyard, 2005), etika memiliki dua makna: (1) sebagai kode sosial, agama, dan sipil dari perilaku yang diangap benar pada suatu kelompok; dan (2) sebagai studi filosofis atas nilai moral dari perilaku manusia.

Etika berkaitan dengan nilai karena etika memberjkan ketentuan mengenai benar atau salahnya suatu tindakan, keputusan, dan kebijakan manusia (Widana & Dewi, 2020). Etika inilah digunakan sebagai pengarah tingkah laku manusia
agar nilai-nilai kehidupan dapat terwujud.

Aristoteles berkata bahwa terbentuknya etika diawali dengan pemikiran manusia dimana maanusia seharusnya hidup dan bertindak agar dapat mencapai kehidupan yang baik, bermutu, berhasil, dan bahagia (Dewantara, 2017).
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180083 VANIA DIVA SALSABILA HAMZAH -
-Makna dari etika adalah aturan untuk bertindak yang berorientasi pada nilai kehidupan yang benar untuk mengambil keputusan secara tepat dan didasari oleh kebenaran, kesejahteraan dan tanggung jawab sebagai manusia.

-Kaitan antara etika dan nilai sama-sama menjadi panduan ideal manusia untuk hidup yang didasari hal-hal yang dianggap benar menurut kelompok.

-Etika terbentuk dari prinsip-prinsip yang dipegang oleh suatu kelompok tertentu. Etika dapat terbentuk juga karena adanya kebutuhan untuk mencapai kesejahteraan bersama dan mengurangi konflik yang ada dalam kelompok.

-Vania Diva Salsabila Hamzah
Perwakilan Kel. 2
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180133 INEZA TIFANY PUTRI -
Makna dari etika adalah penilaian mengenai perilaku “baik” dan “buruk” atau “benar” dan “salah” dalam suatu kelompok.

Nilai adalah prinsip yang dipercaya orang-orang sebagai sesuatu yang penting. Nilai juga merupakan standar dalam suatu budaya yang digunakan orang untuk menentukan baik atau buruk, apa yang benar atau salah. Adapun fungsi dari nilai adalah sebagai pedoman kita dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya.

Etika dan nilai saling berkaitan karena keduanya menjadi pedoman dalam kehidupan seseorang untuk menilai mana yang baik atau buruk. Hanya saja nilai lebih umum dalam kehidupan berbudaya dan etika lebih umum dalam suatu profesi tertentu.

Etika dalam kehidupan sehari-hari dapat menciptakan keharmonisan dan membantu agar nilai yang dianut seseorang dapat diterapkan.

Etika terbentuk melalui adanya nilai-nilai pada suatu kelompok yang mengatur benar atau salah demi kesejahteraan bersama. Terbentuknya etika juga dapat diawali dari suatu isu etik yang muncul setelah suatu kejadian yang memiliki dampak pada kesejahteraan individu. Etika dapat berubah dari satu budaya ke budaya lain, dan dari satu periode waktu ke periode lainnya. Contoh:
Eksperimen Tuskegee, yaitu eksperimen yang dilakukan oleh US Public Health Service untuk meneliti efek jangka panjang dari penyakit sifilis yang tidak diobati. Isu etik dari eksperimen ini adalah terkait informed consent, cost and benefit, serta protect participant’s welfare. Salah satu dampak penting setelah eksperimen Tuskegee, dan beberapa eksperimen medis lainnya, adalah standar etika dibentuk lebih ketat. Dengan demikian, kelompok peneliti atau profesi menyadari potensi bahaya dalam penelitian ilmiah dan lebih memiliki tanggung jawab.

- Ineza Tifany Putri
Perwakilan Kelompok 6A
In reply to 190110180133 INEZA TIFANY PUTRI
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180133 INEZA TIFANY PUTRI -
Berikut anggota kelompok 6:
1. Angela Fergie A (190110180025)
2. Talitha Irhamna S (190110180027)
3. Rizky Putri A (190110180033)
4. Salsabila Yulianti (190110180043)
5. Ignasia Geralda Vania (190110180073)
6. Syarafina Zata Yumni (190110180099)
7. Ineza Tifany P (190110180133)
8. Naomi Marsha A M (190110180155
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180001 Janice Grace Lusiani Larasati Simanjuntak -
Makna etika
- Secara etimologis etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang memiliki makna “an action that is one’s own” sebagai suatu tindakan yang dilakukan seseorang sebagai bagian dari dalam dirinya (Dewantara, 2017).
- Menurut The Collins English Dictionary, etika memiliki dua makna, yaitu pertama sebagai kode sosial, agama, atau sipil dari perilaku yang dianggap benar, khususnya pada suatu kelompok, profesi atau individual tertentu, sedangkan makna lainnya adalah sebagai studi filosofis atas nilai moral dari perilaku manusia, aturan serta prinsip yang mengaturnya (Flanagan & Banyard, 2005).
- Bertindak dalam kebebasan sebagai manusia bersandar pada kesadaran dan kejernihan pemahaman moral.
- Menuntun manusia untuk memiliki dan bertindak berorientasi pada nilai kehidupan yang benar secara hakiki dan manusiawi kebenaran yang didasarkan pada kodrat manusia.
- Tuntunan pengambilan keputusan secara tepat didasari pada kebenaran kesejahteraan manusia bertanggung jawab.
- Etika berkaitan dengan orientasi manusia menjalani kehidupan selalu ada dalam satu/ beberapa konteks sosial.

Kaitan etika dengan nilai
- Nilai merupakan dasar yang digunakan untuk menentukan standar sesuatu dikatakan baik, indah, berharga, atau tidak (Soenarjati & Colisin, 1989). Nilai memuat cita-cita, harapan, dambaan, atau keharusan yang ingin diwujudkan manusia.
- Etika adalah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan moral yang menentukan sikap dan pola perilaku manusia, baik sebagai individu maupun kelompok. Dengan kata lain, nilai adalah kaidah atau indikator untuk menyusun suatu etika. Etika akan memberi manusia orientasi atau petunjuk bagaimana mereka harus menjalankan hidupnya melalui rangkaian pola perilaku sehari-hari.
- Etika memberikan petunjuk yang lebih konkrit bagaimana suatu nilai berlaku atau diterapkan.

Terbentuknya etika
- Etika pertama kali dipakai dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). Menurut Socrates, objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan, dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan.
- Etika menurut Aristoteles diawali dengan pemikiran manusia yang seharusnya hidup dan bertindak sedemikian rupa agar dapat mencapai kehidupan yang baik, bermutu, berhasil, dan bahagia (Dewantara, 2017).
- Aristoteles menyebutkan bahwa etika itu berkaitan langsung dengan hidup manusia dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan (Dewantara, 2017).

Kelompok 4A
1. Janice Grace LLS (180001)
2. Ananda Rainy Akram (180053)
3. Afiya Nur Nabila (180045)
4. Viory Sjahrani (180115)
5. Nabila Mufida LD (180149)
6. Maria Carolin (190011)
7. Rachma Syifa (190017)
8. Timothea Indirakristi Aditaputri (190065)
9. Putri Adinda Novianti (190121)
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by MAULIDYA MAULIDYA KUMARANINGTYAS -
Etika merupakan kerangka moral yang diterapkan pada kelompok tertentu (biasanya profesi tertentu) untuk menilai baik buruknya suatu perilaku. Tujuannya adalah untuk mengatur perilaku agar sesuai standar yang benar dan salah pada bidang tersebut, sedangkan nilai merupakan standar dalam suatu budaya dan juga sebagai prinsip yang penting untuk menilai baik atau buruknya sebuah perilaku.

Etika terbentuk dari masyarakat dan keyakinan serta nilai-nilai yang timbul atas dasar kebersamaan warganya. Etika dapat terbentuk dari 2 proses, yaitu: (1) secara alamiah dari dalam diri manusia karena pemahaman dan keyakinan terhadap suatu nilai-nilai tertentu, dan (2) terbentuk dari aturan-aturan eksternal yang disepakati secara bersama (Utomo, 2000).

- Kelompok 5A -
1. Tia Fitriani (190110180021)
2. Afriliani Dwi Hartati (190110180023)
3. Irvia Rizky Valencianes (190110180065)
4. Tafia Afina Putri (190110180069)
5. Angela Anastasya Lasut (190110180071)
6. Maulidya Kumaraningtyas (190110180087)
7. Grace Kezia Oktavian (190110180093)
8. R Satrio Wibowo (190110180121)
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180019 Winni Naurahma Astri -
Etika membahas cara atau jalan dalam menjalani kehidupan (Böhme & Jephcott, 2001; Kitchener, 2000). Lebih lanjut (Böhme & Jephcott (2001), menjelaskan bahwa etika adalah panduan dalam berperilaku. Sejalan dengan pendapat tersebut Kitchener (2000) etika membahas bagaimana seseorang harus bertindak terhadap satu sama lain, memberikan penilaian dari sebuah tindakan, hingga memberikan justifikasi dari sebuah tindakan. Secara praktis, Banyard & Flanagan (2005) berpendapat bahwa etika merupakan kode perilaku bersosial, beragama, atau bermasyarakat yang dianggap benar, terutama oleh suatu kelompok, profesi, atau individu tertentu. Oleh karena itu, rangkuman atau makna dari etika sesuai dengan pendapat White (1988) yang mendefinisikan etika sebagai evaluasi terhadap perilaku manusia. Di mana, kita memberikan nilai “benar”, “salah”, “baik”, dan “buruk” dengan pedoman-pedoman tertentu.

Menurut Robertson & Walter (2007), hal ini membuat bahasan etika perlu pula membahas pemahaman mendasar terkait “apa itu kebaikan”. Oleh karena itu, etika akan sangat berkaitan dengan nilai. Nilai sendiri merupakan panduan dalam menilai seberapa penting suatu hal sehingga etika mewakili penilaian kita tentang benar dan salah (Shockley-Zalabak, 1999). Sebagai contoh, orang-orang Jepang yang mementingkan nilai kesatuan kelompok mengajarkan penghormatan pada orang yang lebih tua sedari kecil. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut dipegang secara kolektif oleh seluruh masyarakat Jepang dan menjadi panduan dalam menilai apa yang dianggap benar oleh masyarakat Jepang terkait interaksi dengan orang yang lebih tua.

Pembentukan etika dapat terjadi melalui dua jenis proses, yaitu terbentuk secara alamiah atau tumbuh dari dalam diri manusia karena adanya pemahaman dan keyakinan pada nilai-nilai tertentu (Utomo, 2020). Cara pertama dapat terlihat dari contoh penanaman nilai penghormatan pada orang tua pada kasus Jepang sebelumnya atau bagaimana orang Jepang menghargai disiplin sehingga tidak menolerir keterlambatan. Cara yang kedua dapat dilihat dari terbentuknya aturan agama dan interpretasi pemegang otoritas agama seperti pemuka agama atau pembentukan aturan di tempat kerja.

Daftar Pustaka
Banyard, P., & Flanagan, C. (2005). Ethical issues and guidelines in psychology. New York:Routledge.
Böhme, G., & Jephcott, E. (2001). Ethics in context: The art of dealing with serious questions. Wiley.
Kitchener, K. S. (2000). Foundations of ethical practice, research, and teaching in psychology. Lawrence Erlbaum Associates Publishers.
Robertson, M., & Walter, G. (2007). Overview of psychiatric ethics I: Professional ethics and psychiatry. Australasian psychiatry : bulletin of Royal Australian and New Zealand College of Psychiatrists, 15(3), 201–206. https://doi.org/10.1080/10398560701308274
Shockley-Zalabak, P. (1999). Fundamentals of Organisational Communication: Knowledge, Sensitivity, Skills, Values. Longman: New York.
Utomo, T. W. (2000). Etika dan Hukum Administrasi Publik. STIA LAN Bandung.
White, T. I. (1988). Right and wrong: A brief guide to understanding ethics. Prentice Hall.

Kelompok 7 Kelas A
Asha Kamila (190110180011)
Winni Naurahma (190110180019)
Hamidah Rabbani (190110180049)
Syaffa Salsabila (190110180059)
Sulthan Akbar Bilad (190110180067)
Hafiyyan Izdihar Iman (190110180091)
Zakaria Anshari (190110180143)
Safira Audia (190110180147)
Rafid Khair (190110190045)
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by TRIE Trie Septia Nurhaliza -
Etika adalah kerangka moral yang diterapkan pada sebuah grup atau kumpulan orang seperti dokter, psikolog, atau kelompok agama tertentu (Banyard & Flanagan, 2005). Sejalan dengan pengertian lain, etika merujuk pada prinsip perilaku benar secara moral yang diakui oleh orang atau kelompok dalam sebuah bidang yang spesifik (APA Dictionary, n.d.). Value merupakan standar budaya yang digunakan masyarakat untuk menentukan mana yang baik dan buruk, benar dan salah, dan menjadi petunjuk ideal dalam berkehidupan sehari-hari (Video 4: Symbols, Values & Norms: Crash Course Sociology #10). Berdasarkan pengertian tersebut, hal ini berhubungan dengan definisi etika dimana kedua hal ini sama-sama merujuk pada perilaku yang benar atau salah di dalam suatu kelompok atau budaya. Namun terdapat hal-hal yang membedakan kedua hal ini. Value dapat beragam dari satu orang ke orang lainnya, menentukan tingkat kepentingan suatu hal, dan bersifat memotivasi dalam mencapai sesuatu. Sementara etika biasanya seragam antara satu orang dengan orang lainnya, yaitu untuk menentukan sejauh mana kebenaran atau kesalahan dalam suatu pilihan, dan membatasi seseorang mengenai hal yang benar atau salah dalam situasi tertentu.

Etika dapat terbentuk dari pendidikan seseorang saat kecil. Etika dapat dipelajari oleh seseorang melalui orang tua, misalnya bagaimana berbahasa yang baik hingga perilaku yang ditunjukkan. Pengajaran orang tua membentuk sebagian besar dasar perilaku baik dan buruk. Selain itu, pengalaman peristiwa dalam kehidupan seseorang dapat membentuk etika secara lebih langsung dan sadar, sehingga individu akan memiliki sudut pandang sendiri terhadap sebuah peristiwa yang akan membentuk etika yang dimiliki. Terakhir, tiap agama mengajarkan kode etik yang menekankan kejujuran, menghormati hak orang lain, dan tidak mementingkan diri sendiri. Agama memiliki nilai-nilai yang tertanam untuk diterapkan pada kehidupan manusia, sehingga nilai-nilai tersebut tercermin pada perilaku manusia dan membentuk etika yang dimiliki (Head, 2006)

Daftar Pustaka:
APA Dictionary of Psychology. (n.d). Ethics. Cited from: https://dictionary.apa.org/ethics
Banyard, P., & Flanagan, C. (2005). Ethical issues and guidelines in psychology. New York: Routledge.
Head, George L. (2006). Where Our Ethics Come From. Irmi.com. Cited from: https://www.irmi.com/articles/expert-commentary/where-our-ethics-come-from

Kelompok 3A:
Trie Septia N. (190110180037)
Adilla Aulia A. (190110180051)
Lindia Lastri Muthiah (190110180105)
Cantika Athallarahmi (190110180107)
Aninda Nurbaeti Rahman (190110180111)
Adinda Nadine N.A. (190110180113)
M. Habibi Putra W. (190110180117)
Sherafina Natasya (190110190053)
Steffi Madeleine (190110190057)
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180139 KIRANA MICHELLIA PRIYANKA -
  • Etika merupakan aturan dan pedoman yang digunakan untuk membuat penilaian benar dan salah. Di dalam video yang berjudul “5 Reasons Why The Japanese Are So Polite”, dikatakan bahwa orang jepang yang cenderung homogen akan memandang perilaku orang lain yang berbeda sebagai tindakan atau perilaku yang salah. Mereka akan mengkritik secara negatif orang tersebut. Sementara itu, nilai atau value adalah keyakinan dan sikap tentang apa yang menjadi seharusnya (Santrock, 2011).
  • Kaitan antara etika dan nilai adalah nilai merupakan sebuah keyakinan yang dijadikan sebuah aturan/ pedoman untuk menentukan benar atau salahnya sesuatu dalam etika (Kitchener, 2000).
  • Etika terbentuk dari nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat. Kemudian disahkan oleh pihak-pihak otoritas yang memiliki wewenang. Sehingga, etika terbentuk berdasarkan nilai yang dijunjung bersama dalam sebuah kelompok/ bidang/ masyarakat

 

Kirana Michellia Priyanka perwakilan dari kelompok 8A:

  • Hamni Aisyah Amini (190110180031)
  • Erika Chaidar (190110180055)
  • Mikaila Reggiana Sulaeman (190110180085)
  • Cut Shabirah Miadarma (190110180109)
  • Farhan Hidayat (190110180123)
  • Azzahra Nurfatihah Elnithania Poeloengan (1901110180125)
  • Kirana Michellia Priyanka (190110180139)
  • Rafika Halidaniar (190110180151)
  • Viola Sahda Rembulan (190110180153)
In reply to 198307012010122004 Laila Qodariah
Re: Pembentukan Etika dalam diri seseorang
by 190110180017 Miqdam Tsabit Alkayyis -
a. Makna dari etika
Dari penjelasan yang dijabarkan oleh Banyard & Flanagan (2005), Corey dkk. (2007), Ega (1994), Kitchener (2000), dapat disimpulkan bahwa etika adalah prinsip atau sistem yang mengevaluasi tindakan maupun perilaku manusia, berupa tindakan baik atau buruk. Prinsip yang berlaku ini dianggap benar secara moral dan menjadi aturan yang membimbing kelompok, profesi, atau individu tertentu. Terdapat dua macam etika, yaitu descriptive ethics yang berkaitan dengan tindakan yang benar terjadi, dan normative ethics yang berkaitan dengan tindakan yang seharusnya terjadi.

b. Bagaimana etika bisa terbentuk
Dari penjelasan yang diberikan di dalam video yang telah ditonton, terdapat beberapa faktor yang dapat membentuk etika. Etika mulai dibentuk dari didikan orang tua kepada anaknya terkait bagaimana cara mereka berperilaku di depan orang lain. Etika pun terbentuk dikarenakan terdapat peraturan resmi yang mengharuskan bagaimana cara mereka berperilaku serta menegaskan sanksi yang dapat diberikan apabila seseorang terlihat tidak beretika seperti yang telah berlaku di dalam peraturan resmi tersebut.

c. Makna dari nilai (value)
Dibandingkan dengan etika, nilai (value) lebih merujuk pada keyakinan dan sikap yang memberikan arahan untuk kehidupan sehari-hari (Corey dkk., 2007). Nilai mencakup hal-hal yang disenangi atau diinginkan (Kitchener, 2000).

d. Kaitan etika dengan nilai
Berdasarkan Kitchener (2000), prinsip-prinsip dalam etika mungkin berasal dari nilai-nilai yang dipegang para profesional yang terkait. Tidak semua nilai-nilai yang dipegang para profesional bisa dianggap etis. Jika seseorang memutuskan untuk bergabung dalam suatu keprofesian (misalnya psikolog), maka ia harus memegang nilai-nilai yang dipegang para psikolog. Ketika ia melakukan suatu perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang dirinya, namun bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang para psikolog, maka dapat dikatakan bahwa ia melakukan perilaku yang tidak etis, dan oleh karenanya, keanggotaannya sebagai psikolog bisa dicabut.

DAFTAR PUSTAKA
- Banyard, P., & Flanagan, C. (2005). Ethical issues and guidelines in psychology. Routledge.
- Corey, G., Corey, M. S., & Callanan, P. (2007). Issues and ethics in the helping professions (7th ed.). Thomson Higher Education.
- Ega, G. (1994). Pengertian etika, moral, nilai dan norma. Diambil dari https://www.academia.edu/attachments/43702127/download_file?st=MTYxNzQ1MjM2MCwxMTAuMTM2LjIxNy4xMjMsNzEwOTYyNjc%3D&s=profile&ct=MTYxNzQ1MjM2MSwxNjE3NDUyMzY3LDcxMDk2MjY3
- Kitchener, K. S. (2000). Foundations of ethical practice, research, and teaching in psychology. Lawrence Erlbaum Associates.

Miqdam Tsabit Alkayyis
Perwakilan Kelompok 9A